Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
PELELANGAN II


__ADS_3

Yui telah membayar dan menuju ruangan VVIP. Yui sengaja memesan itu karena Yui itu orangnya privasi gitu deh jadi milih VVIP.


Pelelangan telah di mulai. Wanita yang menjadi MC pelelangan itu telah naik ke atas panggung.


"Baiklah sekarang mari kita mulai pelelangan hari ini"


"Pelelangan ini di mulai dengan bunga bulan putih. Harga 40 koin emas. Pelelangan dimulai dari...sekarang"


"50 koin emas"


"60 koin emas"


"70 koin emas"


"80 koin emas"


"90 koin emas"


"110 koin emas"


"Apa tidak ada yang mau menawar lagi? Setelah saya hitung sampai tiga belum ada yang menawar maka akan diberikan pada orang di ruang VIP nomor 5. Satu...dua...tiga. Karena tidak ada yang menawar lagi, maka bunga ini dijual untuk peserta di ruang VIP nomor 5. Selamat"


Begitulah seterusnya. Yui merasa begitu bosan. Tidak ada barang yang menarik perhatiannya. Hingga MC menunjukkan sebuah pedang yang kuno.


Pedang itu terlihat biasa saja. Namun Yui dapat merasakan kalau itu bukanlah pedang biasa.


Yui ingin membeli pedang itu. MC itu pun mulai melelang pedang itu.


"Ini adalah sebuah pedang pasangan yang ditemukan di bukit hutan kehidupan. Barang ini dijual secara terpisah, dan yang akan mendapatkannya hanya dua orang. Harga di mulai dari 900 koin emas"


Orang orang tertarik akan pedang itu. Mereka berebut untuk bisa mendapat pedang itu.


Ya walaupun terlihat biasa tapi siapa sih yang akan menolak pedang yang berada di hutan kematian? Mungkin saja pedang itu punya keistimewaan kan?


Dan memang benar pedang itu istimewa. Dulu ada dua orang yang tengah melawan pasukan iblis yang memberontak.


Dunia atas pun menjadi kacau balau. Dua orang gadis berusaha melawan mereka dan membawa kedamaian di dunia atas.


Tapi sayangnya para iblis itu sangatlah kuat. Belum lagi pasukan mereka berjumlah ribuan.


Tidak ingin membuang waktu terlalu banyak, dua gadis itu mengeluarkan pedang pasangan.


Itu bukan pedang sembarangan. Pedang itu adalah pedang tingkat 3 dari semua senjata.


Mereka menggunakan jurus yang memungkinkan mereka dapat mengalahkan iblis.


Tapi sebagai gantinya, jiwa mereka akan menghilang. Kemungkinan sangat kecil untuk bisa bereinkarnasi.


Akhirnya para iblis dapat dikalahkan. Para Dewa Dewi yang melihat jiwa mereka mulai menghilang merasa sedih.


Ada rasa bersalah karena tidak bisa membantu banyak. Mereka mengelilingi dua gadis dan mengulurkan telapak tangan mereka.

__ADS_1


Mereka sedang menyalurkan beberapa kekuatan mereka, berharap dua gadis itu bisa bereinkarnasi.


(kembali ke cerita) Yui langsung menawar dengan harga tinggi. "2 juta 500 koin emas"


Dengan kompak Yui meneriakkan harga dengan seorang gadis cantik. Dan tebak siapa? Itu adalah...Mei lian!!


"Tidak ada lagi yang menawar? Saya hitung. Satu...dua...tiga...Tidak ada? Baiklah pedang pasangan ini dijual kepada nona di ruang VVIP ruang 6 dan 7. Selamat"


Pelelangan telah selesai. Kini Yui pergi untuk mengambil pedangnya. Di jalan dia berpapasan dengan Mei lian.


Mei lian menyapa Yui. Sangat jarang ia menyapa lebih dulu.


"Hai apa kau juga membeli pedang pasangan?"


"Oh iya benar. Apa boleh kita berjalan bersama ke sana?"


"Tentu"


Mereka berdua pergi bersamaan. Sebenarnya mereka merasakan seperti ada sengatan listrik saat sedang berinteraksi tadi.


Juga seperti ada ikatan batin. Tapi mereka menepis semua itu jauh jauh.Mereka berpisah setelah mengambil barang yang di beli.


Sedangkan di dunia atas...Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek Mei lian tengah berkumpul. Senyuman mengembang di wajah mereka.


"Ternyata mereka telah bertemu. Takdir memang tak terpisahkan"


"Setelah ini apa kita akan beritahu?"


"Jangan, kita tunggu sampai waktu yang tepat. Atau mungkin nanti mereka akan tahu sendiri"


Kita lanjut ke Yui. Sekarang Yui tengah berada di ruang dimensi. Yui tengah melakukan kontrak dengan pedang yang tadi.


Yui juga menemui burung phoenix yang di jebak olehnya waktu di dunia ilusi.


"Xiao kau di mana"


"Di sini" Xiao menemui Yui diikuti burung phoenix.


"Oh aku tidak ingat kalau aku punya burung phoenix biru. Kau dari mana?"


Dengan kesalnya phoenix itu menjawab "Apa kau sudah lupa? Kau telah menjebakku dan melakukan kontrak denganku"


"Oh ya hahaha" Yui tertawa canggung. Tapi langsung mengubah ekspresinya menjadi datar.


"Kau pasti tidak punya nama. Kalau begitu aku akan memberimu nama Fenghuang"


"Ya nama itu lumayan"


"Aku tidak minta pendapatmu"


"Cih dasar"

__ADS_1


"Blee" Yui munjulurkan lidahnya pada Fenghuang.


Kini Yui berada di danau Yin Yang dan duduk di pinggiran sambil memainkan kakinya di air.


Yui termenung cukup lama di sana. Yui tengah memikirkan gadis yang ada di pelelangan.


Entahlah kenapa Yui merasa nyaman saat berada di dekat gadis itu. Hal yang sama juga dirasakan Mei lian.


Mei lian juga ada di ruang dimensi miliknya. Mei lian selalu memikirkan gadis yang bersamanya saat di pelelangan.


Mei lian merasa hatinya begitu senang saat bersamanya. Tiba tiba kepala Mei lian sakit dan muncul sebuah memori. Ada dua gadis kecil yang kira kira usianya 3 tahun.


"Kakak ayo kita kesana"


"Baiklah tunggu aku. Jangan berlari"


"Haha kakak ayo tangkap aku"


Gadis kecil itu terjatuh. Kakaknya pun langsung menghampiri sang adik.


"Huaaa kakak sakit"


"Bukankah kakak sudah bilang jangan berlari"


(itu memori yang didapat Mei lian)Mei lian menitihkan air matanya. Entahlah, hatinya merasa sakit. Dadanya juga terasa sesak.


Dengan cepat Mei lian menyeka air matanya. Para hewan kontrak Mei lian menghampirinya.


Mereka tau kalau Mei lian tengah bersedih. Tapi mereka berpura pura tidak melihatnya.


Mereka bergumam dan tidak bisa didengar Mei lian "Apa mei'er sudah mendapat memorinya?"


Mei lian yang melihat hewan kontraknya merubah ekspresi menjadi datar.


"Ada apa kalian ke sini?"


"Tidak ada. Memangnya tidak boleh kesini?"


Mei lian pun memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi. Xin xin kebetulan masuk ke kamar Mei lian.


Dia kesana karena Wu xian menyuruhnya untuk pergi mencari Mei lian. Dan ternyata ada di kamar yang kebetulan telah kembali.


Untunglah waktunya tepat, kalau tidak sudah dipastikan Mei lian di banjiri oleh banyak pertanyaan dari Xin xin.


....................


Mohon baca...


Maaf ya nih aku baru up lagi. Makasih loh udah dukung authornya. Kan ini ada yang nanya kok beda sama yang atas.


Nah sekarang aku bakal jawab rasa penasaran kalian. Jadi cerita ini mengisahkan tentang dua orang gadis yaitu Mei lian dan Yui wei.

__ADS_1


Bocoran dikit nih, jadi keduanya itu punya hubungan. Mungkin ada yang udah bisa nebak tentang itu.


Sekarang kan udah pada tau ya. Buat kalian yang masih penasaran sama sesuatu, tanyain di kolom komentar ya. Bakalan author jawab deh. Terus dukung author ya😊


__ADS_2