Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
RUMOR


__ADS_3

Lian Xin kini berjalan ke arah rumah sahabatnya. Dia langsung masuk ke rumah itu begitu saja, sudah seperti pemilik rumah itu. Lian Xin berjalan ke arah gazebo di rumah itu.


Dia sudah tahu kalau sahabatnya itu selalu berada di gazebo. Seorang gadis dengan bulu mata yang lentik dan bibir mungil berwarna merah yang menggoda membuka matanya yang tadinya tertutup.


"Sahabatku, apa kau tahu apa yang aku lihat?! Kau pasti tidak akan percaya!" ucap Lian Xin yang tiba-tiba berada duduk di sebelah sahabatnya. Gadis itu tidak terkejut karena sudah terbiasa.


"Biar aku tebak, apa itu mengenai Qiu An? Sudahlah, aku sudah bosan mendengar celotehanmu mengenai dia. Membuang-buang waktuku saja" ucap gadis itu yang sudah menebak isi pikiran dari sahabatnya itu.


"Yang benar saja, Hua Fei! Aku bahkan belum mengatakannya!" ucap Lian Xin kesal. Mata gadis yang dipanggil Hua Fei itu melirik Lian Xin. "Kau selalu mengatakan hal itu, tentu saja aku tahu" ucap Hua Fei tak berhenti menatap Lian Xin dengan mata coklat teduhnya dengan mengintimidasi.


"Hua Fei, biarkan aku bicara dulu, jangan menatapku dengan tatapan mengintimidasi seperti itu!" ucap Lian Xin menatap mata Hua Fei. "aku yakin kau akan terkejut. Aku melihat gadis yang mirip dengan Qiu An. Ya, aku tahu kau akan bersikap biasa saja. Tapi, setidaknya, tidakkah kau penasaran? Siapa tahu itu adalah Qiu An sahabat kita" lanjut Lian Xin.


"Lian Xin, orang yang sudah ditakdirkan untuk pergi, tidak bisa kembali lagi. Dia sahabat kita, dan aku tahu akan hal itu. Akan tetapi, ada saatnya kita berdua harus belajar merelakan" ucap Hua Fei dengan senyuman sendu.


Lian Xin terdiam. Dia tahu hal itu, tapi hatinya masih tidak bisa merelakannya. Di dalam hatinya dan juga Hua Fei, mereka mengatakan kalau Qiu An masih hidup.


Sayangnya, itu adalah sebuah harapan yang entah terkabul atau tidak. Yang jelas, mereka harus rela kalau saja takdir berkata lain. Namun Lian Xin masih yakin kalau yang dia lihat sangat mirip, persis dengan Qiu An.


"Hua Fei, dia masih hidup. Jika kau percaya, ikutlah denganku untuk memastikannya. Jika aku salah, aku akan belajar untuk merelakannya" ucap Lian Xin tersenyum sendu, namun dalam sekejal menghilang.


"Baiklah" jawab Hua Fei menuruti sahabatnya. Lian Xin yang ceria pastinya selalu dengan mudah dekat dengan orang lain. Jangan sampai karena ketidakrelaannya membuat keceriaannya menghilang.

__ADS_1


Lian Xin tersenyum. Sudah ditetapkan bahwa mereka akan ke sana nanti siang, karena mereka juga memiliki sedikit kesibukan.


Hua Fei hanya tersenyum tipis melihat kepergian Lian Xin. Dia kembali menutup matanya, sekedar untuk melepaskan penat dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang membuat mengantuk.


Kabar mengenai adanya orang yang sangat mirip dengan Qiu An langsung menyebar ke seluruh Desa. Sebagian dari mereka percaya, dan sebagian lainnya hanya menganggap itu sebagai rumor.


"Apa kau sudah dengar rumor mengenai seseorang yang mirip dengan Qiu An? Menurut kalian, ini bisa dipercaya atau tidak?"


"Aku agak tidak percaya, karena sudah satu tahun dia tidak kembali dari hutan itu. Mungkin saja dia sudah menjadi makanan binatang buas di sana"


"Untuk memastikan, kenapa tidak ke rumah Nenek Zhou saja? Kudengar para warga desa lainnya akan ke sana nanti siang"


"Benarkah? Itu ide yang bagus! Kita pastikan kalau itu benar Qiu An atau bukan"


Kembali ke rumah Nenek Zhou...


Nenek Zhou yang sedang makan dengan semangat bertanya pada Yun Yue, "Yun Yue, bagaimana ceritanya saat kau berada di hutan itu? Apakah kau berhasil mengalahkan Rubah itu? Jika tidak, mengapa kau bisa kembali dengan selamat?"


Yun Yue terbingung-bingung dengan pertanyaan yang bertubi-tubi dari Nenek Zhou. "Em, aku...berhasil menaklukkan Rubah itu. Tapi anehnya, mengapa Rubah itu kecil? Aku kira aku akan menjumpai Rubah Ekor Sembilan yang besar..." jawab Yun Yue yang masih tidak mengerti. "...dan juga, aura yang menyelimuti hutan itu tidak hilang, bahkan saat aju berhasil menaklukkannya" lanjut Yun Yue.


"Kecil? Tapi...Rubah Ekor Sembilan yang menyerang Desa Fangxin itu berukuran besar. Apakah dia sedang berada dalam bentuk yang kecil?" ucap Nenek Zhou bertanya-tanya yang juga tidak mengerti.

__ADS_1


Yun Yue hanya terdiam. "Untuk berjaga-jaga, aku akan tetap tinggal di desa ini sampai keadaan benar-benar aman" ucap Yun Yue. 'Portal belum juga terbuka, itu artinya tugasku belum selesai. Tapi...bukankah aku sudah nenaklukannya? Mungkin aku harus memastikan keamanan desa ini yang merupakan tugas terakhirku' lanjutnya dalam batin.


Yun Yue menghabiskan makanan yang ada di piringnya dan membereskan peralatan makan yang telah habis dipakai. "Tidak perlu membantuku, Yun Yue. Kau duduk saja di sini," ucap Nenek Zhou mengambil piring yang akan diambil oleh Yun Yue. "Tolong, biarkan aku membantu," ucap Yun Yue.


Nenek Zhou hanya membiarkan Yun Yue membantunya. Lagi pula, memangnya dia bisa menang berdebat dengan Yun Yue? Tidak!


Saat sudah meletakkan peralatan yang kotor, Yun Yue terdiam sejenak sembari menatap Nenek Zhou. Dia memberanikan diri untuk bertanya. "Nenek Zhou, apa kau tahu tentang gadis yang bernama...Qiu An itu?" tanya YunnYue pada Nenek Zhou.


Nenek Zhou terdiam. Dia seperti patung untuk sementara dan menatap Yun Yue dengan senyum pahit. "Yun Yue, akan lebih baik kalau kau tidak mengetahui apapun. Jika kau tahu terlalu banyak, mungkin itu bisa membahayakan nyawamu" ucap Nenek Zhou.


Tangan Yun Yue meraih tangan Nenek Zhou dan menggenggamnya. Yun Yue ingin Nenek Zhou untuk jujur, itu saja. Tapi, tetap saja Yun Yue tidak bisa memaksanya.


Yun Yue melepaskan genggamannya pada tangan Nenek Zhou dan melepasnya. Dia kemudian tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, aku tidak akan memaksamu, Nenek Zhou. Aku akan membantumu di toko" ucapnya seraya tersenyum.


Nenek Zhou mengangguk pelan. Dia berjalan keluar menuju tokonya. Yun Yue hanya mengikutinya dari belakang. Di perjalanan, semua pandangan tertuju pada Yun Yue.


Semua pasang mata yang melihatnya terpaku akan kecantikan Yun Yue. Mereka mulai percaya dengan rumor mengenai Qiu An yang telah menyebar luas.


"Hei, apa benar itu Qiu An? Jadi, Qiu An benar-benar masih hidup?!"


"Ya, dia terlihat mirip sekali dengannya. Mungkin saja mereka hanya mirip"

__ADS_1


"Hei, mana ada orang yang sangat mirip di dunia ini?! Yang benar saja!"


...🍃🍃🍃...


__ADS_2