
Yun mei menyetujuinya. Lagi pula bekerja sama dengan Yui memiliki keuntungan yang lumayan.
Kalau ada kesempatan, kenapa tidak? Yun yue tersenyum. Tidak sia sia latihannya selama ini.
Akhirnya Yui bisa tumbuh menjadi kuat, teguh, dan berani. Yui menuju kediamannya untuk istirahat.
Hari ini benar benar membuatnya lelah. Yun yue masuk ke kamar Yui. Ming jun tidak ikut karena Yun yue melarangnya.
Baginya, ini adalah urusan para wanita. Para pria tidak perlu ikut. Yui tersenyum melihat Yun yue.
"Ternyata usahaku selama ini tidak sia sia" ucap Yun yue.
"Itu semua berkat darimu. Terima kasih banyak" ucap Yui.
"Ini, aku berikan giok ini untukmu. Jika kau memerlukan bantuan ku, maka gunakan giok ini dan ucapkan 'tolong bantu aku' maka aku akan datang" ucap Yun yue.
"Itu tidak perlu, tapi terima kasih. Aku pasti akan menjaganya dengan baik" ucap Yui.
"Aku sudah cukup mendengar ucapan terima kasih mu" ucap Yun yue.
Yui hanya tersenyum canggung. Yun yue pun hanya geleng geleng kepala. Kini saatnya Yun yue harus pergi.
Yui memperhatikan giok itu dengan teliti. Ukiran di giok itu sangat rumit tapi juga indah.
Yui diam diam merasa takjub pada Yun yue. Andai saja dirinya itu bisa sama seperti Yun yue.
Tapi, seperti kata Ibunya, jadilah diri sendiri. Tidak perlu meniru orang lain untuk bisa menjadi hebat.
Yun yue pergi menemui kakaknya bersama Ming jun. Sekarang adalah saatnya untuk membantu kakaknya.
"Yun yue, ada apa?" ucap Yun xue.
"Kak, aku sudah siap untuk menggantikan posisimu sementara" ucap Yun yue.
"Baiklah, besok aku akan ke kekaisaran Lu. Tolong jaga organisasi ini dengan baik" ucap Yun xue.
Yun yue mengangguk. Keesokan harinya, para anggota organisasi diminta berkumpul.
Yun xue akan mengumumkan kepergiannya dan akan digantikan sementara oleh Yun yue.
"Aku tahu kalian bingung, kenapa kalian diharuskan berkumpul di sini. Aku ada urusan yang mengharuskan aku untuk pergi.
Tapi kalian tenang saja, Gadis di sampingku ini, akan menggantikan ku untuk sementara" ucap Yun xue.
Para anggota tidak mengenal Yun yue, tapi kalau itu ditunjuk langsung oleh Queen mereka, maka itu yang terbaik.
__ADS_1
Yun xue berpelukan dengan Yun yue sebelum pergi. Pasti Yun xue akan merindukan Yun yue karena waktunya lama.
Sementara di kediaman Perdana Menteri...Lin yun sedang memikirkan cara untuk pergi.
"Aku sudah tidak tahan berada di sini. Aku harus pergi menemui 'dia' bagaimanapun caranya" gumam Lin yun.
Para penjaga berjaga ketat di depan pintu. Akan sangat sulit untuk kabur. Lin yun melempar batu ke semak semak.
"Siapa itu!"
Dan itu berhasil membuat perhatian penjaga teralihkan. Lin yun langsung memanfaatkan situasi untuk kabur.
Lin yun telah sampai di tempat yang sangat gelap. Auranya sangat mistis dan pekat. Bau darah juga tercium.
Tempat itu seperti kerajaan. Lin yun masuk ke kamar mewah namun gelap. Di sana ada seorang pria yang sedang bermeditasi.
"Ada apa kau datang ke sini?" ucap pria itu namun masih menutup matanya.
"Kau pasti tau betul apa yang aku inginkan" ucap Lin yun.
"Aku akan membantumu. Tapi ada harga yang harus kau bayar" ucap pria itu memperingati.
"Tentu aku tau akan hal itu" ucap Lin yun.
Lin yun duduk bersila membelakangi pria itu. Pria itu langsung menyalurkan kekuatan.
Transfer kekuatan sudah selesai, sekarang tampilan Lin yun berbeda. Mirip seperti iblis! Ada dua tanduk di kepalanya, kukunya yang tajam, gigi taringnya.
Lin yun tersenyum evil. Tawanya menggelegar membuat hewan hewan di sekitar tempat itu lari ketakutan.
Lin yun dapat merasakan kekuatan yang mengalir dalam darahnya. Lin yun langsung pergi dari tempat itu.
Tujuannya adalah kediaman Perdana Menteri untuk membalas dendamnya. Saat sampai di depan gerbang, Lin yun berteriak kencang.
"Keluar kalian semua!! Jangan jadi pengecut dengan bersembunyi di dalam!! Hadapi aku!!" ucap Lin yun.
Yui yang mendengar suara Lin yun langsung pergi ke gerbang. Di sana sudah ada Lin yun yang menunggunya.
"Akhirnya kau datang juga j*l**g!! Aku akan membuat mu pergi ke neraka menyusul Ibu mu!! "ucap Lin yun.
Yui langsung menyerang Lin yun. Memang kekuatannya hanya lah seberapa. Tapi Yui harus tetap berusaha.
Pertarungan sengit terjadi. Keduanya bisa dibilang sama sama hebat. Lin yun terus menyerang dan Yui terus menghindar dan menangkis.
Yui menemukan celah dan menyerang Lin yun, tapi Lin yun tau pergerakan Yui dan dengan cepat menghindar.
__ADS_1
Keduanya bertarung sekuat tenaga. Perdana Menteri yang mendengar suara ribut langsung pergi ke depan.
Dia melihat kedua anaknya, eh maksudnya anak kandung dan anak tirinya itu sedang bertarung.
Perdana Menteri ingin menghentikan pertarungan itu, tapi terdapat perisai yang berada di sekitar Lin yun dan Yui.
Lin yun tidak ingin ada yang ikut campur dengan pertarungan pribadinya. Makanya memasang perisai.
"Jangan ikut campur urusanku!! Dinding neraka!!" ucap Lin yun mengeluarkan perisai.
"Kau jangan pernah menyakiti siapapun. Sasaran mu adalah aku" ucap Yui.
Yui mengeluarkan sebuah pedang. Itu adalah pedang peninggalan Ibunya. Salah satu benda kenangan.
Yui menyerang Lin yun dengan jurus jurus yang diajarkan Yun yue. Tapi tidak satupun mengenai Lin yun.
"Heh, hanya jurus rendah!! Mana mungkin bisa mengalahkan ku!!" ucap Lin yun sombong.
"Hiyaa"
Yui tetap tidak menyerah. Yui menyerang bagian kaki dan Lin yun dengan cepat melompat.
Lin yun membalas serangan Yui saat sedang lengah dan akan menusuk bagian jantung. Hampir, sedikit lagi pedang itu hampir mengenai jantungnya.
Yui menyentuh dadanya sambil meringkuk kesakitan. Yui teringat akan giok pemberian Yun yue.
Yui mengeluarkan batu giok itu dan mengatakan 'tolong bantu aku'. Dengan sisa tenaganya, dia mencoba bertahan sampa Yun yue datang.
Di ruangan pemimpin, Yun yue sedang mengerjakan tugas tugas nya sebagai pemimpin, maksudnya pemimpin sementara.
"Sedikit lagi...Huh akhirnya selesai juga" ucap Yun yue bernafas lega.
Yun yue mendengar suara Yui yang meminta tolong. Yun yue menajamkan pendengarannya, dan memang benar dirinya tidak sedang berkhayal.
"Sepertinya Yui dalam bahaya. Aku harus segera pergi" ucap Yun yue.
Yun yue bergegas pergi. Secepat mungkin dia berlari. Dia berharap, saat datang, dia tidak terlambat.
Kembali ke Yui. Lin yun tertawa dengan jahat dan menghampiri Perdana Menteri sambil membawa pedang yang berlumuran darah.
Dan menodongnya ke arah Perdana Menteri. Ini adalah hari yang dia tunggu tunggu selama ini.
"Berhenti sekarang juga!!"
Kira kira siapa itu ya?
__ADS_1
......Bersambung... ...