
Saat telapak tangan Mei lian menyentuh dinding goa di depannya tiba tiba dinding goa bergetar lalu terbuka. Mei lian terkejut.
Ia melihat padang rumput dengan bunga bunga yang indah, pohon pohon menjulang tinggi. Juga ada banyak spirit beast hidup damai secara berdampingan.
Mei lian bergumam "Jadi ini yang dimaksud oleh kakek"
Mei lian pun bersandar di bawah pohon sambil bersenandung ria. Wu xian menikmati nyanyian kecil Mei lian.
Para spirit beast berhenti di tempatnya sambil menutup mata mendengar nyanyian nya. Pohon pohon yang ada di sana tertiup angin seolah ikut terhanyut nyanyian itu. Dan kupu kupu mengelilingi Mei lian seolah menari mengiringi Mei lian bernyanyi ria.
Wu xian hanya senyum senyum sendiri melihat Mei lian. Mei lian pun berhenti bernyanyi. Semua yang ada di sana seperti spirit beast maupun hanya hewan biasa juga pohon pohon seolah kecewa Mei lian berhenti bermain.
Mei lian pun bersandar di pohon dan menutup matanya sambil menikmati ketenangan di sana. Mei lian pun beranjak bangun untuk mencari ayah dari pemilik tubuh asli.
"Hei kau pergilah aku ingin pergi sendiri ini urusan pribadiku"
"Tidak mau"
"Oh ayolah"
"Urusanmu juga urusanku"
"Kau menjengkelkan"
Mei lian pun pergi meninggalkan Wu xian. Sementara Wu xian, dia hanya menghela nafas berat. Memang butuh waktu bagi Mei lian untuk dapat menerimanya.
"Haaah, aku akan memberimu waktu. Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya"
Hmmm maksud Wu xian itu apa sih? Gak ingin kehilangan untuk kedua kalinya? Hmmm sepertinya akan ada misteri menanti. Buat kalian yang penasaran, nantiin terus cerita nya ya😉. Oke back to story...
Wu xian pun menyusul Mei lian yang sudah jauh meninggalkannya. Kini mereka berdua berjalan beriringan. Mei lian pun hanya acuh tak acuh, toh dia tidak mengganggu nya, jadi biarkan saja, begitulah pikirnya. Mei lian sudah mencari ke mana mana, tapi tetap saja tidak menemukan orang selain dirinya.
Mei lian pun mulai putus asa, namun ia bertekad untuk mencari kebenaran nya sampai dapat. Bukan Arina namanya jika menyerah begitu saja. Mereka berdua memutuskan beristirahat di goa yang berada di bukit.
Mei lian pun bersandar di dinding goa dan memejamkan mata nya. Lalu entah mengapa tiba tiba ia berada di tempat yang menurutnya asing. Hanya ada hamparan rumput hijau.
Sunyi.. itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di sana. Lalu ada seorang pria yang ditemui dalam mimpinya kemarin. Jiwa kepo Mei lian sudah meronta ronta. Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya.
"Kau lagi"
__ADS_1
"Iya. Kita bertemu lagi"
"Kenapa aku ada di sini. Di mana ini"
"Tenanglah, aku hanya ingin membantumu"
"Oh ya? Baguslah"
"Jika kau ingin menemukan jawabannya, maka kau harus menemukan air terjun"
"Air terjun?"
"Iya"
"Lalu di mana aku akan menemukannya?"
"Aku tau kau sangat pandai, kau akan tau nantinya"
"Baiklah, sekarang bagaimana aku bisa keluar?"
"Dimulai dari sekarang"
Mei lian tak mengerti apa yang dia katakan, tiba tiba dirinya merasa seperti ditarik lalu Mei lian pun membuka matanya.
"Iya. Sekarang kita harus menemukan air terjun" mereka berdua pun pergi mencari air terjun. (Wu xian udah tau kalo yang sama dia itu bukan Mei lian. Dia udah tau semua tentang Arina selama ini dia gak nongol di depan Arina karena mencari semua informasi tentang Arina)
Mei lian menajamkan indra pendengarannya untuk mengetahui letak air terjun. Ia pun mendengar suara air dan langsung menuju ke sana.
Ia melihat air terjun yang indah, mata Mei lian berbinar. Ia mencari petunjuk lalu ia pun menerobos air terjun. Wu xian pun ikut masuk.
Di sana ia melihat seorang pria paruh baya yang sedang bermeditasi. Ia telah bermeditasi kira kira 15 tahun. Lalu pria paruh baya itu membuka matanya dan ia melihat seorang gadis cantik dan seorang pria tampan.
Pria paruh baya itu melihat Mei lian dengan seksama. Ia melihat sebuah jiwa berbeda di tubuh tersebut. dan saat melihat tubuhnya, membuat dia berpikir kalau jiwa tersebut bukan milik tubuhnya.
Setelah diperhatikan cukup lama, ia pun tahu semuanya. Lalu dia berdiri dan langsung memeluk Mei lian dan berkata...
"Ternyata anakku sudah besar"
Mei lian pun membalas pelukan itu. Ingin sekali dia mengatakan yang sebenarnya kalau dia bukan Mei lian, namun sebelum mengatakan nya, pria itu langsung memotong nya.
__ADS_1
"Aku tahu jiwa yang ada di dalam tubuh ini bukan anakku. Aku sudah tau semuanya. Aku akan membantu kau menyelesaikan semuanya. Aku juga ingin bersama anakku lagi"
"Ternyata anda sudah tau. Baguslah, itu akan meringankan misiku"
"Panggil aku Ayah"
"Baiklah"
Wu xian yang selama ini diacuhkan pun cemberut.
"Kalian melupakanku"
Mereka berdua tersadar dan langsung tertawa. Walaupun sedang cemberut, tapi Wu xian terlihat imut bagi mereka.
Mereka pun duduk untuk beristirahat, lalu Mei lian langsung ke ruang dimensi dan memasak. Setelah jadi, Mei lian langsung keluar dan menghidangkan masakannya.
Mereka pun makan dengan tenang. Tidak ada suara, hanya ada suara dentingan sendok. Setelah makan, mereka pun mengobrol sambil sesekali tertawa.
Hari sudah malam, mereka memutuskan untuk tidur. Keesokan harinya, Mei lian dan Wu xian bersiap untuk pergi. Mei lian pun pergi ke organisasi bersama Wu xian.
Sesampainya di sana, mereka disambut anggota yang bertugas berjaga. Xin xin merasakan aura mei meinya akhirnya ia teleportasi untuk langsung ke Mei lian dan memeluknya.
"Mei mei!"
"Jie jie!"
"Untunglah kau tidak papa"
"Iya jie jie aku baik baik saja"
"Oh mei mei dia siapa apa dia pacarmu"
"Bukan. Jie jie jangan menggodaku"
"Yah baiklah"
"Perkenalkan dia Wu xian. Wu xian dia adalah jie jie ku namanya Xin xin"
"Oh"
__ADS_1
Mereka pun masuk dan sarapan masakan Mei lian.
Halo gaes nih aku up lagi nih. Author gak up soalnya authornya gak semangat jadinya males buat up. Tolong dukung author dengan like, vote, dan rate. Tolong buat kalian yang baca coment donk di bawah ini 😭 kalo gak ada yang coment kan serasa gak ada yang baca novelku ini jadinya gak semangat😭. Terus semangatin authornya ya biar author mau up. Kalo gak nanti aku gak semangat buat up. Tolong ya pliiiisss😔. Buat kalian yang dukung aku ucapin makasih banyak. Ya udah gitu deh sekian penutup sekaligus curhatan author yang lagi bt. Kalo misal menurut kalian authornya pemaksa ya aku mohon maaf. See you