
Yun Yue bersikap waspada. Dia dapat merasakan aura yang sangat kuat menuju dirinya. Yun Yue juga sudah bersiap dengan sebuah katana di pahanya yang tersembunyi yang bisa diambil di saat genting seperti ini.
'Kresek'
Suara semak-semak di hadapan Yun Yue membuatnya bersikap waspada. Yun Yue mengambil katana yang ada di pahanya dan memegangnya dengan kuat.
Yun Yue sudah siap untuk menyerang sesuatu yang berada di semak-semak itu. Suara itu semakin mendekat dan yang bersembunyi di semak- semak akhirnya menampakkan dirinya.
Ternyata hanya seekor kelinci kecil. Yun Yue menurunkan kewaspadaannya setelah melihat yang berada di dalam semak-semak ternyata hanyalah seekor kelinci.
Kelinci itu menatap Yun Yue dengan tatapan dalam cukup lama, lalu kelinci kecil itu lari menjauh dan kini sudah tidak terlihat lagi bayangannya.
'Kresek'
Suara semak-semak kini terdengar lagi. Hewan itu langsung memunculkan dirinya dan bersikap waspada pada Yun Yue. Yun Yue menaikkan kewaspadaannya.
Yun Yue mendekat ke arah hewan itu. Yang dia lihat adalah seekor rubah dengan ekor berjumlah sembilan. Rubah Ekor Sembilan! Tapi Rubah itu berbadan kecil.
Yun Yue bingung melihat Rubah Ekor Sembilan yang badannya kecil. Apakah ini adalah Rubah Ekor Sembilan yang meneror desa selama ini?
'Roar'
Rubah Ekor Sembilan itu sangat waspada pada Yun Yue. Yun Yue perlahan mendekat. Tapi Rubah itu malah berjalan mundur. Rubah itu terus menerus berjalan mundur.
Rubah itu tidak bisa kemana-mana sekarang karena di belakangnya ada sebuah pohon besar yang berdiri tegak. Daunnya melambai-lambai tergerak oleh angin.
Rubah itu waspada dan ketakutan. Yun Yue tersenyum dan mengelus kepala Rubah itu dengan lembut. Kewaspadaan Rubah itu mulai menurun.
Rubah itu mulai merasa nyaman dan bersikap manja. Tapi itu hanyalah sementara. Rubah itu tidak lagi bersikap imut. Dia langsung waspada pada Yun Yue.
'Roar'
__ADS_1
Rubah itu menggoar. Tapi karena Rubah itu masihlah kecil, menurut Yun Yue itu sangatlah imut. Rubah itu seolah mengatakan 'Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku bisa menjadi patuh padamu? Apa kau memakai sihir?'
"Hihihi. Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. Lagipula, kalau aku ingin menangkapmu, sudah dari tadi" ucap Yun Yue tertawa ringan.
'Padahal sebenarnya aku ingin menangkapmu, tapi sepertinya skenario ini akan diubah' batin Yun Yue.
Kewaspadaan Rubah itu mulai menurun. Tubuhnya langsung tergeletak di tanah. Dia sudah tidak punya tenaga untuk berdiri, dan lagi pandangannya mulai memburam.
"Hei, apa kau baik-baik saja? Kau kenapa? Apa kau sakit? Jangan menakutiku!" ucap Yun Yue mengguncang tubuh Rubah itu, tapi dia tidak merespon.
Yun Yue yang panik langsung saja membawa Rubah kecil itu ke ruang dimensinya dan mulai mengobati Rubah kecil itu.
Fenghuang melilat tuannya menggendong seekor Rubah kecil langsung penasaran dan ingin menanyakannya. Tapi Yun Yue melewatinya begitu saja.
Fenghuang tidak punya kesempatan untuk bertanya, begitu juga dengan Xiao dan Rouruan yang baru datang. Ketiga makhluk itu terdiam untuk sementara. Daun yang tertiup angin menambah suasana hening itu.
Yun Yue meletakkan Rubah kecil itu dengan hati-hati dan memeriksa apa yang salah dengan Rubah kecil itu, sampai-sampai tadi tiba-tiba pingsan.
"Fiuh. Akhirnya kau sadar juga. Kau menakutiku tadi, untung saja sekarang kau sudar sadar. Racunmu sudah dihilangkan sebagian. Kau harus rutin meminum obat ini dan dilarutkan dengan air surgawi supaya lebih manjur" ucap Yun Yue mengelap keringatnya.
"Air surgawi? Bagaimana aku bisa mendapatkan barang langka itu? Dan lagi, dimana kita sekarang? Apa kau menculikku?!" tanya Rubah kecil itu panik.
"Tenang saja, aku punya banysk air surgawi. Kau bisa mengambilnya sepuasnya. Dan lagi, jangan menganggap aku menculikmu! Aku sudah menyelamatkan nyawamu, dan ini balasannya? Kau tidak perlu tahu ini di mana" ucap Yun Yue agak kesal.
"Baiklah, terimakasih banyak. Aku tidak akan melupakan hal ini. Katakan, apa yang bisa aku lakukan untukmu" tanya Rubah kecil itu serius.
'Apa aku benar-benar tega untuk membunuhnya? Dia sangatlah imut, apa aku jadikan hewan kontrak saja ya? Hm, sepertinya itu ide yang bagus' batin Yun Yue tertawa dalam hatinya.
"Ekhem ekhem. Tadinya aku ingin membunuhmu karena kau meneror sebuah Desa. Tapi, karena kau imut, aku ingin kau menjadi hewan kontrakku. Menguntungkan bukan? Di sini sku punya banyak hal yang kau butuhkan" ucap Yun Yue sengaja ingin pamer.
Begitu mendengar Yun Yue menyebut 'sebuah desa', dia langsung murung. Atau lebih tepatnya marah. Sebuah kebencian yang mendalam tercetak jelas di matanya.
__ADS_1
Yun Yue bingung dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Rubah kecil. Rubah kecil langsung melompat turun dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hei, bagaimana dengan permintaanku itu?! Kau setuju atau tidak?!" tanya Yun Yue dengan sedikit berteriak.
"Hm"
Rubah kecil hanya menjawab dengan sebuah Gumaman. Dia setuju dengan permintaan dari Yun Yue. Yun Yue tersenyum, tapi senyumnya menghilang saat mengingat ekspresi penuh kebencian dari Rubah kecil.
"Tunggu, kenapa kau terlihat sangat marah saat aku menyebut 'sebuah desa'? Apa ada yang salah?" tanya Yun Yue memiringkan kepala karena bingung.
"Kau tidak perlu tahu. Lagipula aku ingin keluar menghirup udara segar. Untuk pertanyaanmu, akan aku jawab lain kali" ucap Rubah kecil berjalan keluar.
Rubah kecil menghirup udara di luar. Dia terkejut karena di sana terdapat banyak energi spiritual. Tapi energi spiritual itu berbeda, karena energi spiritualnya sangat murni!
Rubah kecil yang masih berada di tingkat biasa tahap akhir naik menjadi tingkat mitos tahap awal. Dia tidak menyangka, setelah lama kultivasinya macet, sekarang dia sudah bisa naik tingkat.
"Tempat apa ini? Kenapa energi spiritual di sini sangat murni? Setahuku hanya ada satu tempat, yaitu...Ruang Dimensi!" ucap Rubah kecil itu terkejut karena ternyata dirinya berada di ruang dimensi.
'Sebenarnya siapa tuanku sebenarnya? Dia begitu hebat sampai-sampai mempunyai ruang dimensi! Apa ini keberuntungan atau kesialan? Ah, sudahlah' batin Rubah kecil tidak lagi mempedulikan identitas tuannya.
Nanti juga tahu sendiri, begitulah pikirnya. Yun Yue menghampiri Rubah kecil itu dan mengajaknya untuk menemui Fenghuang, Xiao, dan Rouruan.
"Ayo, ikutlah denganku"
"Kemana?" tanya Rubah kecil itu penasaran.
Yun Yue tidak menjawab perranyaan dari Rubah kecil. Sepertinya Yun Yue melupakan sesuatu. Dia menghentikan langkahnya. Yun Yue menepuk jidat saat sudah teringat.
"Oh iya, aku baru teringat!" ucap Yun Yue menepuk jidatnya dan menggigit jarinya sampai berdarah.
Darah itu diteteskan ke dahi Rubah kecil. Yun Yue melakukan kontrak dengan Rubah kecil itu. Dia tersenyum dan melanjutkan langkahnya diikuti Rubah kecil.
__ADS_1
...🍃🍃🍃...