
Keesokan paginya...
"Nona ayo bangun, sudah pagi" Xin xin membangunkan Mei lian tapi mei lian masih tidur lalu Xin xin pun berteriak.
"NONAAAA BANGUUUUN"
"Aduh Xin xin kamu berisik sekali, aku masih ngantuk" Mei lian agak kesal karena diganggu tidurnya, itulah kebiasaannya di dunia modern.
"Nona ini sudah pagi ayo cepat bangun" Mei lian pun bangun namun dengan mata yang masih tertutup.
"Siapkan air dan hanfu"
"Air dan hanfunya sudah siap nona"
"Ya sudah siapkan aku makanan" Mei lian pun berjalan menuju kamar mandi tapi karena ia masih mengantuk setengah sadar dia pun menabrak dinding.
"Aduh punya mata tidak sih kalau jalan itu lihat lihat"
"Nona kenapa anda menabrak dinding" Xin xin ingin tertawa tapi menahannya.
"Oh" Mei lian yang malu pun langsung bergegas ke kamar mandi"
Tiga puluh menit kemudian...
Mei lian selesai mandi dan kini ia mengenakan hanfu seperti di bawah ini...
Mei lian pun menuju meja makan dan memakan masakan Xin xin.
"Makanan ini kadang hambar kadang asin, nanti aku akan mengajarimu memasak" Mei lian memang tidak suka masakan di zaman kuno karena masakannya hambar dan kadang asin.
'Sejak kapan nona bisa masak, ke dapur saja tidak pernah. Haish semenjak hilang ingatan nona jadi aneh' Xin xin heran karena setahunya nonanya tidak bisa apa apa.
"Apa kau barusan bicara" Mei lian menanyakan itu karena ia mendengar Xin xin berbicara tapi Xin xin menjawab tidak.
'Aneh padahal tadi aku mendengar dia bicara, haish membingungkan'
'Itu karena efek dari pil yang kau makan' pak tua itu mentelepati Mei lian.
'*Oh apa itu kau pak tua'
'Siapa yang kau bilang tua hah'
'Tentu saja kau'
'Hah sudahlah aku hanya ingin menjelaskan manfaat pil itu'
'Memang apa'
'Setelah kau memakan pil itu kau dapat membaca pikiran orang lain. Selain itu kau dapat mengetahui pergerakan lawan*'
Sedangkan Mei lian hanya ber oh ria.
Skip sore hari...
"Haish sangat membosankan. Sebaiknya aku ke ruang dimensi untuk melihat lihat dan aku akan berlatih disana"
Mei lian pun masuk ke ruang dimensi.
__ADS_1
Di ruang dimensi
"Xiao huo dimana kau" Mei lian berteriak memanggil Xiao huo. Namun yang datang bukan Xiao huo melainkan seorang anak laki laki kecil.
"Siapa kau dan dimana Xiao huo" Mei lian bingung karena bukan Xiao huo yang datang melainkan seorang ana laki laki kecil.
"Aku disini Mei'er" dari kejauhan terlihat seorang laki laki tampan sedang berlari.
"Kau...Xiao huo?" Mei lian terkejut, bagaimana tidak, karena burung phoenixnya bisa berubah menjadi manusia.
"Iya ini aku...bukankah aku tampan" Xiao huo berkata dengan sombongnya.
"Tidak" Xiao huo langsung merengut.
"Kau belum jawab pertanyaanku, siapa kau" Mei lian bertanya pada anak kecil itu karena ia belum pernah bertemu.
"Saya adalah penjaga ruang dimensi ini. Saya belum punya nama, jika tuan berkenan berikan saya nama" anak kecil itu memelas minta diberikan nama.
"Baiklah...nama ya...sekarang namu adalah Xiao tian. Dan satu lagi jangan panggil aku tuan, panggil aku mei'er.
"Baik mei'er terima kasih"
"Hmm"
"Baiklah tian, kau awasi Xin xin, jika ada apa apa katakan padaku"
Xiao tian belum mengatakan apapun dan Mei lian langsung pergi. Mei lian mulai meracik obat dan dia berhasil membuat penawar dari racun yang ada di tubuhnya. Tidak hanya itu dia membuat beberapa pil peningkat kultivasi dengan kemurnian 80%, pil penyembuh 85%, dan pil mempercantik wajah 83%. Pil itu untuk ia jual di pelelangan. Dia juga membuat racun yang tidak bisa dideteksi tingkat menengah dan tinggi.
"Fyuuh akhirnya selesai juga. Ya ampun aku sudah hampir seharian membuat pil pasti Xin xin khawatir dan mencariku"
"Ada apa mei'er" tiba tiba datanglah Xiao tian dan Xiao huo.
"Aku harus kembali, pasti Xin xin mencariku"
"Untunglah, kalau begitu aku akan berkultivasi. Dimana aku bisa berkultivasi"
"Kau bisa berkultivasi di batu itu di kolam air surgawi" Xiao tian menunjuk batu yang berada di kolam air surgawi.
"Baiklah" Mei lian pun mulai berkultivasi dengan posisi lotus.
5 hari kemudian...
Boomm...
Suara ledakan berasal dari Mei lian yang berhasil menerobos.
"Huh menyebalkan padahal aku sudah berkultivasi selama lima hari tapi masih berada di bintang 1 tingkat god"
Xiao huo dan Xiao tian pun serasa ingin muntah darah. Pasalnya hanya dalam 3 hari tuan mereka sudah mencapai bintang 1 tingkat god.
'Monster' batin mereka berdua.
"Mei'er itu sudah cukup bagus. Bahkan untuk naik 1 tingkat butuh waktu bertahun tahun" Xiao tian berpikir kalau tuannya tak pernah puas.
"Itu benar mei'er" Xiao huo menimpali.
"Itu kan mereka. Kalau aku itu sangat buruk"
"Terserah kau mei'er" mereka berdua hanya pasrah.
__ADS_1
___________________________________________
note:
tingkatan kultivasi:
Bintang 1
•dasar
•tembaga
•perak
•berlian
•prajurit
•jendral
•god
•kaisar
•langit
masing masing ada 3 tingkatan. Dan seterusnya sampai bintang 10, namun di dunia bawah paling tinggi hanya bintang 5 tingkat perak.
___________________________________________
"Baiklah aku akan kembali pasti Xin xin mencariku. Sampai jumpa nanti aku akan mengunjungi kalian"
"Baiklah hati hati mei'er"
Di gubuk
Mei lian sudah berada di kamarnya. Xin xin khawatir karena nonanya tiba tiba menghilang. Saat Xin xin sampai di kamar nonanya ia terkejut melihat nonanya sedang menyesap teh (sebelumnya Mei lian sudah membersihkan diri di ruang dimensi).
"Nona darimana saja, nubi khawatir karena nona tidak ada"
"Tadi aku pergi jalan jalan"
"Apa nona tidak apa apa"
"Aku baik baik saja, memangnya ada apa"
"Mm tadi nona, kasim di dari istana anda datang . Katanya besok lusa pangeran mahkota dari kekaisaran Bei atau tunangan anda akan membatalkan pernikahan dengan anda dan mengumumkan pertunangan dengan putri ke 2 dari selir Xiao wei yaitu Lu fei lin"
"Oh begitu"
"Apa nona tidak sedih, bukankah nona sangat mencintainya"
"Itu dulu bukan sekarang. Lagi pula aku bersyukur karena aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak mencintaiku tapi mencintai orang lain"
'Nona, kau hebat dan berani sekarang' Mei lian hanya terkekeh kecil mendengar batin Xin xin.
__ADS_1
___________________________________________
Makasih buat kalian yang udah mau baca. Jangan lupa like, komen, vote, dan rate. Kalo kalian punya saran buat novel ini, plis komen. Aku butuh saran dan kritik kalian, novel ini gimana kedepannya. Semoga kalian selalu sehat dan terhindar dari virus corona. Tunggu kelanjutan ceritanya. See you leter.