
Arwah tadi telah pergi. Tentunya untuk orang yang tidak mengetahui apapun seperti Mei Lian dan yang lainnya penasaran tentang arwah yang tadi tiba tiba muncul.
"Eh, sebaiknya kalian secepatnya pulang. Tidak, kami tidak bermaksud untuk mengusir kalian, tapi kami tidak bisa membiarkan kalian dalam bahanya. Untuk masalah tadi, anggap saja hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Aku tidak mau kalian menjadi korban nantinya" ucap Kaisar Lin dengan gugup dan pergi meninggalkan ruangan bersama Permaisuri Lin.
Mei Lian menatap Lin Juan seolah meminta sebuah penjelasan dengan tatapannya. Lin Juan tidak mau memberitahukan apapun. Dia beralasan untuk pergi ke kamarnya.
"Maaf semuanya, aku sedikit lelah. Jadi aku mohon pamit untuk pergi ke kamar beristirahat" ucap Lin Juan berjalan meninggalkan ruangan.
"Aneh, aku pernah merasakan aura arwah tadi, tapi dimana dan kapan? Mungkin aku terlalu banyak berpikir. Lebih baik aku pergi beristirahat saja. Tapi dimana aku harus tidur?" gumam Yun Xue frustasi karena dirinya sedang dalam bentuk roh.
Mei Lian memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dia tidak mau ambil pusing dengan masalah internal kekaisaran Lin. Lagipula ini juga 'tidak ada hubungannya sama sekali dengannya'.
Yun Yue hanya menjadi ekor. Dia membuntuti Mei Lian ke kamar. Mei Lian telah sampai dan membaringkan tubuhnya yang lelah di kasur.
Mei Lian mencoba memejamkan matanya, tapi tidak bisa. Yun Yue yang juga penasaran menatap Mei Lian. Sepertinya dia ingin Mei Lian membantu menyelesaikan masalah ini.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" ucap Mei Lian langsung duduk di tepi kasurnya.
"Bukankah sudah cukup jelas ya? Aku ingin kau ikut campur dalam hal ini. Lagipula bukankah kau sebentar lagi juga 'akan menjadi bagian dari Kekaisaran Lin'?" jawab Yun Yue meledek Mei Lian.
"Hei, tidak perlu meledekku seperti itu. Aku dan dia itu hanya teman masa kecil. Tidak ada apapun diantara kami. Aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku. Aku harus bisa memastikan, apakah aku punya perasaan padanya atau tidak. Aku takut kalau aku akhirnya malah menghancurkan hubungan ini. Yun Yue, apa yang kau tentang cinta?" ucap Mei Lian diselingi pertanyaan.
"Hm, cinta ya? Agak sulit untuk menjelaskannya. Tapi menurutku, cinta itu adalah ketika kau merasa degup jantungmu lebih cepat. Saat dia tidak ada, kau akan merindukannya. Kau tidak akan selera makan, dan tidak bisa tidur nyenyak. Dia yang membuatmu takut untuk kehilangan dan perpisahan" jelas Yun Yue sembarang. Dia hanya mengucapkan apa yang ada di otaknya saja.
"Begitu kah? Sepertinya aku tertarik untuk jatuh cinta" ucap Mei Lian setelah mendengar penjelasan Yun Yue.
__ADS_1
"Tapi kau harus menanggung resiko untuk sakit hati. Tidak semua cinta itu berbalas. Kau harus bisa bertahan dan menghadapi masalah yang datang" ucap Yun Yue. Sepertinya dia cocok untuk jadi penasehat.
Mei Lian terlarut dalam pikirannya. Dia berpikir kalau Lin Xiang mengalami hal seperti itu. Dia merasa dirinya telah jahat karena telah menghancurkan perasaannya.
Dia berpikir tidak seharusnya mengucapkan kata kata itu di hari itu. Mungkin sekarang Lin Xiang sudah kecewa berat padanya. Bagaimana mungkin tidak?
"Kau juga tidak bisa memaksakan perasaanmu kepadanya. Atau sebaliknya. Kau tidak bisa memaksa untuk mencintainya kalau hatimu memang tidak bisa terbuka untuknya. Itu hanya akan membuat dirinya mendapat harapan palsu dan malah membencimu" tambah Yun Yue.
****
Sementara Yun Yue...
Dia sedang mencari beberapa lembar daun bambu emas. Dia membutuhkan itu untuk menetralkan racun dingin yang ada di tubuhnya.
'Kalau bukan karena si Lin Yun sialan itu, aku tidak perlu bersusah payah dan menderita seperti ini' gerutu Yun Yue dalam hatinya.
'Kemana aku harus mencari? Daun ini memang sangat sulit ditemukan. Apa sudah tidak ada harapan lagi?' batin Yun Yue putus asa.
Yun Yue melihat ada kerumunan. Yun Yue yang penasaran langsung menerobos kerumunan orang orang. Badannya yang kecil membuatnya sulit untuk lewat dan melihat.
Berkali kali dia terhimpit dan terdorong dorong. Setelah beberapa lama akhirnya dia bisa lewat. Yun Yue mengambil nafas sebanyak banyaknya dan langsung membuangnya.
Dia hampir saja mati kehabisan nafas. Untungnya Yun Yue bisa keluar dan menghirup oksigen lagi. Dia melihat sebuah selebaran.
Yun Yue membacanya sambil terdorong dorong oleh kerumunan orang. Selebaran itu bertuliskan sebuah lowongan untuk orang yang mahir dalam bela diri.
__ADS_1
Harus mempunyai ilmu bela diri yang tinggi untuk menyelesaikan sebuah misi. Misi dibagi dalam 5 tingkap yaitu tingkat D, C, B, A, dan yang terakhir adalah misi tingkat S. Misi yang paling sulit.
'Menarik. Aku bisa mendapat imbalan dari misi dan aku sekaligus bisa mencari daun bambu emas. Aku harus bisa ikut' batin Yun Yue riang.
Yun Yue pergi ke Pelatihan Prajurit, itu nama tempatnya. Yun Yue pergi menuju seorang nona cantik yang bertugas untuk mendaftarkan peserta dan memberikan misi.
Yun Yue berjalan mendekati nona itu. Nona yang bertugas melihat Yun Yue mendekat. Nona itu bernama Lan Fei. Lan Fei mengira kalau Yun Yue adalah laki laki karena memakai jubah yang membuatnya mirip laki laki. Jadi dia memanggilnya tuan muda.
"Selamat datang di Pelatihan Prajurit, tuan muda. Apa ada yang bisa saja bantu?" tanya Lan Fei ramah. Dalam batinnya 'Astaga, dia tampan sekali'
'Apa dia mengira aku ini laki laki? Sayang sekali sepertinya kau akan kecewa, nona cantik' batin Yun Yue tersenyum seperti memikirkan ide jahil.
"Ya, nona. Aku ingin mendaftar untuk misi tingkat S" ucap Yun Yue tersenyum membuat Lan Fei terpesona. Padahal dia tahu kalau Yun Yue adalah perempuan, dari suaranya sudah jelas.
Lan Fei membungkuk untuk meminta maaf " Maafkan aku nona. Aku mengira kau adalah laki laki. Sekali lagi aku sangat minta maaf"
"Tidak apa apa. Itu tidak masalah. Apalagi kalau yang meminta maaf adalah nona yang cantik ini. Tentu saja aku tidak bisa tidak memaafkan mu" ucap Yun Yue menggoda Lan Fei.
Lan Fei tersenyum malu. Dalam batinnya 'Dia memanggilku cantik? Apa dia adalah tipe penyuka sesama perempuan. Andaikan saja dia laki laki,baku pasti sudah jatuh cinta padanya'
"Apakah nona yakin untuk mengerjakan misi tingkat S? Misi ini sangatlah sulit. Jika sudah terdaftar tidak bisa mundur lagi" ucap Lan Fei khawatir.
"Tenang saja nona. Percaya saja padaku" ucap Yun Yue mengedipkan salah satu matanya. Lan Fei tidak bisa tidak terpesona padanya.
******
__ADS_1
Terus dukung author y dengan like vote dan rate nya. Dan jangan lupa komen. Dukungan mu menentukan keberlangsungan cerita ini:)