
Di pagi yang cerah seorang gadis cantik sedang berolahraga pagi. Dia adalah Ariana. Setelah selesai, ia pun mandi karena badannya lengket. Kemudian ia menuju meja makan dan menyesap teh. Namun tiba-tiba kepalanya pusing, pandangannya membuaram. Terlihat seorang gadis yang mirip Ariana tersenyum sinis kepadanya. Ya, dia adalah Aliana, kembaran Ariana.
"Ka...kau" ucap Ariana menahan sakitnya.
"Ya, aku. Sebentar lagi tidak ada yang bisa menghalangiku. Aku iri kepada mu karena kau memiliki segalanya. Sedangkan aku? Aku harus bersusah payah. Lebih baik tidak usah macam macam, tunggu saja ajalmu menjemput...hahaha" ucap Aliana tertawa sinis.
Ariana sudah tak kuat lagi, sebelum meninggal, Ariana mengatakan sesuatu.
"Jika saja aku tidak bodoh, pasti tidak seperti ini" ucap Ariana.
Ariana mengira ia akan mati, namun sekarang ia sedang berada di tempat yang dia tidak ketehui.
"Di mana ini, bukankah aku sudah mati? Apa ini di surga? Tapi mana mungkin, aku sudah membunuh banyak orang" ucap Ariana yang bingung sambil celingak celinguk.
"Ya, kau memang sudah mati, ini bukan di surga" ucap seorang lelaki tua (karna dia emang udah tuaš¤£), dan munculah seorang laki-laki tua namun masih terlihat tampan dan gagah.
"Siapa kau? Apa maumu" ucap Ariana dengan lantang.
"Kau akan tau nanti, apa kau ingin hidup kembali? Tapi di dunia lain, apa kau bersedia?" tanya lelaki tua itu.
"Baiklah, aku mau, tapi berikan aku kelebihan" jawab Ariana.
"Baiklah makanlah pil ini, dan masuklah ke cahaya itu" ucap pak tua (kita sekarang panggil pak tua aja) melempar sebuah pil dan menunjuk pintu.
Ariana pun memakan pil itu dan menuju cahaya itu. Setelah melewati cahaya itu, dia pun bangun.
"Hiks...hiks...nona tolong bangun nona..hiks..nubi mohon...hiks" ucap seorang pelayan karena dilihat dari pakaiannya.
"Ugh...di mana ini?" ucap Ariana merintih kesakitan karena kepalanya sakit.
"Akhirnya nona sadar, nona...nona tidak apa-apa?" tanya pelayan itu.
"Siapa kau?" tanya Ariana.
"Nona...anda kenapa nona...apa nona tidak mengingat nubi? tanya pelayan itu.
"Tidak, sepertinya aku kehilangan ingatanku. Bisakah kau menceritakannya? Oh dan siapa namamu?" tanya Ariana.
"Baiklah, akan nubi ceritakan. Nama nubi adalah Xin xin. Dan nama nona adalah Lu mei lian. Nona adalah putri pertama Kaisar Lu dan Permaisuri Fei mei xian. Tapi Kaisar sangat membenci nona karena nona tidak bisa berkultivasi. Dan juga karena nona buruk rupa. Banyak yang menganggap anda sampah. Nona diasingkan ke hutan kematian karena nona dituduh ingin meracuni anak dari selir Xiao wei" ucap Xin xin panjang kali lebar kali tinggi(kaya rumus balokš )
"Ugh...kepalaku sangat sakit" ucap mei lian merintih kesakitan. Lalu muncul sekelebat ingatan dari pemilik tubuh asli.
"Nona...nona kenapa" ucap Xin xin khawatir.
"Sudahlah aku tidak apa-apa" ucap mei lian.
"Oh begitu baiklah terima kasih. Xin xin, tolong siapkan air, aku mau mandi, badanku lengket semua" ucap mei lian.
"Baik nona, nona mau wewangian apa?" tanya Xin xin.
__ADS_1
"Hmm, wangi mawar saja" jawab mei lian.
"Baik nona akan nubi siapkan"
Beberapa saat kemudian...
"Nona, air sudah siap"
"Baiklah"
"Hei kau mau apa" ucap mei lian.
"Saya akan membantu nona membersihkan diri" jawab Xin xin.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kau siapkan saja hanfu yang ringan. Oh dan juga siapkan makanan, aku lapar" ucap mei lian.
"Baiklah nona"
30 menit kemudian...mei lian sudah selesai mandi, ia memakai hanfu.
Kira kira seperti itu hanfunya.
Mei lian pun duduk untuk makan.
"Ayo duduklah, temani aku makan. Kau juga makanlah. Aku tidak bisa menghabiskan semua"
"Tidak ada penolakan. Lagi pula untuk apa kaisar itu marah, dia saja tidak peduli denganku" jawab mei lian.
Mereka pun makan dengan tenang. Hanya ada suara peralatan makan yang beradu. Setelah selesai makan...
"Baiklah sekarang tidurlah ini sudah malam"
Xin xin pun pergi tidur.
"Akhirnya aku bisa pergi ke hutan kematian. Baiklah mari berangkat" ucap mei lian girang namun dengan berbisik, takut kalau Xin xin bangun.
Mei lian pergi ke hutan kematian menggunakan jubah dan cadar dan mengganti bajunya dengan hanfu laki-laki. Dia ingin mengambil tanaman herbal untuk mengeluarkan racun di tubuhnya. Racun itu membuat ia tak bisa berkultivasi dan membuat wajahnya menjadi buruk rupa.
Kira kira gitu deh, maaf burem.
Mei lian pun pergi meninggalkan gubuk yang berada di lapisan kedua hutan kematian. Ia sedang berada di lapisan ke tiga(lapisan hutan kematian ada 9). Mei lian mencabuti semua tanaman herbal dan racun yang ia temui. Tak terasa ia sudah di lapisan ke 9.
"Ck, kenapa tidak satupun hewan di sini. Dari tadi aku tidak melihatnya. Membosankan" ucap mei lian kesal.
Tanpa mei lian sadari ternyata saat di lapisan ke lima ada yang mengikutinya, namun ia tak menyadarinya sama sekali karena sibuk mencabuti tanaman herbal dan racun.
__ADS_1
"Tunggu dulu, sepertinya ada yang mengikutiku. Bagaimana bisa aku tidak sadar" pria itu langsung menghilang seperti tidak pernah ada di sana.
"Aneh, padahal tadi aku merasakannya tapi kenapa tiba-tiba hilang. Ah sudahlah"
"Kita akan bertemu lagi, sayang" ucap pria misterius itu.
Mei lian pun beristirahat di dalam goa. Ia melihat sebuah cahaya yang menyilaukan. Ia pun mendekat dan melihat sebuah pedang . Tanpa ragu ia mencabut pedang itu. Tanpa sengaja tangannya tergores dan meresap ke dalam pedang. Kemudian keluarlah burung phoenix.
"Cih, ternyata tuanku hanya seorang gadis lemah" ucap phoenix dengan sombongnya.
"Hei kau pikir aku mau apa jadi tuanmu. Aku juga tidak mau dasar burung jelek" mei lian kesal karena dianggap gadis lemah.
"Hei aku bukan burung jelek. Aku adalah burung phoenix yang agung" jawab phoenix dengan sombongnya.
"Phoenix, terimalah dia sebagai tuanmu" ucap pak tua yang waktu itu dengan mei lian.
"Tapi tuan..."
"Tidak ada penolakan. Dan ini untukmu, itu adalah ruang dimensi" mei lian pun menerima kalung itu.
"Bagaimana cara masuknya"
"Kau pejamkan mata, bayangkan kau masuk ke ruang dimensi"
"Baiklah aku mau kau menjadi tuanku" phoenix itu pun mengalah.
"Baiklah siapa namamu"
"Hamba tidak punya nama tuan"
"Baiklah aku akan memberimu nama Xiao huo"
"Terima kasih tuan"
"Jangan panggil aku tuan panggil aku mei'er"
"Baik tu eh mei'er"
"Masuklah ke ruang dimensi"
"Baik mei'er"
Mei lian pun pulang ke gubuknya. Ia membersihkan dirinya lalu tidur.
__ADS_1
___________________________________________
ini novel pertama author jadi kalo ada kesalahan mohon dimaklumi. kalo kalian suka jangan lupa like, komen, vote, dan rate. author mau minta saran sama kalian mau gimana ini novel kedepannya. kalo kalian gak suka juga gak apa-apa, tapi tolong hargai novel author ini.