Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
NONA KECIL??


__ADS_3

Yui yang mendengarnya terlihat biasa saja. Kini Yui tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok mereka.


Sedangkan Mei lian...Dia tengah termenung di meja kerjanya. Wu xian khawatir melihat Mei lian hanya diam saja.


"Apa yang kau pikirkan?"


Mei lian menoleh pada Wu xian "Aku hanya..."


Belum sempat selesai mengucapkannya, seseorang datang. Itu adalah orang yang ia tugaskan untuk mengawasi adiknya yaitu Yui.


"Ada apa? Apa yang ingin kau laporkan?"


"Queen, tadi nona kecil menjebak anak dari selir ketiga. Besok anak selir ketiga akan menikah dengan Putra Mahkota Qing"


"Baiklah, terus awasi nona kecil"


"Baik. Hamba permisi Queen"


Wu xian yang sedari tadi hanya mendengar bingung. Nona kecil? Siapa nona kecil? Wu xian memutuskan untuk bertanya pada Mei lian.


"Siapa nona kecil yang kau maksud? Aku tidak mengerti yang kau katakan"


Mei lian hanya menjawab dengan cuek "Dia adalah adikku"


Wu xian semakin bingung "Adik? Sejak kapan kau punya adik? Kenapa aku tidak tahu? Cepat jelaskan padaku"


Mei lian mendesah pasrah. Sepertinya dia tidak bisa mengelak "Haah baiklah. Aku akan mengatakannya.


Tapi sebelumnya aku ingin bertanya. Apa kau percaya akan reinkarnasi?"


Wu xian terlihat ragu ragu untuk menjawab. Mei lian tau itu dari matanya. Mei lian pun melanjutkan ceritanya


"Kau ingat gadis yang kemarin aku ajak ke sini? Namanya Yui. Namanya yang asli adalah Yun yue.


Dia adalah adikku. Dulu sekali dunia atas diserang. Aku dan adikku berjuang melawan mereka (para iblis).


Akhirnya kami bisa mengalahkan mereka. Tapi aku dan adikku tewas dan bereinkarnasi.


Sebenarnya aku tidak ingat tapi sekarang aku sudah mengingat sebagian dan sedang berusaha mengingatnya"


Wu xian terkejut. Bukan karena cerita dari Mei lian, tapi karena Mei lian bilang ia sudah mengingat sebagian.


Apakah dia sudah mengingatku? itulah pertanyaan yang ada di benak Wu xian saat ini. Dia ingin memastikan dan bertanya.


"Aku ingin bertanya sesuatu. Apakah kau mengingatku?"


Mei lian merasa bingung dengan pertanyaan yang diajukan Wu xian "Hah? Apa maksudmu? Kau kira aku hilang ingatan?"

__ADS_1


"Oh tidak. Aku hanya sembarangan bertanya haha sudahlah lupakan saja. Anggap aku tidak menanyakan itu"


'Sepertinya dia belum mengingatku. Aku tidak bisa memaksanya. Harus membantunya pelan pelan'


Wu xian memang terlihat manja dan kekanak kanakan, tapi itu saat sedang dengan Mei lian.


Beralih ke Yui. Yui tengah berada di atas pohon dekat kediamannya. Sambil memegang apel dan memakannya.


Jujur saja, Yui merindukan Yin. Siakapnya yang lebih dewasa membuatnya seperti kakak bagi Yui.


Tiba tiba ada yang memanggilnya dengan sebutan ' nona'. Yui merasa familiar dengan suara itu.


Itu seperti...suara Yin. Yui menjadi tambah merindukannya. 'Aku sangat merindukannya sampai sampai suaranya terbayang bayang.


Namun suara itu terus memanggil Yui. Yui langsung menengok ke bawah. Betapa terkejutnya saat melihat apa yang ada di bawahnya.


"Nona. Nona sedang apa di atas sana? Cepat turun nona. Bagaimana kalau nanti jatuh?"


Yui langsung turun dan langsung memeluk orang itu. Orang itu adalah Yin. Yui sangat senang Yin telah kembali.


"Yin, kau tau betapa aku merindukanmu? Aku sudah begitu lama menunggumu. Kenapa kau baru pulang sekarang hah?"


Yin pun merasa begitu juga. Baginya nonanya itu seperti adiknya sendiri. Mereka berpelukan begitu lama melampiaskan kerinduan masing masing.


"Yin kapan kau pulang?"


"Nubi baru saja pulang dan mencari nona di kamar tapi tidak ada. Lalu saat mencari di sekitar sini nubi mendengar suara orang dan nubi melihat ada orang di atas pohon, ternyata itu nona"


Mereka berdua langsung masuk ke kamar Yui dan mengunci pintu. Yui memasang aray supaya tidak ada yang mendengar percakapan mereka.


"Nona, nubi dengar si Yun mei itu akan menikah?"


"Ya kau benar. Dia akan menikah dengan Putra Mahkota Qing besok. Tapi itu karena mereka ternyata melakukan hubungan"


"Sangat menjijikan tapi itu bagus. Pasti dia sangat malu"


"Tentu saja. Dan kau tau? Sebenarnya aku menjebak mereka. Tapi karena aku telah mengetahui hubungan mereka, maka tentu saja dengan senang hati aku membantu"


"Wah nona, kau sangat hebat. Rasakan itu!! Siapa suruh dulu mengganggu nonaku"


Yui hanya terkikik kecil melihat tingkah kekanak kanakan Yin. Tapi ia juga senang Yin begitu peduli padanya.


Sedangkan Yin merasa malu, pipinya pun memerah. "Nona jangan tertawa"


"Ya aku akan mencobanya"


Yui pun berhenti tertawa dan menatap Yin dalam dalam. Yui tidak bisa membayangkan reaksi Yin saat mendengar penjelasannya.

__ADS_1


Penjelasan kalau Yui bukanlah nonanya. Yui ingin memberitahu hal itu, tapi ia belum siap.


Menurutnya lebih baik dibicarakan saat Yui telah menyelesaikan misinya. Yin yang ditatap Yui menjadi gelagapan.


Namun melihat Yui bengong saja, Yin melambai lambaikan tangannya di depan wajah Yui.


Yui segera tersadar. Yin begitu cemas, apakah nonanya ditindas selama dirinya pergi?


Yui mencoba mencairkan suasana dan bertanya pada Yin.


"Yin, aku sedang memikirkan rencana untuk bermain dengan mereka lalu aku akan membongkar wajah asli mereka. Kira kira kapan waktu yang tepat?"


"Bagaimana saat besok saja? Bukankah besok j*l**g itu akan menikah?"


"Oh ya aku hampir melupakan dia. Aku rasa kau benar juga"


Yui membisikkan sebuah rencana untuk esok kepada Yin. Yui itu memang pandai dalam bermain.


Skip esok hari...


Pagi pagi sekali Yun mei tengah berdandan dibantu beberapa perias. Jangan lupakan baju pengantin berwarna merahnya.


Yun mei telah siap dan pergi menuju gerbang. Harusnya itu menjadi hari bahagianya, namun karena ulah Yui, Yun mei malah kesal.


Semua orang mencemooh nya di sepanjang jalan. Wanita murahan lah, wanita j*l**g lah, dan lain lain.


Yun mei telah sampai di gerbang. Di sana ada sebuah kereta kuda khas pengantin. Yui juga telah berada di sana memakai cadar.


Yui mencoba menahan tawanya karena melihat wajah Yun mei yang dandanan nya menor.


Itu pengantin atau badut? Yun mei kesal ditertawakan oleh Yui. Dia mengira Yui tertawa karena pernikahannya itu.


Padahal karena dandanan nya. Yun mei langsung memasuki kereta. Rombongan Mentri Kanan pun segera berangkat menuju istana kekaisaran.


Setibanya di sana, Yun mei turun dibantu Mentri Kanan.Kepalanya juga ditutupi kain transparan berwarna merah.


Orang orang di sekitar Yun mei mencemoohnya. Yun mei tidak tahan dan langsung mempercepat langkahnya.


"Hei lihat itu pengantinnya"


"Cantik sekali"


"Dia memang cantik tapi percuma kalau murahan"


"Apa maksudmu?"


"Apa kalian tidak mendengar, kalau mereka terpergok melakukan sesuatu?"

__ADS_1


"Wah jadi begitu. Aku tidak menyangka hal itu"


......Bersambung......


__ADS_2