Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
PEMBATALAN PERTUNANGAN II


__ADS_3

Kaisar langsung memasang ekspresi marah setelah selesai membacanya. Banyak yang menelan saliva dengan kasar.


Mereka ketakutan saat melihat ekspresi yang begitu menyeramkan di wajah Kaisar. Pangeran Qing Chuan tidak mengerti, apa yang sedang terjadi?


Kaisar langsung memerintahkan penangkapan Pangeran Qing Chuan. "Prajurit! Tangkap Pangeran kedua!"


Prajurit langsung bergegas menangkap Pangeran Qing Chuan. Sedangkan Pangeran Qing Chuan hanya terheran heran.


Kenapa aku ditangkap? Apa salahku sampai Ayahanda marah? Begitulah isi pikiran Pangeran Qing Chuan.


"Ayahanda? Kenapa aku ditangkap? Memangnya apa salahku? Apa yang membuat Ayahanda begitu marah?" tanya Pangeran Qing Chuan bertubi tubi.


"Kau masih bertanya apa salahmu?! Kau baca semua ini!! Baca!!" ucap Kaisar yang sudah diselingi amarah menggebu gebu.


Flashback


Yui terus mengawasi pergerakan dari Pangeran Qing Chuan. Yui sudah tahu tentang pemberontakannya, tapi Yui tidak punya bukti.


Bisa bisa malah dirinya yang terjerumus. Hari pertama, Yui mengikuti Pangeran Qing Chuan ke rumah Menteri Keuangan.


Yui menguping pembicaraan mereka, akhirnya Yui mempunyai setidaknya 1 bukti.


"Kau sudah menutupinya kan? Ingat, jangan sampai ada yang tau kalau kita korupsi" ucap Pangeran Qing Chuan.


"Tentu saja Pangeran kedua. Semuanya aman terkendali" ucap Menteri Keuangan.


Setelah Pangeran Qing Chuan pergi, Yui langsung masuk ke rumah Menteri Keuangan.


Menteri Keuangan terkejut dengan kedatangan Yui yang begitu tiba tiba.


"Siapa kau? Mau apa kau kemari" tanya Menteri Keuangan waspada.


"Siapa aku? Apa aku perlu untuk mengatakannya?" ucap Yui sambil memainkan jari jemarinya.


"Dasar sombong" ucap Menteri Keuangan.


"Terserah kau mau apa. Yang jelas, aku ingin kau mengaku tentang korupsi yang kau lakukan dengan Pangeran kedua" ucap Yui tanpa basa basi.


"Heh, untuk apa kau memberikannya padamu? Kau hanya gadis kecil yang lemah. Baru satu jurus saja paling kau sudah tumbang" ucap Menteri Keuangan mengejek.


"Aku telah meminta secara baik baik, dan kau malah memintaku untuk menggunakan cara kekerasan. Terpaksa aku.."


Yui langsung menyerang kaki Menteri Keuangan. Menteri Keuangan yang belum siap langsung tumbang.


Kakinya terasa sangat sakit. Jika saja kalau dari wala dia tahu, mungkin dia akan langsung menyerah saja.


Di hari kedua...


Pangeran Qing Chuan tengah berbincang dengan beberapa prajurit. Sepertinya mereka tengah membicarakan sesuatu yang serius.

__ADS_1


"Ingat rencana kita. Jangan sampai gagal" ucap Pangeran Qing Chuan.


"Baik Pangeran kedua. Kami mengerti" ucap para prajurit itu.


Yui langsung menghampiri beberapa prajurit itu. Para prajurit yang melihat Yui langsung bersikap waspada.


"Waktu bermain sudah selesai. Sebaiknya kalian mengakui kesalahan kalian, dan hukuman untuk kalian tidak terlalu berat" ucap Yui.


"Hei gadis kecil, nyalimu besar juga ya" ucap prajurit 1.


"Heh, memang bisa apa kau? Ngomong ngomong, tubuhnya bagus juga" ucap prajurit 2.


"Mari, kami akan membuatmu merasakan kesenangan" ucap prajurit 3.


Yui begitu geram dengan 3 prajurit itu. Masih lemah sudah belagu. Yui merasa harga dirinya telah diinjak injak.


Yui langsung saja mencekik leher mereka. Mereka memohon ampun berkali kali, tapi malah diacuhkan oleh Yui.Mereka kehabisan nafas dan pingsan.


Hari ketiga...


Pangeran Qing Chuan tengah menuju rumah judi yang terkenal di kota ini. Dia memang sering datang ke sini.


"Hei, kapan kau akan membayar hutangmu? Ini sudah lama"


"Tunggu saja aku menguasai kekaisaran ini, aku akan membayar hutang hutangku. Tenang saja" ucap Pangeran Qing Chuan.


"Hai kau, aku ingin meminta catatan hutang hutang Pangeran kedua" ucap Yui.


"Maaf, ini adalah rahasia yang harus kami simpan, untuk kenyamanan pelanggan"


Yui memutar bola matanya malas, lalu menyodorkan 5 keping emas. Lalu pemilik rumah judi berkata 10 keping.


Yui lagi lagi memutar bola matanya malas. Lalu menyodorkan 5 keping emas. Jadi 10 keping emas.


Pemilik rumah judi lalu memberikan catatan itu. Yui terkejut melihat nominal di kertas itu.


10 tael emas? Apakah dia sudah gila? 10 tael emas untuk berjudi?


Flashback End


Pangeran Qing Chuan membaca semua isi gulungan itu. Matanya membulat seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Apa ini? Kenapa bisa? Ayahanda, ini semua fitnah! Pasti fitnah! Pasti dia tidak mau bertunangan denganku jadi dia memfitnahku!" ucap Pangeran Qing Chuan.


"Apa aku tidak salah dengar? Aku memfitnahmu? Lalu apa keuntungannya buatku?


Kau adalah Pangeran, pasti sangat menguntungkan untuk berhubungan denganmu.


Bahkan banyak para gadis gadis mengincarmu. Cobalah kau pikirkan baik baik, Pangeran kedua" ucap Yui yang diselingi senyuman sinis.

__ADS_1


Banyak yang mengiyakan. Bukankah ucapan Yui itu memang benar? Pangeran Qing Chuan merasa dipermalukan oleh Yui.


Dia mengambil pisau yang ada di balik jubahnya dan menodongkan pisau itu ke Yui. "Mati saja kau!"


Yui dengan sigap menghindar dan mengunci pergerakannya. Lalu Yui menyerahkannya pada prajurit.


'Prok prok'


Yui menepuk tangannya 2 kali lalu muncullah beberapa orang bertopeng yang membawa Menteri Keuangan dan beberapa prajurit.


Mereka adalah anggota lotus hitam. Orang orang bingung, kenapa, apa yang tengah terjadi?


"Yang Mulia Kaisar, Mereka adalah komplotan dari Pangeran kedua" ucap Yui.


Lalu pemilik rumah judi masuk ke aula. Yui sengaja menyuruhnya datang ke sini untuk menjadi saksi.


"Karena Pangeran kedua telah melakukan korupsi dan ingin melakukan pemberontakan, maka Pangeran kedua akan dihukum gantung.


Tapi, mengingat hubungan darah dariku, maka hukuman untuk Pangeran kedua adalah, akan dicabut gelarnya sebagai Pangeran dan statusnya sama dengan rakyat biasa"


Keputusan Kaisar telah ditentukan dan semua mengangguk setuju. Tidak ada yang berani meragukan keputusan Kaisar.


Pangeran Qing Chuan mengepalkan tangannya erat erat.


'Lihat saja, aku akan balas dendam!'


Acara dibatalkan dan semuanya pulang ke rumah masing masing. Yui sebenarnya ingin secepatnya bebas dari tugas ini, tapi Yui tidak tahu.


Pertama tama, yang ada di benak Yui adalah, pemutusan hubungan dengan Menteri Kanan.


Dan untuk seterusnya, Yui belum memikirkannya. Terdengar suara pintu diketuk.


Setelah dibuka, terlihat ada Selir pertama yang ada di depan pintu. Yui langsung menunduk hormat.


"Ternyata ibu selir. Silahkan masuk" ucap Yui.


"Ada apa Ibu selir pertama mengunjungiku? Apakah ada hal yang ingin dibicarakan?" tanya Yui sambil menuangkan teh.


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin melihat keadaanmu. Sudah lama aku tidak melihatmu, jadi aku berkunjung" ucap selir pertama.


"Ibu selir tidak perlu khawatir, aku baik baik saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan" ucap Yui.


"Apa maksudmu? Tentu saja aku khawatir. Kau sudah seperti anakku sendiri. Lagipula, sebelum meninggal, Ibumu telah menitipkanmu padaku" ucap selir pertama.


"Terima kasih atas perhatianmu Ibu selir pertama. Ini sudah malam,nsebaiknya Ibu selir kembali untuk beristirahat" ucap Yui.


"Baiklah, aku akan pergi. Selamat malam"


......Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2