Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
Chapter 3


__ADS_3

Pagi hari...


Mentari mulai menampakkan dirinya. Seorang gadis cantik sedang berolahraga. Dia adalah Mei lian. Xin xin yang melihat nonanya melakukan gerakan yang aneh menurutnya.


"Nona sedang apa"


"Aku sedang berolahraga


"Apa itu olahraga nona"


'Huuh susah ngomong sama orang zaman dulu' Mei lian menggerutu dalam hati.


"Olahraga itu semacam gerakan untuk meregangkan otot supaya tidak kaku" (authornya ngarang😅)


Xin xin hanya ber oh ria.


Mei lian mandi karena badannya lengket lalu makan dengan Xin xin. Kini Mei lian senang bisa makan enak karena dia sudah mengajari Xin xin. Keadaan hening setelah selesai makan. Mei lian pun mulai berbicara untuk mencairkan suasana.


"Xin xin aku akan pergi ke pasar apa kau mau ikut"


"Saya akan mengikuti kemanapun nona pergi"


"Baiklah, sekarang kita bersiap siap. Jangan lupa pakai cadarnya"


"Baik nona"


Mereka pun pergi ke pasar di ibukota. Saat sampai di pasar, banyak yang menjelek jelekan mereka tapi yang dijelekan malah acuh tak acuh.


'Wah siapa mereka aku belum pernah melihat mereka. Apa mereka dari luar kota ini'


'Aku juga tidak tahu. Lihatlah mereka, kenapa mereka memakai cadar ya'


'Entahlah, kurasa wajah mereka buruk rupa, makanya mereka memakai cadar'


'Ya sepertinya begitu'


Mereka pun pergi menuju tempat pelelangan terbesar di ibukota. Pelelangan itu namanya pelelangan bulan biru. Saat mereka ingin masuk mereka dihalang dua penjaga.


"Siapa kalian mau apa kesini"


Kami kesini untuk melelang pil milik nona saya. Bisakah antarkan kami ke pemilik pelelangan ini" Xin xin mewakili Mei lian berbicara karena Mei lian sedang malas bicara.


"Baiklah ikut denganku"


Di ruang pemilik pelelangan


"Permisi tuan ada 2 orang gadis ingin melelang pil"


"Baiklah keluarlah"


"Apa nona nona ini yang ingin melelang pil"


"Benar tuan"


'Paling cuma pil biasa'


"Silahkan tuang memeriksanya dulu"


Pemilik lelang terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Apa nona yakin"


"Iya tuan"

__ADS_1


"Baiklah ini adalah token lelang ini"


"Terimakasih tuan"


Sambil menunggu mereka berjalan jalan di pasar. Saat sedang melihat pasar, mereka melihat kerumunan, karena penasaran mereka pun mencoba melihat apa yang terjadi. Mereka melihat pria paruh baya sedang mencambuk anak 13 tahun.


"Hei anak kecil berikan uang yang kau curi dariku"


"Saya tidak mencuri apa apa tuan"


"Jangan bohong"


"Saya benar benar tidak mencuri"


"Prajurit cepat urus anak ini"


"Baik" belum sempat mereka memukul anak itu, Mei lian mencegatnya.


"Tunggu...pencurinya ada di sini" Mei lian membuat orang orang yang berkerumun terkejut.


"Untuk apa aku percaya padamu. Bisa saja kau bersekongkol dengan anak ini"


"Jika kau tak percaya, silahkan saja kau periksa"


"Prajurit, periksa orang itu"


Setelah diperiksa, mereka menumukan sekantong koin emas di kantong pencuri.


Mei lian menghampiri anak yang 3 tahun lebih muda darinya. "Kau tidak apa apa kan"


"Saya tidak apa apa nona, terima kasih telah menolong saya"


"Nak, terimalah uang ini untuk berobat. Maaf telah menuduhmu" pria paruh baya itu memberi 5 koin emas.


___________________________________________


1 lembar\=1000 koin emas


1 koin emas\=1000 koin perak


1 koin perak\=1000 koin tembaga


___________________________________________


"Lain kali jangan seperti itu"


"Maafkan saya nona"


"Ya sudahlah, sekarang aku hanya ingin kau berbuat baik kepada yang lain"


"Baik nona"


"Sudahlah ayo Xin xin kita pergi"


"Baiklah nona"


Mereka berdua pergi dari pasar menuju tempat lelang. Namun anak itu mengikuti mereka berdua.


"Kenapa kau mengikuti kami terus"


"Maafkan saya nona saya hanya ingin bersama nona, saya tidak punya siapa siapa"


"Hmm baiklah kau boleh ikut kami. Dan siapa namamu adik kecil"

__ADS_1


"Terima kasih nona, namaku adalah Min hou"


"Perkenalkan nama kakak Mei lian, panggil aku kak mei, dan ini teman kakak namanya Xin xin. Baiklah ayo kita pergi" Xin xin yang mendengar itupun terharu karena ia dianggap sahabatnya, bukan sebagai pelayan.


Di pelelangan


Mereka ikut antri karena mereka tidak ingin mendahului orang yang sudah lama menunggu. Saat gilirannya tiba ia memperlihatkan token VVIP pelelangan itu lalu mereka duduk. Lalu datanglah seorang wanita dengan tubuh sexy dengan sedikit terbuka belahan dada dengan baju ketat memperlihatkan tekuk lekuk tubuh wanita yang menjadi mc (atau apalah). Hal itu membuat pria hidung belang mengeluarkan air liurnya.


"Baiklah mari kita mulai pelelangan ini. Sebelumnya perkenalkan nama saya an mei sebagai mc"


"Barang pertama adalah kaca dengan pantulan yang sangat jelas. Harga 50 koin emas. Kenaikan harga 10 koin emas"


"60 koin emas"


"70 koin emas"


"90 koin emas"


"100 koin emas"


"115 koin emas"


"Apa ada yang mau menawar lagi? Kita hitung sampai 3, 1...2...3...Baiklah tidak ada yang menawar lagi. Kalau begitu kaca ini untuk nona yang berada di lantai 2 ruangan 4"


Pelelangan terus berlanjut, Mei lian bosan karena tidak ada yang menarik. Mei lian memilih berlatih di ruang dimensi selama 1 hari yang artinya 30 menit di dunia nyata. Di dunia nyata, Mei lian akan terlihat tidur karena hanya roh nya yang ada di ruang dimensi. Mei lian duduk di atas batu dengan posisi sila dan mulai berkultivasi.


Booommm...ledakan terdengar dari Mei lian yang berkultivasi. Sekarang ia sudah di bintang 2 tingkat perak.


"Huuh lagi lagi cuma segini, baiklah aku harus kembali"


'Tuan memang tak pernah puas' begitulah batin keduanya, siapa lagi kalau bukan Xiao huo dan Xiao tian.


Kembali ke pelelangan


"Baiklah ini adalah barang terakhir, ini adalah pil peningkat kultivasi dengan kemurnian 80%, pil penyembuh 85%, dan pil mempercantik wajah 83%. Ini sudah dibuat 1 paket. Harga 500 koin emas. Kenaikan harga 30 koin emas"


"530 koin emas"


"570 koin emas"


"620 koin emas"


"700 koin emas" suara itu berasal dari Lu fei lin, adik tiri Mei lian.


"Baiklah kita hitung 1...2...3...baiklah pil terjual oleh nona di lantai 4 ruang 9"


Setelah pelelangan selesai, Mei lian langsung mengambil uangnya dan pergi ke pasar untuk cuci mata. Pandangannya tertuju pada aksesoris yang kuno namun bagus, ia juga merasakan kekuatan besar pada aksesoris itu. Mei lian memutuskan untuk membelinya.



"Paman berapa harga aksesoris ini"


"Oh itu harganya 10 koin perak"


"Baiklah ini" Mei lian memberikan 1 koin emas.


"Ini terlalu banyak nona, saya tak memiliki kembalian"


"Ambil saja, aku tahu paman sedang membutuhkan uang untuk keluarga paman"


"Terima kasih nona"


"Sama sama, aku pergi dulu"

__ADS_1


Mei lian memperhatikan dengan seksama aksesoris itu. Lalu tiba tiba tangannya tergores dan darahnya menyerap ke aksesoris itu.


Buat kalian yang udah sempetin baca, aku ucapin makasih. Kalo suka like, vote, rate, dan juga aku butuh saran kritik kalian. Buat para readers jaga kesehatan ya. See you later.


__ADS_2