
Tiba tiba ada serangan mendadak yang terjadi. Para tamu yang datang tidak menyadari akan hal itu. Lin Xiang bahkan tidak menyadarinya karena fokus pada Mei lian.
Yun xue sudah mengetahui itu, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan karena dia dalam bentuk roh. Yun xue memanggil manggil Mei lian dan memberitahu ada serangan.
"Mei lian! Kau harus memberitahu dia ada serangan"
Mei lian membulatkan mata nya. Dia terkejut dan langsung memberitahu kan pada Lin Xiang. Tapi itu sia sia karena serangan itu sudah akan mengenai mereka berdua.
Lalu ada sebuah dinding yang menghalangi belati yang telah di lumuri racun. Yun xue terkejut saat melihat pria bertopeng di depan nya. Terasa sangat familiar.
"Dia sangat familiar. Tapi siapa? Topeng itu sepertinya aku mengenalnya. Tunggu, itu kan topeng nya (Wu xian)" ucap Yun xue tidak percaya.
Yun xue menatap Wu xian dengan tatapan sulit diartikan. Tersirat rasa senang di hati nya. Wu xian menatap Mei lian dan Lin Xiang. Dia merasa lega mereka baik baik saja.
Yun xue mendekat ke arah Wu xian. Mei lian menatap pria bertopeng di hadapan nya dan berterima kasih. Itu membuat Wu xian merasa aneh.
"Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku dan juga Xiang Xiang" ucap Mei lian.
'Terima kasih? Apa yang dipikirkan gadis ini?' batin Wu xian.
Wu xian yang tidak tau harus menjawab apa hanya mengangguk. Lalu melesat pergi dari aula. Yun xue bernafas lega. Setidaknya sekarang aman.
Para tamu masih dalam mode terkejut. Mereka masih mencerna apa yang terjadi. Tidak berapa lama mereka sadar. Kaisar Lu berdiri dari singgasana nya menghampiri Mei lian.
"Apa kau baik baik saja? Apa ada yang luka?" ucap Kaisar Lu berpura pura khawatir.
Mei lian yang tidak suka menepis tangan Kaisar Lu "Aku baik baik saja. Jangan sentuh aku" ucap Mei lian dengan nada rendah.
Lin Xiang kini hanya menatap takjub pada Mei lian. Ternyata dia sudah membawa banyak perubahan. Lin Xiang diam diam mulai menyukai Mei lian.
Qin ye yang melihat kepedulian Lin Xiang menghampiri Mei lian dan juga berpura pura khawatir "Mei lian, syukurlah kau baik baik saja. Aku khawatir sekali"
__ADS_1
'Ingin menjilat ku rupanya. Aku akan mengikuti sandiwara mu. Kau harus berterima kasih padaku kakak ku tersayang karena aku tidak membuat mu malu' batin Mei lian.
"Aku baik baik saja, kau tidak perlu khawatir kak" ucap Mei lian tersenyum palsu.
Qin ye tersenyum. Dia mengira Mei lian sangat polos sampai mengira kalau diri nya sedang bersimpati pada nya dan tadi bersikap dingin pada Kaisar Lu karena kesal tidak pernah diperhatikan.
Nyatanya semua itu salah. Lin Xiang berjalan ke arah Mei lian dan menggandeng nya membuat Qin ye merasa kesal tapi tertutupi oleh wajah nya yang tebal.
"Lian'er, temani aku untuk melihat lihat istana ini" ucap Lin Xiang.
Mei lian mengangguk dan menarik tangan Lin Xiang. Qin ye yang tidak ingin kehilangan kesempatan langsung menghadang dan menawarkan diri.
"Eh, biar saya saja yang mengajak anda jalan jalan untuk melihat lihat. Adik tubuh nya sangat lemah, jadi tidak bisa kelelahan" ucap Qin ye.
"Oh kakak, kau sangat perhatian. Tapi aku baik baik saja dan kakak, kau tidak perlu merasa khawatir tentang diri ku" ucap Mei lian membuat Qin ye semakin panas.
'Sejak kapan dia bisa berkata lembut. Biasanya dia akan marah' batin Qin ye.
Lin Xiang terkagum kagum. Walau sederhana tapi sangat cantik. Yun xue tidak bersama dengan Mei lian karena dia tidak ingin mengganggu mereka berdua.
Di sana juga Lin Xiang dapat merasakan kasih sayang seorang Ibu. Setiap Mei lian merasa sedih, dia akan ke sana dan mengeluarkan isi hati nya.
Karena di sana dia dapat merasakan kehadiran seorang Ibu. Mei lian duduk di gazebo diikuti Lin Xiang.
"Aku tidak tau ada taman yang seperti ini" ucap Lin Xiang.
"Ya, tempat ini tersembunyi. Hanya beberapa yang tau. Di sini aku bisa mengeluarkan isi hati ku. Xiang Xiang, kenapa kau datang ke sini?"
Pertanyaan Mei lian membuat Lin Xiang gugup. Dia tidak tau harus menjawab apa. Lin Xiang membohongi Mei lian dengan mengatakan ingin menemui dirinya.
Mei lian mengajak Lin Xiang ke tempat lain. Entah kenapa Mei lian begitu antusias. Lin Xiang hanya menatap gemas pada Mei lian. Mei lian yang ditatap membuat jantung nya berdegup kencang.
__ADS_1
Sedangkan Wu xian yang mengawasi mereka berdua hanya tersenyum pahit. Dia terus mengawasi mereka. Wu xian merasa tindakan Mei lian sedikit aneh.
Karena dia mengira Yun xue masih berada di raga Mei lian. Mei lian tertawa bahagia bersama dengan Lin Xiang.
'Apa kau sungguh mencintai dia? Aku tidak menyangka, padahal dulu kita pernah bersama. Setidaknya kau tidak bisa berpaling dari ku' batin Wu xian.
Merasa hari sudah gelap, Lin Xiang mengantar Mei lian ke kamar nya. Wu xian juga masih mengikuti mereka. Dia ingin tahu di mana kamar Mei lian.
"Kau istirahat lah. Kau bisa memanggilku saat kau membutuhkanku. Lagi pula kediaman kita bersebelahan" ucap Lin Xiang.
"Itu bagus" ucap Mei lian singkat. Dia merasa lelah untuk hari ini.
Wu xian terus menatap Mei lian. Yun xue kembali muncul. Dia melihat Wu xian menatap Mei lian dan tidak pernah melepas pandangan nya.
Yun xue hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Wu xian. Sangat kekanakan. Yun xue menebak kalau Wu xian sedang cemburu.
Setelah Lin Xiang pergi, Wu xian melesat dan berada di depan Mei lian. Wu xian berjalan maju dan Mei lian melangkah mundur.
"Apa kau menyukai pria itu? Apa kau tidak mempedulikan perasaanku padamu?" tanya Wu xian bertubi tubi.
"A apa maksud...maksudmu? Aku tidak mengerti" ucap Mei lian.
"Jangan berpura pura tidak tahu Xue'er" ucap Wu xian.
'Xue'er? Apa maksudnya Yun Xue?"
'Mei Lian, sebenarnya dia kekasihku. Mungkin dia mengira kau adalah aku. Jadi tolong jelaskan padanya' ucap Yun xue melalui pikiran.
Mei Lian kemudian menjelaskan kepada Wu Xian tentang apa yang terjadi "Kau salah paham. Aku bukanlah kekasihmu Yun Xue, tapi aku adalah Mei Lian yang asli. Dia sekarang berada dalam wujud roh dan hanya aku yang bisa melihatnya" ucap Mei Lian sambil tersenyum.
......Bersambung......
__ADS_1