Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
TEMAN MASA KECIL


__ADS_3

'Aku harus berhati hati padanya. Kalau sampai terbongkar, maka aku akan kehilangan semuanya' batin Kaisar Lu.


"Mei'er, bibi mu benar, kau masih sangat muda. Kalau Ayah menyerahkan semuanya padamu takutnya nanti kau akan kelelahan.


Itu tidak akan baik untuk kesehatanmu. Lebih baik dengarkan ucapan Bibi mu saja ya. Walaupun dia bukanlah Ibu kandungmu.


Kau baru saja pulang pasti lelah ya? Pelayan, tolong siapkan kamar untuknya, pastikan kamarnya mewah dan elegan" ucap Kaisar Lu.


'Giliran sekarang saja kau bersikap baik. Aku tidak menyangka Ibu dari pemilik tubuh ini mau menikahi seorang penjilat sepertinya' batin Yun xue.


Yun xue mengikuti pelayan menuju ke kamar yang telah disediakan. Yun xue hanya biasa saja saat melihat kamarnya.


Di dunia modern, Yun xue sudah terbiasa dengan kamar mewah. Dia sering menyewa hotel bintang 5.


Baginya, ini tidak ada apa apanya. Pelayan itu tidak tau harus merespon apa, melihat ekspresi Yun xue yang biasa saja.


'Dia itu kan hanya sampah. Dia bahkan belum pernah tinggal di kamar mewah. Bagaimana ekspresinya itu biasa saja?'


Yun xue mendengar batin pelayan itu. Yun xue hanya menggeleng kepalanya pelan. Oh ya jangan lupakan Xin xin.


Xin xin tadi sempat tertinggal karena tenggorokannya haus dan Xin xin pergi dulu untuk ke dapur.


Yun xue hanya menggelengkan kepala pelan melihat Xin xin yang terengah engah. Xin xin mengatur dulu pernafasannya.


Setelah merasa baikan, Xin xin langsung menatap ke arah nonanya. Entah apa yang ada di pikirannya.


Xin xin menoleh ke pelayan disampingnya seolah menyuruhnya untuk pergi. Pelayan itu menunduk dan segera pergi.


"Ada apa? Sepertinya ada yang ingin jie jie bicarakan bukan?" ucap Yun xue menatap Xin xin.


"Ya benar nona, aku ingin memberitahu pada mei mei. Tadi aku mendengar kalau Pangeran Jing Yuan akan akan berkunjung ke kekaisaran ini.


Menurutku, dia berkunjung untuk bertemu dengan mei mei. Karena kan dia adalah teman masa kecilmu" ucap Xin xin.


'Teman masa kecil ya. Pasti pemilik tubuh ini merindukannya. Bagaimanapun dia adalah teman masa kecilnya.


Aku harus bisa bertemu dengannya. Firasatku tidak akan mungkin salah' batin Yun xue dalam hati.


"Kapan dia akan datang ke sini?" tanya Yun xue.


"Nanti malam"


Yun xue mengangguk dan beristirahat. Dia merasa lumayan lelah. Tidak butuh lama untuk Yun xue tertidur pulas.

__ADS_1


................


"Maaf tuan, sepertinya kita akan sedikit terlambat. Ada masalah di depan sana" ucap seorang pengawal pada tuannya.


"Oh ya? Ada masalah apa di depan? Pastikan kalau kita bisa sampai nanti malam. Kalau tidak, aku pastikan kau tidak bisa hidup damai"


Seorang pria yang notabene nya atasan dari pengawal tadi mengancam. Pengawal tadi gemetar ketakutan.


Belum pernah dia melihat tuan nya se menakutkan ini. Pengawal itu mengangguk dan segera pergi.


"Baiklah. Anak buah anda akan segera menyelesaikan masalah di depan dan memastikan tuan tidak terlambat"


Pengawal itu menunduk hormat dan berlari kecil. Setelah bawahannya pergi, Pria itu menatap gambar dua anak kecil.


Mereka tersenyum bahagia. Saling merangkul. Wajah mereka penuh lumpur. Pria itu tersenyum.


"Akhirnya, setelah sekian lama, kita bisa bertemu. Aku pasti akan membuat mereka membayar atas apa yang mereka telah lakukan padamu"


Pria itu menengok keluar untuk melihat apa yang ada di depan. Dia mengambil topeng setengah wajah di sampingnya.


Lalu dia berjalan menuju keramaian. Entah apa yang sedang terjadi. Suara ribut ribut terdengar.


Para bawahan yang melihat tuannya mendekat langsung menunduk hormat. Tidak ada yang berani menatapnya.


"Hormat pada tuan" ucap para bawahan.


"Kalau kau tidak bisa membayar kau tidak boleh pergi!! Lebih baik kau ikut kami" ucap seorang pria paruh baya.


Gadis itu terus merintih kesakitan. Punggungnya mengeluarkan darah segar. Lin Xiang hanya acuh tak acuh.


Yang terpenting baginya dia bisa lewat. Gadis itu menatap Lin Xiang berharap Lin Xiang mau menolongnya.


Lin Xiang tau arti dari tatapan itu, dan hanya memutar bola matanya malas. Dia sangat malas mengurusi masalah seperti ini.


Lin Xiang menatap salah satu bawahannya. Bawahannya mengerti arti tatapan dari tuan nya dan mengangguk.


"Masalah apa yang kalian miliki sampai menghalangi jalan tuan kami? Tolong untuk segera menyingkir"


"Dia punya utang padaku dan tidak sanggup membayarnya. Jika dia tidak bisa bayar, maka dia harus ikut kami" jawab pria paruh baya.


Bawahannya itu memberi 100 koin emas kepada pria paruh baya itu untuk gadis yang mereka siksa.


Pria paruh baya itu senang, tapi ditutupinya. Dia berdehem dan menyerahkan gadis itu. Tidak mungkin baginya untuk merusak harga dirinya.

__ADS_1


"Ehem. Baiklah aku serahkan gadis itu pada kalian. Terserah untuk kalian apakan" ucap pria paruh baya.


Mereka pergi meninggalkan gadis itu. Gadis itu menatap Lin Xiang dengan tatapan kagum.


"Terima kasih tuan sudah menolongku"


Lin Xiang hanya acuh tak acuh dan berbalik untuk kembali ke kereta nya. Gadis itu merasa sangat kecewa.


Panggil saja gadis itu Xin yu. Xin yu mengikuti Lin Xiang dari belakang. Lin Xiang merasa risih.


"Hei!! Bisakah kau tidak mengikuti ku? Karena kau sudah bebas, maka pergi jauh jauh!" bentak Lin Xiang.


"Tidak bisa. Aku ingin ikut bersama mu. Setidaknya aku bisa melakukan sesuatu untuk mu. Aku merasa tidak enak" ucap Xin yu menunduk.


Lin Xiang tidak menjawab dan berbalik menuju kereta. Xin yu bingung, dia diizinkan atau tidak?


Xin yu mengikuti Lin Xiang menaiki kereta. Sepanjang perjalanan suasananya sangat canggung.


Xin yu terus menatap Lin Xiang, Lin Xiang merasa sangat risih sedari tadi terus ditatap seperti itu.


'Ya ampun. Pria ini tampan sekali. Aku harus bisa mendapatkan nya bagaimana pun caranya' batin Xian yu.


................


Yun xue masih tertidur lelap. Padahal hari sudah sore. Xin xin berusaha membangunkan nya tapi sangat sulit.


"Mei mei!! Ayo bangun. Sudah sore, bukankah nanti kau akan bertemu teman masa kecilmu itu" ucap Xin xin sambil mengguncang guncang Yun xue.


Yun xue sangat sulit untuk bangun. Setelah mendengar itu, Yun xue langsung bangun. Dia sekarang terlihat begitu gugup.


Pintu diketuk beberapa kali. Yun xue menyuruh Xin xin untuk membukakan pintu. Xin xin mengangguk dan berjalan menuju pintu.


Ternyata selir yang tadi berbicara dengan Yun xue di aula. Selir itu menunjuk kan sebuah senyuman palsu.


"Oh Xin xin. Apa nona mu ada di dalam?"


"Ternyata selir pertama. Silahkan masuk saja" ucap Xin xin tersenyum sinis.


Selir pertama masuk dan melihat Yun xue duduk di tepi ranjang. Yun xue tersenyum sinis.


"Oh bibi. Ada apa ke sini?" tanya Yun xue.


"Aku hanya ingin memberi mu baju ini. Kau pasti belum punya baju yang mewah" ucap selir pertama.

__ADS_1


......Bersambung......


Sorry y baru up soalnya tugas numpuk authornya jadi pusing. Jangan lupa like vote dan rate y and jangan lupa komen😭👍 mksh y semua...jangan lupa loh buat yang belum😪


__ADS_2