Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
SERBUK


__ADS_3

Suara daging terkoyak bisa terdengar. Satu anak panah menembus daging Rubah Ekor Sembilan dan itu hampir menembus jantungnya.


Anak panah itu hanya menempel pada jantung Rubah Ekor Sembilan, padahal hanya tinggal sedikit lagi untuk membunuhnya.


Panah itu seakan-akan menghilang dari dalam tubuh Rubah Ekor Sembilan. Seperti telah melebur.


"Hahaha, panahmu itu kini telah hancur lebur. Sekarang, aku akan memberikan kau pelajaran berharga yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu karena berani membuatku marah!!!" ucapnya dengan sombongnya.


Rubah Ekor Sembilan telah siap dengan cakarnya dan ingin menusuk Yun Yue untuk membalas sakit yang dia rasakan. Namun, sebelum sempat menyentuh tubuh Yun Yue, dia merasakan nyeri pada jantungnya.


Dia mencengkram dadanya untuk meluapkan rasa sakit yang luar biasa pada jantungnya. "A-apa yang k-kau t-telah lakukan?!" ucapnya dengan terbata-bata.


Yun Yue hanya membalasnya dengan sebuah senyuman sinis. Dia sedang mengejek Rubah Ekor Sembilan karena terlalu sombong.


"Kau terlalu memandang tinggi dirimu. Sekarang, rasakan akibatnya!" teriak Yun Yue dengan wajah yang dingin.


Tiba-tiba, langit berwarna gelap. Awan hitam mulai menyelimuti langit dan berkumpul menjadi satu berbentuk lingkaran. Suara petir menggelegar terdengar di mana-mana.


***


Seluruh Desa Fangxi diselimuti oleh fenomena aneh itu. Semua warga desa sangat panik melihat kejadian ini. Mereka berlarian ke sana ke mari dengan berteriak histeris.


Semua dibuat heboh dengan fenomena aneh itu. Nenek Zhou yang sedang mengasah pedang langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap langit mendung di atas.


Namun, tidak ada hujan yang turun. Hanya awan hitam yang berkumpul dan petir yang menggelegar. "Apa yang sedang terjadi di sini?" gumam Nenek Zhou dengan nada cemas dan ekspresi khawatir. "Semoga anak itu tidak membuat masalah" lanjutnya.


***


Di ruang belajar Xu Jing, dia sedang mengerjakan hukumannya dengan setengah hati. Di sampingnya juga ada Kakeknya yang sedang mengawasi dirinya untuk berjaga-jaga kalau kalau Xu Jing tidak melaksanakan hukumannya.


Kepala Desa menatap ke arah langit aneh itu. Dia bertanya-tanya dengan kebingungan saat melihatnya. "Fenomena aneh apa ini? Belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya" gumam Kepala Desa.

__ADS_1


"Xu He, berhati-hatilah, fenomena ini bukanlah sebuah fenomena biasa. Hal yang buruk akan segera terjadi dan menimpa desa ini. Keselamatan desa ini hanya tergantung pada dia" ucap seorang wanita yang terlihat seperti seorang gadis muda dengan mata memicing dengan tongkat kayu yang melengkung di bagian atas dan ada bagian kosong dengan kristal berwarna biru di situ.


"Master Han, apa yang bisa aku lakukan?" tanya Xu He, sang Kepala Desa.


Wanita yang bernama Master Han itu hanya terdiam seperti tengah berpikir. "Tidak ada" ucapnya dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kakek, apa kita bisa mempercayai Nenek tua ini?" ucap Xu Jing tiba-tiba.


Xu He yang ingin menegur Xu Jing terpotong oleh ucapan Master Han. "Bocah, aku memang telah berusia ribuan tahun, tapi kemampuanku tidak bisa diragukan!" ucap Master Han dengan nada meremehkan.


***


"Apa yang sedang terjadi di sini?" gumam Yun Yue menatap ke arah langit yang menurutnya aneh.


"Hahaha, kau tidak mengiranya, bukan? Kali ini aku tidak akan melepaskan-mu!" bentak Rubah Ekor Sembilan dengan mata yang menampakkan kilatan kemarahan.


"Sekarang ternyata aku-lah yang telah meremehkan dirimu" ucap Yun Yue dengan senyuman sinis, dia menjadi sedikit tertarik.


"Aku bisa merasakan kekuatan yang mengalir dalam diriku! Hahaha!" sebuah aura kehitaman menyelimuti Rubah Ekor Sembilan.


"Ini...kekuatan ini sangat kuat! Aku bahkan dapat merasakannya. Ini gawat!" ucap Yun Yue dengan mata memicing.


Rubah Ekor Sembilan menyeringai dan mengumpulkan energi di sekitarnya dan membentuknya menjadi bola api yang berdiameter kira-kira 1m.


Yun Yue dengan sigap menghindari serangan yang ditujukan padanya. Bola api itu menerjang apa saja yang dia lewati dan membuatnya hangus seketika. Terlihat sedikit asap yang keluar dari abu itu.


Yun Yue menoleh ke belakang dan bergidik ngeri saat melihat kondisi di belakangnya. Jika saja Yun Yue yang terkena bola api itu...tidak bisa terbayangkan apa yang akan terjadi.


Yun Yue bersikap waspada saat menatap Rubah Ekor Sembilan. "Xiao, tolong kau periksa sesuatu dalam tubuhnya yang membuatnya tiba-tiba menjadi kuat! Cepat!" ucap Yun Yue melalui pikiran.


Xiao langsung saja bergegas untuk mencari teropong tembus pandang,teropong yang dapat melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang atau sesuatu yang sulit dilihat.

__ADS_1


Dari dalam ruang dimensi, Xiao mengarahkan teropongnya ke arah Rubah Ekor Sembilan untuk memeriksa apa yang salah dengan Rubah Ekor Sembilan itu sampai-sampai membuatnya menjadi sangat kuat.


'Saat petir menyambar Rubah ini, kekuatannya tiba-tiba meningkat drastis! Jadi, itulah yang membuatnya menjadi kuat?!' batin Yun Yue seraya membulatkan matanya karena telah menemukan sesuatu yang membuatnya terkesiap.


"Tuan, sudah ketemu! Di dalam tubuhnya memang ada sesuatu, tapi aku tidak yakin apa itu. Bentuknya seperti...sebuah serbuk bunga!" ucap Xiao dengan nada ragu, dia sendiri tak tahu benda aneh apakah itu.


"Sebuah serbuk bunga?" gumam Yun Yue mengulangi perkataan Xiao.


"Tuan, serbuk bunga itu bisa meningkatkan kekuatannya, tapi energinya menjadi tidak stabil. Tuan harus membuatnya marah supaya energinya bergejolak dan membuat serbuk itu dapat dilihat oleh tuan" jelas Xiao.


Yun Yue mengangguk pelan. Dia akan mencoba dengan sebaik-baiknya untuk membuat Rubah Akor Sembilan marah.


"Heh, serbuk itu memang kuat, tapi kau sama sekali tidak cocok untuk menggunakannya karena kau lemah! Bahkan dengan bantuan dari serbuk itu, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan aku!" ucap Yun Yue memprovokasi Rubah Ekor Sembilan.


"Apa kau bilang?!" Rubah Ekor Sembilan terpancing oleh Yun Yue. Dia menyerang Yun Yue namun selalu berhasil dihindari oleh Yun Yue.


'Serbuknya masih belum bisa aku lihat, aku harus membuatnya lebih marah!' batin Yun Yue.


Dia terus menerus menghindari serangan dari Rubah Ekor Sembilan. Tiba-tiba sekujur tubuh Yun Yue menjadi dingin. Dia merasakan hawa yang luar biasa dingin menyelimuti tubuhnya.


"Ck, apa harus sekarang, di saat genting seperti ini?!" ucap Yun Yue meng-geram kesal karena racunnya kembali kambuh.


Dia meringkuk untuk menahan rasa sakit. Yun Yue melihat sesuatu yang bercahaya dalam tubuh Rubah Ekor Sembilan. Rubah Ekor Sembilan tiba-tiba menjadi menggila.


Dia memporak-porandakkan apa saja yang dia lihat. "Inilah saatnya...untuk mengeluarkan serbuk-nya!" teriak Yun Yue mengangkat busurnya yang telah berubah menjadi pedang tinggi tinggi dan menggores dada bagian kiri dimana tempat serbuk itu berada.


"Aaaakh!!!"


Rubah Ekor Sembilan mengerang keras. Tubuhnya pun ambruk ke tanah dan membuat suara dentuman yang cukup keras.


Serbuk itu kini telah keluar dan hancur lebur di udara bersamaan dengan Yun Yue yang juga ikut ambruk.

__ADS_1


...🍃🍃🍃...


__ADS_2