
Yui tinggal menunggu bukti kejahatan mereka bertiga. Namun untuk berjaga jaga Yui membuat rencana, siapa yang akan tau apa yang akan terjadi nanti.
Tiba tiba seseorang mendobrak pintu dengan keras. Yui yang sedang fokus terkejut dan merasa terganggu.
Ternyata seorang kasim "Tuan memanggil, cepat pergi menuju aula!!"
"Siapa kau memangnya sampai menyuruh nyuruh ku?!"
"Heh, kau hanya sampah, lebih baik kau langsung pergi atau aku akan memakai cara kekerasan. Tapi mungkin kau bisa melayaniku sebentar" kasim itu sungguh membuat emosi Yui menguap uap.
"Apa aku tidak salah dengar?! Kau memaksaku dan merendahkanku?! Kau pikir aku ini wanita macam apa HAH??!!! Sepertinya aku harus memberimu sedikit pelajaran supaya kau menyadari posisi mu"
Yui tersenyum evil dan mulai membuat Kasim itu patah tulang. Waw, hanya menyinggung saja patah tulang.
Bagaimana kalau sampai berkhianat? Orang itu tidak akan selamat dan mati dengan mengenaskan.
Yui langsung pergi menuju aula. Sebenarnya Yui sangat kesal karena seringkali dipanggil ke aula.
Namun Yui harus melihat apa yang diperbuat oleh tiga hama itu, paling tidak dia bisa menyiksa mereka sampai puas.
'Sungguh malang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupanmu. Tapi itu juga salahmu, seharusnya kau tidak terlalu lemah'
Arwah Yui alias pemilik tubuh itu sedih 'Ya kau benar juga, ini juga salahku. Seandainya aku kuat pasti aku tidak mudah ditindas'
Yui merasa bersalah telah membuat pemilik tubuh sedih. Yui merasa tidak enak jadi Yui mencoba menghiburnya.
'Haish sudahlah ini bukan sepenuhnya salahmu. Aku tidak bermaksud begitu. Kau jangan tersinggung'
Selama perjalanan, Yui terus berbicara dengan arwah Yui, namun dalam hati. Jadi dia tidak akan dianggap gila.
Sesampainya di aula, orang orang di sana menatap Yui dengan sinis. Yui yang ditatap seperti itu memasang wajah dingin.
"Yui, apa kau tau mengapa kau dipanggil ke sini?!" Mentri Kanan menanyai Yui dengan dingin.
Namun Yui tidak gentar, memangnya hanya Mentri Kanan yang bisa bersikap dingin? Yui juga bisa.
"Tentu saya tidak tau Mentri Kanan yang terhormat" Yui sengaja melembut lembutkan ucapannya namun masih terkesan dingin.
"Berani sekali kau!! Kau sudah menghamburkan uang kediaman dan kau tidak mau mengaku?!" Mentri Kanan sudah naik pitam.
Yui yang dicap seperti itu merasa marah. Sejak kapan dia menghamburkan uang? Yang ada dia tidak pernah mendapat sepeser pun. Beruntung ada koin di ruang dimensinya.
"Apa aku tidak salah dengar?! Aku menghamburkan uang? Sejak kapan? Bahkan sepeser pun aku tidak pernah mendapatkannya dari kalian!
Lalu kalian menuduhku seperti itu?! Dimana otak kalian?! Aku selalu disiksa dan kalian bahkan tak mengetahuinya.
__ADS_1
Apa karena aku sampah lalu kalian tidak mempedulikan diriku?"
Mentri Kanan hanya diam tak berkutik. Memang yang dikatakan Yui itu benar. Yui langsung pergi dengan perasaan kesal.
Yui memilih untuk pergi ke kamar. Baru saja duduk ada orang yang masuk lewat jendela.
Ternyata itu adalah mata mata lotus hitam yang ditugaskan Yui untuk mengawasi selir ketiga dan anaknya.
"Bagaimana? Apa kalian sudah mengumpulkan semua bukti?"
"Sudah nona"
"Baiklah sekarang awasi pergerakan mereka. Lapor padaku jika ada yang mencurigakan"
"Baik"
Ketiganya langsung pergi menjalankan tugasnya. Yui pergi ke dapur dan membuat teh.
Yui memang suka menyeruput teh saat emosinya tidak stabil. Itu membuat suasana menjadi tenang dan damai.
"Mereka begitu menjengkelkan. Aku harus segera menyingkirkan mereka. Pertama tama dimulai dari Yun mei.
Sepertinya aku harus menjebak dia di waktu yang pas. Tapi kapan Yun mei akan menemui putra mahkota?"
Lalu ada seorang gadis masuk ke kamar Yui. Dia adalah mata mata yang mengawasi Yun mei.
"Iya nona. Saya mendengar Putra Mahkota akan berkunjung ke sini besok untuk minum teh dengan nona Yun mei"
"Bagus kau boleh pergi"
Yui tersenyum cerah. Kini ia punya sebuah ide "Besok adalah waktu yang tepat untuk melakukan rencana"
...............
Esok pun tiba. Yui segera bangun dan masuk ruang dimensi. Dia akan membuat obat perangsang tingkat tinggi dan tidak bisa dideteksi.
Setelah selesai Yui segera keluar dan mandi. Putra Mahkota pun telah datang dan sedang berada di taman paviliun Yun mei.
"Pelayan, tolong siapkan teh untuk kami" perintah Yun mei pada pelayan pribadinya.
"Baik nona" pelayan itu pergi dan membuatkan teh untuk Yun mei dan Putra Mahkota.
Saat dalam perjalanan, Yui menotok pelayan itu dan membuat pelayan itu tidak bisa bergerak dan tidak sadarkan diri.
Dengan kesempatan itu, Yui menaruh obat perangsang di minuman itu lalu membuat pelayan itu tersadar dan melesat pergi.
__ADS_1
Pelayan itu menyajikan teh itu dan diminum oleh keduanya. Pelayan itu langsung pergi.
Beberapa saat kemudian obat itu mulai bereaksi. Sekujur tubuh mereka panas dan melakukan hal itu.
Yui melihat beberapa pelayan Yun mei. Yui menghampiri mereka. "Kalian dipanggil oleh Yun mei. Bergegaslah siapa tau penting.
Pelayang itu langsung menuju kediaman Yun mei. Yui pun tersenyum sinis 'Sepertinya rencana ini akan berhasil'
Para pelayan telah sampai di kediaman Yun mei. Mereka mendengar suara ambigu dan menghampiri asal suara itu.
Betapa terkejutnya mereka melihat Yun dan Putra Mahkota di gazebo tengah melakukan itu.
Pelayan pelayan itu berteriak "Aaaakh". Orang orang yang mendengarnya langsung pergi ke asal suara.
Betapa terkejutnya orang orang itu. Mentri Kanan yang berada di sana merasa malu dan marah.
Mereka berdua di bawa ke aula. Kaisar pun datang karena mendengar itu dari kasim Mentri Kanan.
Kaisar begitu murka pada Putranya itu. Sesampainya di sana Kaisar menampar Putra Mahkota dan memarahinya habis habisan.
"Sungguh kau tidak tau malu. Kau membuat zhen malu. Mau dimana muka zhen diletakkan?!"
"Ayahanda, aku dijebak oleh j*l**g Yun mei"
"Zhen tidak peduli, kau harus bertanggung jawab"
Kini mereka tengah melakukan sidang. Orang orang berbisik membicarakan keduanya.
Dari hasil dari sidang tersebut, Putra Mahkota harus bertanggung jawab dengan menikahi Yun mei.
"Aku akan bertanggung jawab dan menjadikannya selirku"
Yui langsung angkat bicara "Tidak bisa begitu. Kau harus menjadikannya istri sah. Padahal kalian telah melakukannnya berkali kali"
"Apa maksudmu?!" Putra Mahkota merasa begitu gugup.
"Lihat saja Yun mei hamil anakmu. Tentunya kalian melakukannya berkali kali"
"Kalau tidak percaya, kalian bisa memanggil tabib untuk memeriksa apakah benar atau tidak" tambah Yui.
Mereka memanggil tabib untuk memastikan ucapan Yui. Mereka begitu penasaran.
Tabib telah keluar dan telah memeriksa Yun mei "Yang dikatakan nona Yui benar. Nona Yun mei hamil"
"APA?!"
__ADS_1
Orang orang begitu terkejut dan tidak percaya kalau Yui dapat menebaknya hanya dengan melihat.
......Bersambung......