
Qin Ye mencoba untuk sabar dan tidak marah di depan semua orang supaya image nya tidak hancur.
Apa lagi di depan Lin Xiang. Dia harus terus bersikap anggun supaya nanti nya Lian Xiang sadar kalau diri nya jauh lebih baik dari Mei Lian.
Begitulah yang ada di pikiran Qin Ye saat ini. Entah dari mana kepercayaan diri nya berasal.
Lin Xiang tiba tiba izin untuk kembali ke kamar untuk istirahat karena merasa tidak enak badan.
"Maaf semua nya, aku rasa aku harus kembali ke kamar. Aku merasa tidak enak badan. Kalian lanjut kan saja tanpa aku" ucap Lin Xiang.
"Silahkan. Kau istirahat saja, kau pasti lelah kan" ucap Mei Lian lembut.
"Terima kasih Lian'er" ucap Lin Xiang tersenyum.
Lin Xiang langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan terburu buru. Hal itu membuat Yun Xue curiga dan membuntuti Lin Xiang.
Untung lah saat ini Yun Yue dalam bentuk roh. Lin Xiang merasa ada yang mengikuti nya dari belakang, tapi dia tidak menemukan siapa pun.
Lin Xiang hanya mengangkat pundak nya dan berjalan terus ke kamar nya. Di kamar nya, Lin Xiang menutup rapat semua pintu dan jendela
Yun Xue mengintip dari celah celah pintu. Dia terkejut saat melihat apa yang ada di dalam sana.
Yun Xue bergegas untuk pergi dari sana sebelum terjadi sesuatu. Yun Xue begitu ketakutan.
Entah lah, apa yang ada di dalam sana sehingga membuat nya takut. Kita kembali pada Mei Lian.
Mei Lian menengok ke sana ke mari mencari Yun Xue tapi tidak ketemu. Yun Xue kembali ke ruang makan.
Dia bersikap seolah tidak ada sesuatu yang terjadi. Mei Lian melihat Yun Xue datang langsung bernafas lega.
"Yun Xue, kau dari mana saja?" tanya Mei Lian serius.
__ADS_1
"Oh aku hanya ke kamar kecil" ucap Yun Xue berbohong.
Dia tidak punya kata yang pas. Mungkin karena terlalu panik jadi dia tidak banyak berpikir.
'Kamar kecil? Memang nya roh mau apa kalau ke kamar kecil?' batin Mei Lian yang bingung dengan alasan yang di buat oleh Yun Xue.
Acara makan malam pun selesai. Qin Ye langsung buru buru masuk ke kamar. Selir ke dua masuk untuk menenangkan nya.
"Menyebalkan menyebalkan menyebalkan!! Aku yang harus nya ada di posisi itu!! Tapi kenapa harus dia?! Dia tidak pantas, hanya aku lah yang pantas!!" ucap Qin Ye melampiaskan semua amarah nya dan membuang semua barang barang yang dia lihat.
"Tenang lah Qin'er, kau harus bisa bersabar. Sekarang mungkin dia yang ada di atas, tapi nanti kau lah yang akan berada di atas. Bersabarlah. Suatu hari kesabaran kita akan berbuah. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil" ucap selir ke dua menenangkan Qin Ye walau pun dia sendiri juga merasa sangat kesal tapi ditahan nya.
"Baiklah, lagi pula aku memang pantas. Ibu benar. Untuk apa aku marah marah untuk dia yang sama sekali tidak sebanding dengan ku?" ucap Qin Ye meredam amarah nya dan menenangkan diri sendiri.
"Kau benar putri ku. Kita harus bermain cantik. Dan kau harus menuruti semua kata kata ku supaya kau bisa mencapai apa yang kau ingin kan" ucap selir ke dua tersenyum pada putri nya.
Kembali ke Mei Lian. Mei Lian berganti pakaian dan menggunakan hanfu polos. Mei Lian membaringkan tubuh nya di kasur dan memejamkan mata nya.
Dia cukup lelah untuk hari ini. Jendela kamar masih terbuka. Xin Xin juga masih di dapur untuk beres beres.
Namak nya pria itu tidak punya niat jahat. Dia terus berdiri di situ tanpa bergerak atau berpindah.
"Aku harus memastikan kau baik baik saja. Aku takut kau kenapa kenapa. Kalau sampai dia berbuat sesuatu pada mu, aku tidak akan pernah mengampuni nya seumur hidup ku" gumam pria itu.
Dia ingin sekali mendekat ke arah Mei Lian dan mengecup kening nya, tapi dia takut musuh nya akan berbuat sesuatu pada Mei Lian.
Pria itu langsung menghilang di kegelapan malam. Xin Xin kebetulan datang dan melihat bayangan yang melesat cepat.
"Apa itu? Apa itu tadi orang ya? Mungkin aku berkhayal karena sangat lelah. Xin Xin, kau ini payah sekali. Hoam" ucap Xin Xin yang sudah merasa mengantuk menutup jendela dan kembali ke kamar nya.
Yun Xue merasa di sini ada yang tidak beres. Tapi tidak tahu apa itu. Dia menepis segala pikiran buruk nya.
__ADS_1
Esok hari nya, Xin Xin yang telah lebih dulu bangun membangunkan Mei Lian yang masih tidur pulas.
Karena dari tadi tidak bangun, Xin Xin mengambil segelas air dan memercikkan nya ke wajah Mei Lian.
Mei Lian merasa ada sesuatu yang mengenai wajah nya dan perlahan membuka mata nya.
"Hoam"
Akhir nya Mei Lian bangun juga. Mei Lian bangun dari kasur nya dan mencuci muka nya supaya tidak mengantuk lagi.
Seperti biasa Xin Xin sudah menyiapkan air untuk Mei Lian mandi. Mei Lian masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri nya.
Setelah selesai, Mei Lian Pergi jalan jalan di temani Xin Xin menghirup udara segar di pagi hari.
Mei Lian tidak fokus dan menabrak seseorang yang ternyata Lin Xiang. Lin Xiang hanya tersenyum.
Lin Xiang ingin membicarakan sesuatu dengan Mei Lian dan mengajak nya ke tempat yang agak sepi.
Yun Xue hanya mengikuti mereka berdua untuk berjaga jaga. Mei Lian tadi nya melarang Yun Xue untuk ikut karena ingin berbicara berdua saja dengan Lin Xiang.
Tapi Yun Xue mengatakan kalau diri nya hanya ingin melindungi Mei Lian. Mei Lian hanya bisa pasrah dengan itu.
"Apa yang ingin kau katakan Xiang Xiang?" tanya Mei Lian yang ingin tahu.
"Em, begini. Besok aku akan kembali ke Kekaisaran Lin. Aku sengaja memberi tahu mu sekarang karena aku ingin kau orang yang pertama kali tahu" ucap Lin Xiang.
Mei Lian tidak menyangka kalau Lin Xiang akan kembali secepat ini. Tapi dia tidak bisa mencegah nya.
"Jangan khawatir, kita akan bertemu lagi di Kekaisaran Lin. Ya, untuk memilih kan jodoh untuk ku. Tapi aku tidak akan memilih karena aku akan langsung menjadikan mu sebagai permaisuri ku" ucap Lin Xiang tersenyum.
Mei Lian ikut tersenyum. Dia tidak tahu apakah harus menolak atau menerima nya. Dia merasa bingung.
__ADS_1
......Bersambung......
Pliss dukung author ya👌