Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
TUGAS BARU


__ADS_3

Xin yu tetap berpura pura tidur. Xin yu dalam hatinya merasa sangat ketakutan. Apakah Lin Xiang sudah tau?


'Gawat!! Sepertinya dia sudah tau. Apa yang harus aku lakukan?' batin Xin yu yang sudah ketakutan.


Dia mencari akal untuk terbebas dari situasi ini. Jangan sampai Lin Xiang tahu kalau dirinya itu siapa.


Kereta kuda melewati jalan bebatuan dan membuat kereta itu goyah. Xin yu memanfaatkan kesempatan itu untuk bangun.


Xin yu duduk dan menguap seolah dirinya tadi memang sedang tidur. Lin Xiang sudah sangat muak dengan gadis itu.


Tadi dia sudah menyelamatkan nya dan sekarang malah terus menjadi buntut nya. Siapa yang tidak merasa risih.


Xin yu bangkit dan duduk. Dia tidak tau harus bersikap seperti apa. Perjalanan ini menempuh waktu lumayan lama.


'Xin yu, tenanglah. Selama kau menjalankan sandiwara mu dengan baik, kau pasti akan tetap baik baik saja' batin Xin yu menenangkan diri sendiri.


Mungkin akan sampai di malam hari. Lin Xiang terus menatap keluar jendela. Dia begitu merindukan teman kecil nya.


Xin yu tidak tau harus bicara apa. Dia juga bingung, kenapa Lin Xiang terus menatap ke arah luar jendela.


Setelah dipikir pikir, bukankah Xin yu belum mengetahui nama Lin Xiang dan Lin Xiang belum mengetahui namanya?


Xin yu berusaha untuk menanyakan nama Lin Xiang. Dia terlihat begitu gugup. Tidak tau harus memulai dari mana.


Xin yu ingin mengatakan nya, tapi sepertinya Lin Xiang masih terlarut dalam pikirannya sendiri.


Xin yu memilih untuk mengatakan nya nanti saja, menunggu waktu yang tepat. Lin Xiang memikirkan, bagaimana wajah teman kecilnya?


Sudah 10 tahun mereka terpisah. Apa mungkin mereka akan dapat mengenali satu sama lain.


Lin Xiang meminta barang yang memang sudah dia minta tadi sebelum berangkat. Lin Xiang menepuk tangan dua kali mengisyaratkan untuk mengantarkan barang yang diminta.


"Silahkan tuan" ucap salah satu bawahan memberikan sebuah kertas.


Lin Xiang hanya melambaikan tangan nya. Lin Xiang perlahan membuka benang yang melilit kertas itu.


Lin Xiang melihat seorang gadis cantik sedang tersenyum manis. Xin yu yang penasaran mengintip nya.

__ADS_1


Xin yu tidak percaya gambar gadis yang ada di kertas itu dan langsung memalingkan pandangan.


'Bagaimana ini? Dia sudah punya kekasih. Tapi selagi dia belum menjadi milik orang lain, bukankah aku masih punya kesempatan' batin Xin yu tersenyum licik.


'Ternyata dia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Tapi sayang sekali kau tidak pernah dianggap.


Aku pasti akan melindungi mu. Kau adalah segalanya bagi ku. Tidak akan ku biarkan mereka menyentuh mu' batin Lin Xiang mengepalkan tangannya erat erat.


................


Yun xue sedang bersiap siap. Tiba tiba dia merasakan sesuatu yang aneh. Setelah membuka matanya, betapa terkejutnya dia.


Dia terpisah dari raga Mei lian. Dia melihat jiwa Mei lian yang mengisi tubuh yang selama ini dia kendalikan.


'Ada apa? Tiba tiba aku terpisah dari raga Mei lian. Dan sekarang aku dalam bentuk roh. Sekarang roh Mei lian yang mengisi tubuh itu. Apa tugasku sudah selesai?' batin Yun xue.


'Siapa yang bilang tugasmu sudah selesai?! Tugas mu sekarang adalah mengawasinya sampai dia bisa menemukan kebahagiaan sendiri' ucap kakek Yun xue lewat telepati.


Yun xue mengangguk paham. Sekarang dia harus menyelesaikan tugasnya dengan cepat.


Mei lian merasakan aura kehidupan dalam dirinya. Dia menatap tangan nya dengan bingung sekaligus senang.


"Aku akan terus mengawasi mu, jadi jangan khawatir" ucap Yun xue.


Mei lian mengangguk dan merasa sangat bahagia. Dia sudah lama hanya menjadi roh yang tidak tau arah.


Sekarang saatnya pembalasan dendam. Mei lian sangat antusias. Yun xue tersenyum melihat semangat Mei lian.


Xin xin kembali ke kamar Mei lian, ada yang harus dia urus. Xin xin melihat Mei lian berseri seri tampak bingung.


Padahal tadi terlihat biasa saja. Mei lian tau itu dan menjelaskan nya pada Xin xin. Xin xin tidak bisa melihat Yun xue.


Hanya Mei lian yang bisa melihatnya sebagai roh. Yun xue mengikuti Mei lian ke aula di belakang.


Di sana semua juga sudah berkumpul. Mereka terlihat sangat antusias. Para anak selir memakai pakaian mewah juga aksesorisnya.


Para selir juga antusias, mereka berharap putri mereka dapat memikat Pangeran dan derajat mereka akan meroket.

__ADS_1


Mei lian akan duduk di kursi khusus kerajaan, tapi Qin ye dengan cepat menyerobot dan duduk di situ.


Yun xue yang melihat itu langsung menyuruh Mei lian menyindir Qin ye dan membuatnya kesal. Mei lian hanya mengiyakan dalam hati.


"Ekhem...apa mata mu tidak bisa melihat? Ini adalah tempat khusus untuk putri kerajaan, dengan kata lain putri seorang selir tidak bisa duduk di sini" sindir Mei lian.


Para putri selir langsung menertawakan Qin ye yang disindir oleh Mei lian. Qin ye yang malu langsung berdiri dan menghampiri Ibunya.


"Ibu, lihatlah. Mereka berani menertawakan aku. Bagaimana mungkin aku dipermalukan oleh mereka?" ucap Qin ye merengek dengan suara lirih.


"Tenanglah, setelah posisi mu naik, Ibu pastikan. Kalau mulut mereka akan bungkam" ucap selir kedua.


Qin ye mengangguk dan menatap mereka semua dengan tatapan permusuhan. Khususnya Mei lian.


................


Lin Xiang membayangkan bagaimana pertemuannya nanti dengan Teman kecil nya. Dia sangat merindukannya.


"Em, aku ingin bertanya nama mu siapa? Aku...Xin yu" ucap Xin yu sambil mengulurkan tangannya.


"Lin Xiang" jawab Lin Xiang singkat.


Xin yu tertawa canggung. Sepertinya Lin Xiang ini sangat dingin dan sangat sulit untuk didekati.


"Apa aku boleh memanggilmu Xiang Xiang? Eh...Xiang Xiang..." ucap Xin yu yang terpotong karena aura dingin yang dikeluarkan Lin Xiang.


Xin yu menjadi bungkam. Bawahan Lin Xiang bergidik ngeri. Dia merasa tidak seharusnya Xin yu memanggil tuan nya seperti itu.


'Ya ampun nona ini. Kenapa dia memanggil tuan seperti itu. Padahal tuan tidak suka didekati seorang wanita. Kecuali nona yang itu' batin bawahannya.


Biar gak bingung, panggil bawahan nya itu Li He, Hei Lin, dan Zi lei. Mereka bertiga adalah pengawal kepercayaan Lin Xiang.


Hei lin yang duduk di kereta bagian depan memberitahu pada Lin Xiang kalau mereka telah sampai di Kekaisaran Lu.


Dan sebentar lagi akan sampai di istana Kekaisaran. Lin Xiang hanya berdehem pelan.


Walau dalam hatinya dia merasa sangat senang. Xin yu jueluos (ya apapun itu lah) melihat ekspresi Lin Xiang.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan para penduduk yang melihat kereta kuda Lin Xiang dengan bendera Kekaisaran Lin terkagum kagum.


......Bersambung......


__ADS_2