Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
KEHANGATAN YANG KU INGINKAN


__ADS_3

Akhirnya bandit itu mengucapkan sumpahnya "Aku bersumpah jika aku melanggar janjiku maka aku akan dihukum oleh langit dan tidak bisa bereinkarnasi"


Yui tersenyum puas. Jika bandit itu macam macam, maka Yui tidak perlu turun tangan untuk membereskannya.


Kakek tua itu berterima kasih atas bantuan Yui "Terima kasih anak muda. Kau sudah menolongku, para bandit itu sungguh meresahkan. Kalau berkenan, mampirlah ke rumahku"


"Kalau kakek tidak keberatan" ucap Yui tersenyum manis.


Mereka berdua pergi menuju rumah sang kakek. Akhirnya sampai juga. Yui sekarang tengah berada di hutan yang namanya tidak Yui ketahui.


"Silahkan masuk anak muda, maaf rumahnya sangat jelek. Oh maksudnya gubuk" ucap kakek itu tertawa.


"Tidak masalah. Maaf sebelumnya, apa kakek tinggal sendirian?" tanya Yui penasaran.


"Istri dan anakku, mereka sudah tiada. Kakek hanya tinggal sendirian" ucap Kakek itu.


Yui merasa bersalah telah menanyakan hal itu, Yui tidak bermaksud membuat Kakek itu mengingat masa lalu.


"Maaf kakek, kau jadi harus mengingat mereka karena pertanyaanku" ucap Yui merasa bersalah.


"Tidak masalah anak muda, tidak perlu merasa bersalah" ucap kakek itu.


"Ini aku berikan ini untuk kakek. Oleskan di bagian luka maka akan cepat membaik" ucap Yui sambil memberikan botol yang berisi obat, seperti salep.


"Terima kasih banyak kau sudah menolongku sekali lagi. Ini, aku berikan ini padamu. Jagalah baik baik"


Yui melihat sebuah buku kuno yang usianya sudah lama karena kertas pada buku itu berwarna kuning.


"Terima kasih. Ini sangat berarti. Aku pasti akan menjaganya" ucap Yui.


Yui pamit pada Kakek tua itu. Sekarang Yui ingin kembali karena lelah setelah pertarungan tadi.


"Sepertinya, kekuatan tuan kita meningkat ya" ucap Xiao.


"Ya ya ya, aku akui memang begitu" ucap Fenghuang.


"Bisa tidak sih buang saja sikap aroganmu itu?" ucap Xiao kesal.


"Memangnya aku arogan? Wajar saja sih karena kau iri dengan ketampananku ini" ucap Fenghuang arogan.


"Lebih baik kau berkaca dulu dasar burung jelek" ucap Xiao meledek.


"Apa maksudmu bilang begitu hah?!" ucap Fenghuang yang merasa direndahkan.


"Sudahlah, jangan ribut. Kalau tidak aku akan melempar kalian kembali ke ruang dimensi" ancam Yui pada Xiao dan Fenghuang.


"Oh ayolah, jangan begitu. Aku akan diam. Tolong jangan lempar aku. Lempar saja dia" ucap Fenghuang.

__ADS_1


"Enak saja. Kau sana yang dilempar. Aku mana mau" ucap Xiao.


"Ekhem" Yui berdehem yang mengisyaratkan 'masih mau berisik? kalau begitu berisik saja sana di ruang dimensi sepuasnya'.


Fenghuang dan Xiao langsung menutup mulut. Bisa bisa Yui menambah hukumannya.


Yui terkikik kecil melihat tingkah dua sahabatnya itu. Setelah sampai di kediaman, Yui langsung meminta Yin menyiapkan air untuknya mandi.


"Yin, tolong siapkan air untukku mandi" ucap Yui.


"Tapi, bukankah nona sudah mandi tadi pagi? Kenapa menyuruhku menyiapkan air untuk mandi?" tanya Yin.


"Badanku terasa lengket jadi aku ingin mandi" jawab Yui.


Yin mengangguk paham dan menyiapkan air untuk Yui. Air telah siap dan Yui segera melakukan rutinitas mandinya.


Yui terus berpikir keras, bagaimana cara melakukan pemutusan hubungan dengan keluarga ini.


Yui akan melakukan pembalasan dan juga menyerahkan bukti kejahatan selir ketiga dan anaknya.


Di malam harinya...


"Hah hah hah. Nona. Hah hah hah"


Yui yang mendengar suara Yin terengah engah, langsung menutup buku yang sedang dibacanya.


Yin melakukan apa yang dicontohkan Yui dan mulai berbicara dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.


"Nona, Tuan besar menyuruh anda untuk hadir di makan malam sekarang. Sebaiknya nona cepat bersiap" ucap Yin.


Yin begitu antusias membantu Yui bersiap siap. Yui entah mengapa menuruti perkataan Yin untuk berganti pakaian.


"Yin, kenapa kau begitu bersemangat hanya untuk membantuku memilih pakaian? tanya Yui.


"Nona, tuan besar jarang untuk memanggil anda ikut makan malam. Jadi nona harus tampil sempurna" ucap Yin bersemangat dengan mata berbinar binar.


Yui berjalan menuju ruang makan. Jaraknya juga lumayan jauh. Yui juga sambil berkomunikasi dengan pemilik tubuh.


'Maafkan aku. Aku sudah banyak merepotkan mu untuk balas dendamku" ucap pemilik tubuh.


'Jangan sungkan sungkan. Aku akan membantumu sebisaku' ucap Yui.


'Sebenarnya, aku ingin memohon padamu. Tolong jangan putuskan hubungan dengan Ayah. Aku mohon'


'Oh ya. Ada satu hal yang perlu kau ketahui. Setelah tugas selesai, maka aku akan kembali ke tubuhku dan kau juga kembali ke tubuhmu' lanjut pemilik tubuh.


'Kembali ke tubuhku? Apa artinya aku kembali ke zaman modern?'

__ADS_1


'Tidak. Kau akan di sini karena tubuhmu ada di sini'


'Di zaman ini?'


'Ya. Jadi, bisakah kau mengabulkan permintaanku'


'Apa aku salah dengar? Dia sudah menyiksamu. Dan kau masih berbelas kasih padanya?'


'Aku tahu itu. Tapi bagaimanapun dia adalah Ayahku. Aku sangat menyayanginya'


'Hah baiklah. Aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak akan membuatmu sedih'


'Terima kasih banyak'


Yui telah sampai di ruang makan. Tingkah Ayahnya begitu aneh. Dia menyambut dan menepuk banku kosong untuk Yui di sampingnya.


Yui sendiri tidak tahu, apakah Ayahnya salah makan jadi sikapnya baik kepadanya.


Tapi tak masalah, yang penting itu bisa membuat pemilik tubuh bahagia. Yui melihat pemilik tubuh itu tersenyum.


Yui duduk dan mengambil sumpitnya. Ayahnya mengambilkan makanan untuknya.


Itu membuat pemilik tubuh semakin bahagia. Andaikan saja dirinya bisa merasakan itu semua.


Yui mengizinkan pemilik tubuh untuk mengendalikan tubuh miliknya selama makan malam.


'Aku mengizinkanmu untuk mengontrol tubuh ini. Tapi jaga sikapmu. Jangan bertindak gegabah. Dan jangan menitihkan air mata'


Pemilik tubuh merasa senang dan mengangguk paham. Kini Yui bisa merasakan kasih sayang dari Ayahnya yang selama ini sangat ingin ia dapatkan.


Yui tidak peduli alasan Ayahnya bersikap baik kepadanya. Yang penting dirinya bisa merasakannya walau hanya sekali.


'Ayah. Selama ini aku mengharapkan kasih sayangmu. Sejak dulu kau membenciku dan membuatku merasa sedih.


Segala cara kulakukan untuk membuatmu memperhatikanku. Tapi hal itu malah membuatmu jauh dariku.


Aku merasa senang bisa mendapat kasih sayang darimu walaupun aku hanya bisa merasakannya sekali ini saja' batin pemilik tubuh.


Yui hampir menitihkan air mata. Air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi.


Yui dengan cepat menyeka air matanya. Ayahnya mengusap kepalanya dengan lembut dan membuat Yui merasa hangat.


"Ada apa Yui'er? Apa ada yang sakit?"


Yui tidak bisa menahannya lagi dan air matanya menetes. Yui langsung memeluk Ayahnya dan dibalas juga oleh Ayahnya.


"Yui'er? Apa kau baik baik saja?"

__ADS_1


......Bersambung......


__ADS_2