
"Oh sayang, jangan malu malu begitu. Aku tidak sedang bercanda"ucap Permaisuri Lin pada Lin Juan dan menarik Mei Lian lalu membisikkan sesuatu.
"Putra ku ini belum pernah dekat dengan ku kecuali dengan ku. Tapi dia itu baik, tampan lagi. Bukankah itu sempurna?" bisik Permaisuri pada Mei Lian.
Yun Xue terkikik kecil melihat tingkah Permaisuri Lin yang seperti itu. Mei Lian memerah mendengar itu.
Mei Lian tidak menjawab Permaisuri Lin. permaisuri Lin paham dan mengatakan "Tidak apa apa kalau kau masih malu malu. Itu wajar"
Permaisuri Lin menepuk pelan bahu Mei Lian dan menghampiri Kaisar Lin. Mereka bergandengan tangan seperti pasangan yang masih muda.
Lin Juan penasaran dengan hal yang dibicarakan Ibu nya dengan Mei Lian tadi. Lin Juan ingin bertanya tapi tidak jadi karena tidak ingin membuat Mei Lian merasa malu.
Lin Xiang mengepalkan tangan nya erat erat melihat kedekatan Lin Juan dengan Mei Lian. Dia merasa cemburu.
'Walaupun aku harus bersaing dengan kakak, maka akan aku lakukan. Yang pentas aku bisa mendapatkan Lian'er' batin Lin Xiang.
Sejak dulu Lin Xiang mempunyai perasaan yang dalam terhadap Mei Lian, tapi dia malu untuk mengungkapkan nya.
Jadi nya dia tidak punya hak untuk membatasi Mei Lian untuk dekat dengan siapa pun.
Itu lah yang membuat Lin Xiang kesal. Dalam hati nya tersimpan gejolak amarah yang sedari tadi di tahan.
Pendeta memohon pamit karena masih ada urusan yang harus di urus. Permaisuri dan Kaisar mengijinkan nya.
Untuk sementara, Mei Lian dan yang lain nya tinggal di Kekaisaran Lin, karena hari sudah sore, dan jika kembali pasti sudah malam.
Tentu nya tidak aman karena ada bandit gunung yang akan menghalangi jalan mereka.
Lebih aman kalau berangkat besok pagi. Mereka pergi ke kamar masing masing yang telah di sediakan.
Di kamar Qin Ye...
Saat ini Qin Ye sedang melempar semua barang yang dia lihat untuk melampiaskan semua kemarahan nya.
Dia kesal karena dia tidak bisa mendapatkan Lin Xiang seutuhnya. Xie mencoba untuk menghalangi niat Qin Ye bunuh diri.
Alhasil Xie yang terluka karena terkena pecahan vas. Darah nya mengalir di lengan nya. Xie langsung buru buru membersihkan luka lalu menutupi nya dengan perban.
__ADS_1
Xie menghela nafas lega karena tuan nya tidak jadi bunuh diri. Qin Ye begitu depresi namun Xie berhasil menenangkan nya.
"Nona, saya mohon nona untuk tenang. Nona harus bisa menghadapi ini. Pelayan itu kan masih menjadi selir. Lalu, kenapa nona tidak berusaha saja untuk merebut posisi Permaisuri?" usul Xie.
Qin Ye terdiam untuk sesaat dan mengatakan "Ya, kau benar. Aku masih bisa jadi Permaisuri. Tapi, Lin Xiang masih saja melirik si Mei Lian itu!" ucap Qin Ye dengan kesal.
"Nona, memang nya dia bisa apa? Bukankah dia sedang dekat dengan Kakak dari Pangeran?" ucap Xie.
"Tetap saja, dia masih akan menjadi saingan ku walaupun dia tidak mau. Lihat bagaimana aku mengatasi ini" ucap Qin Ye.
Beralih ke Mei Lian. Dia sedang melihat lihat kamar baru nya. Yun Xue cukup kagum dengan interior kamar itu.
Kuno namun elegan. Mei Lian membaringkan diri ke kasur dan terasa sangat empuk.
Seperti tidur di atas awan. Di kasur itu juga ada sebuah tirai transparan yang bisa di ikat atau dilepas.
Malam hari nya..
Mei Lian diundang untuk mengikuti makan malam. Di sana semua sudah hadir.
Tentu nya sebagai Ibu ingin melihat anak nya bisa menemukan kebahagiaan nya sendiri.
Lin Juan tak berhenti melirik Mei Lian saat makan. Mei Lian makan dengan pelan karena merasa canggung terus di tatap.
Permaisuri mengeluh dalam hati karena Lin Juan tidak dapat menggunakan kesempatan yang dia berikan dengan baik.
'Mungkin karena dia belum pernah merasakan nya, jadi ya, hubungan mereka tentu nya canggung' batin Permaisuri pasrah. Dia tidak tahu bagaimana cara nya untuk membantu anak nya itu.
Qin Ye melihat Lin Xiang yang duduk bersebelahan dengan Xin Yu menjadi panas hati. Dia mencoba menahan amarah nya.
Sebenarnya rasa yang dimiliki Qin Ye terhadap Lin Xiang itu bukan lah cinta, melainkan hanya sebuah obsesi.
Obsesi untuk bisa memiliki. Memang cinta dan obsesi itu beda tipis. Kadang orang salah mengartikan obsesi sebagai cinta.
Kalau Lin Xiang kepada Mei Lian adalah cinta. Hampir mendekati obsesi. Karena tidak bisa melepas dengan sukarela.
Lin Xiang tidak mempedulikan selir nya alias Xin Yu yang ada di samping nya. Yang dia pedulikan hanya lah yang ada di depan nya.
__ADS_1
Mei Lian dan Lin Juan. Lin Xiang melihat nya sebagai adegan mesra. Mei Lian melirik Lin Xiang sebentar dan beralih ke mangkuk nya yang berisi sup.
Lin Xiang kecewa. Dalaman hati nya, apa kau tidak bisa membuka hati mu untuk ku? Mei Lian merasakan hawa yang tidak enak.
Begitu juga Yun Xue dan yang lainnya. Mereka merasakan hawa yang mencekam. Tiba tiba ada sebuah sabit yang melayang.
Para prajurit berjaga di samping semua orang di sana, takutnya akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
'Hawa ini? Apakah...'
Kaisar Lin mengeluarkan keringat dingin. Dia gemetar ketakutan. Yun Xue merasa aneh dengan sikap itu.
'Apa dia datang lagi? Apa yang sebenarnya menjadi incarannya?'
Permaisuri Lin juga merasakan hal yang sama seperti Kaisar Lin. Suasana semakin mencekam.
Yun Xue merasa kalau Permaisuri dan Kaisar mengetahui sesuatu tentang hal ini. Kalau tidak, mengapa sikap mereka seperti itu?
Auranya makin terasa. Sebuah arwah tiba tiba datang. Arwah seorang wanita. Wajahnya tertutupi oleh rambut hitamnya yang panjang.
Yun Xue waspada karena merasakan aura wanita itu tidaklah biasa. Semua sudah siap dengan senjata masing masing.
"Senjata apapun tidak akan mempan padanya karena dia adalah arwah" ucap Kaisar Lin.
Kaisar Lin menatap tajam pada arwah itu. Seperti sedang bertemu dengan musuh bebuyutan dan siap bertarung kapan saja.
"Heh, lama tidak bertemu, brengsek!!" ucap arwah wanita itu dengan menekan kata brengsek.
Para anak muda hanya melihat saja. Mereka tidak dapat memahami apa yang sedang terjadi di sana.
"Heh, kau pikir aku ini brengsek!? Yang terjadi itu hanya lah kecelakaan, dan mungkin saja itu rencana mu. Beraninya kau muncul lagi!" ucap Kaisar Lin marah.
Permaisuri Lin agak khawatir. Dia juga agak kesal karena suaminya malah dikatai brengsek oleh arwah itu.
......Bersambung......
Udah segini aja deh. Maaf buat yang masih nunggu up tapi malah gak up. Buat yang punya ide bisa bagiin di komentar, soalnya kepalaku lagi kekurangan imajinasi.
__ADS_1