Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
COCOK & SERASI


__ADS_3

Lin Juan melepas pelukan nya dan mendekat ke arah Mei Lian. Mei Lian bersikap gelagapan.


"Akhir nya kita bertemu lagi ya" ucap Lin Juan tersenyum.


"Lagi? Maaf sebelum nya. Tapi apa kah kita pernah bertemu sebelum nya?" tanya Mei Lian dengan sopan.


"Ayo, kita perlu bicara" ucap Lin Juan menarik Mei Lian.


Mei Lian terkejut saat tangan nya di tarik. Dia bertanya tanya, apa dia berbuat salah? Tapi Mei Lian tidak berani untuk bicara.


Lin Juan menarik Mei Lian ke ruang baca. Yun Xue juga ikut. Mei Lian masih tidak bicara juga.


Lin Juan tersenyum karena Mei Lian masih saja polos seperti dulu. Mei Lian tidak berani menatap Lin Juan.


"Kau tidak perlu takut begitu. Memang nya aku itu menakutkan ya? Aku hanya ingin mengobrol dengan mu. Sudah lama kita tidak bertemu" ucap Lin Juan tersenyum.


"Aku kira aku melakukan kesalahan. Tunggu dulu. Apa yang kau maksud dengan sudah lama? Memang nya kita pernah bertemu sebelum nya?" tanya Mei Lian yang sudah tidak bisa menahan rasa keingintahuan nya.


"Apa kau lupa dengan sahabat mu sendiri. Aku Lin Juan. Ingat baik baik" ucap Lin Juan agak cemberut.


Mei Lian mencoba untuk mengingat nya dan menjentikkan jari nya "Oh, kau Lin Juan si pemalu itu? Yang selalu bersembunyi ya? Kau yang tidak berani mendekat pada ku?"


Si pemalu? Yang selalu sembunyi? Yang tidak berani mendekat? Saat ini Lin Juan telah diserang dengan ketiga kalimat itu.


"Biar ku beritahu ya, aku ini bukan yang seperti itu. Aku yang selalu bermain dengan mu. Yang kau katakan adalah Lin Xiang. Kau mungkin tidak tahu. Sebenarnya Lin Xiang ingin berteman dengan mu. Tapi dia itu dulu pemalu. Jadi aku dan dia seperti bertukar identitas. Aku sebagai dia dan dia sebagai aku" jelas Lin Juan panjang lebar.


Mei Lian sebenarnya agak kurang paham dengan bertukar identitas. Mungkin karena dia dari dulu belum diberi pendidikan yang layak. Jadi ya, begitu.


Yun Xue menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dia paham sekarang. Di dunia ini memang penuh dengan hal tak terduga.

__ADS_1


"Dari cerita nya ini sangat menarik. Sepertinya aku mulai suka tinggal di dunia ini. Mirip seperti di novel" ucap Yun Xue.


"Hanya ini saja yang ingin aku bicarakan pada mu. Mungkin kita bisa mengobrol sesuatu" ucap Lin Juan memecah keheningan.


Mei Lian menjadi canggung. Dia tidak tahu harus bicara apa. Lin Juan berbicara untuk mencairkan suasana yang canggung itu.


"Mungkin kau akan tertarik dengan apa yang akan aku bicarakan. Aku selama ini selalu mengumpulkan bukti untuk menyingkirkan keluarga mu yang selalu menindas mu itu" ucap Lin Juan mengepalkan tangannya erat erat "Dan dari situ aku mengetahui identitas mu yang bukan anak dari dia. Aku bisa membantu mu untuk menyingkirkan nya" lanjut Lin Juan.


Mei Lian terperangah. Dia merasa tertarik dengan itu. Karena dari dulu dia memang ingin melakukan nya.


"Kau benar. Aku merasa tertarik. Jadi apa aku bisa melihat lihat bukti itu?" tanya Mei Lian bersemangat "Oh iya, sebelum nya maaf sudah membuat mu repot dengan ini dan terima kasih" lanjut Mei Lian.


Lin Juan tersenyum dan mengangguk. Lin Juan berjalan ke arah salah satu rak buku diikuti Mei Lian.


Lin Juan menarik beberapa buku di rak itu dan rak itu bergerak sendiri. Rak itu seperti pintu. Di balik nya ada sebuah ruangan.


Di sana Lin Juan mengambil tumpukan kertas yang ada di meja nya. Mei Lian dapat melihat beberapa berkas yang berisi bukti kejahatan para pejabat yang korupsi atau pun memberontak.


"Ini sangat menakjubkan! Ruangan ini seperti ruangan rahasia seorang detective. Ini juga bisa menjadi tempat persembunyian yang aman. Benar benar luar biasa!" ucap Yun Xue yang tidak bisa mengontrol rasa senang nya.


Yun Xue membisikkan sesuatu kepada Mei Lian tentang hal yang sangat ingin dia tahu tapi tidak bisa ia tanyakan karena sekarang dia sedang dalam bentuk roh. Jadi Lin Juan tentu tidak bisa melihat nya.


"Em, begini. Ada yang ingin kutanyakan padamu" Mei Lian berhenti sejenak dan melanjutkan perkataan nya "Apakah kau adalah intel?"


"Bisa di bilang begitu" jawab Lin Juan tersenyum dan melanjutkan bicara "Dari dulu aku sudah menjadi intel. Tentu nya sebagai anak aku harus membantu ayah ku. Tapi aku tidak sendirian, aku punya teman yang bisa membantu ku"


Yun Xue sekarang benar benar telah menjadi penggemar Lin Juan. Menjadi penggemar bukan berarti Yun Xue punya suatu perasaan.


Lin Juan menyerahkan kertas kertas tadi ke Mei Lian dan menyuruh Mei Lian untuk membaca nya.

__ADS_1


Mei Lian membaca seluruh kertas itu. Mei Lian mengepalkan tangan nya erat erat dan kemudian tersenyum.


"Bukti ini sudah cukup. Tapi jika aku langsung membuka kedok mereka itu akan terlalu mudah bagi mereka. Mereka harus merasakan apa yang aku dan ibu ku rasakan" ucap Mei Lian penuh tekad.


Lin Juan tersenyum. Dia merasakan perasaan aneh di hati nya. Tapi Lin Juan tidak terlalu memikirkan nya.


Dia lebih memilih untuk tetap fokus pada misi nya sekarang. Mei Lian meletakkan kertas kertas tadi ke cincin ruang nya.


Sedangkan di aula, Xin Yu saat ini hati nya sedang berbunga bunga. Berbeda dengan Qin Ye yang hati nya sangat panas melihat pernikahan Lin Xiang.


'Sial! Dia hanya seorang pelayan tapi bisa menjadi selir nya. Sedangkan aku untuk dekat saja tidak bisa. Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari pelayan itu?! Aku harus menyingkirkan nya' batin Qin Ye mengepalkan tangan nya erat erat.


Sedangkan Lin Xiang merasa gelisah 'Semua yang aku mau pasti aku bisa mendapatkan nya. Tapi kenapa aku tidak bisa mendapatkan nya? Aku pasti akan merebut mu dari kakak. Itu pasti' batin Lin Xiang penuh ambisi.


Mei Lian dan Lin Juan telah kembali dari ruang belajar. Mereka bergandengan tangan dan membuat hati Lin Xiang panas.


Mereka berdua tampak bahagia bersama. Kaisar Lin dan Permaisuri Lin menghampiri mereka berdua.


"Kalian ini tampak serasi" ucap Kaisar Lin.


"Suamiku benar. Kalian sangat cocok. Apa kalian berencana untuk menikah juga mumpung pendeta masih di sini" ucap Permaisuri Lin menggoda mereka berdua.


Lin Juan dan Mei Lian merona. Terutama Mei Lian yang merasa malu. Lin Juan tentu nya tahu itu.


"Ayolah Ibu. Jangan seperti itu" ucap Lin Juan yang telinga nya kini merah.


"Ohohoho. Ini pertama kali nya Ibu melihat mu seperti itu. Kenapa memang nya? Lihat, adik mu saja sudah menikah. Tapi kau malah belum" ucap Permaisuri Lin tertawa anggun.


......Bersambung......

__ADS_1


Sorry ya baru up soalnya lagi kehabisan ide dan aku kalo megang hp lama lama kecuali kalo buat belajar itu pasti dimarahin. Tambah ke favorit biar tahu kalo dah update. Dah...


__ADS_2