
Para warga desa langsung membicarakan Yun Yue. Suasana di sana menjadi lebih ramai daripada tadi. Tapi Yun Yue tidak menghiraukan semua itu.
Mereka telah sampai di toko Nenek Zhou, toko yang menjual berbagai jenis senjata. Yun Yue sendiri merasa terkagum-kagum dengan semua senjata itu. Begitu tajam!
Sepertinya Nenek Zhou sering mengasah semua senjata itu sehingga semua senjata di tokonya tetap tajam. Nenek Zhou hanya tersenyum melihat tatapan kagum Yun Yue.
Rumor mengenai seorang gadis yang mirip Qiu An yang bersama Nenek Zhou telah sampai di telinga Hua Fei dan Lian Xin. Mereka berdua—ah, hanya Hua Fei—terkejut.
"Nona, kami dengar ada orang yang mirip dengan Nona Qiu An saat ini bersama dengan Nenek Zhou di tokonya. Apa nona ingin melihatnya?" tanya pelayan pribadi Hua Fei.
"Apa?! Jadi, yang dikatakan Lian Xin benar adanya?!" ucap Hua Fei terkejut tidak percaya, namun Hua Fei langsung mengubah sikaonya yang kurang pantas tadi. "Baiklah, sepertinya aku tertarik untuk melihat gadis mana yang mirip dengan Qiu An. Hua Hua, kau tidak perlu ikut. Aku bisa sendiri" ucap Hua Fei pada Hua Hua, pelayan pribadinya.
"Baik nona," jawab Hua Hua sambil membungkuk. Hua Fei membawa kipasnya dan berjalan menuju toko Nenek Zhou, dia sangat penasaran pada Yun Yue.
Di perjalanan, Hua Fei menabrak Lian Xin yang kebetulan juga ingin ke toko milik Nenek Zhou untuk memastikan kalau penglihatannya tidak salah.
"Oh, kau ingin ke sana juga? Jadi kau percaya padaku kan sekarang?" tanya Lian Xin bangga. "Jangan senang dulu, aku ke sana hanya untuk memastikan" jawab Hua Fei menujuk-nunjuk kening Lian Xin dengan jari telunjuknya.
Lian Xin mengerucutkan bibirnya. Hua Fei yang melihatnya mengatakan "Hei, jangan menunjukkan ekspresi seperti itu, Lian Xin!" ucap Hua Fei memperingati.
Mereka berdua berjalan menuju toko milik Nenek Zhou dengan terus berdiam sepanjang jalan. Tidak ada satupun yang berbicara sehingga suasananya menjadi agak canggung.
Entah mengapa Lian Xin yang biasanya banyak bicara sekarang malah berdiam dan bukannya mengoceh sepanjang perjalanan mereka.
Akhirnya mereka berdua telah sampai di depan toko Nenek Zhou. Pandangan mereka terpaku pada gadis yang memakai hanfu berwarna cokelat muda.
__ADS_1
"Qiu An?" gumam keduanya. Mereka terdiam di tempat sambil terus menatap Yun Yue tanpa teralihkan. Yun Yue merasa ada yang mengawasinya dan menoleh ke samping. Dia melihat dua orang gadis yang sedang menatapnya intens.
Hua Fei dan Lian Xin tidak bisa lagi menahan air mata yang terbendung. Mata mereka sudah berkaca-kaca sampai akhirnya air mata membasahi pipi mereka.
Yun Yue bingung dengan dua gadis itu. 'Ada apa dengan mereka?' batin Yun Yue. Hua Fei dan Lian Xin tanpa berpikir panjang langsung berlari dan menghampiri Yun Yue dan langsung memeluknya erat-erat.
Yun Yue masih tidak mengerti dengan situasi saat ini. Yang jelas, dia tidak bisa bernafas. Yun Yue merasa seperti tercekik karena pelukan dari mereka berdua sangat erat.
"Em, kalian berdua. Bisakah melepas pelukannya dulu? Aku merasa sangat sesak" ucap Yun Yue dengan suara tercekal karena hampir kehilangan nafasnya.
"Eh, maaf maaf, kami tidak sengaja" ucap Lian Xin tertawa canggung. "Tapi sebelumnya, siapa kalian?" tanya Yun Yue pada mereka berdua—Hua Fei dan Lian Xin—dengan tatapan bingung.
"Apa yang barusan kau katakan?! Apa kau tidak mengenali kami lagi?! Astaga, Qiu An, apa kau hilang ingatan?!" tanya Lian Xin dengan frustasi.
"Qiu An? Maaf, tapi kalian salah orang. Namaku bukanlah Qiu An, tapi Yun Yue" ucap Yun Yue yang membuat Lian Xin dan Hua Fei terkejut.
"Itu benar, dia bukanlah Qiu An. Namanya adalah Yun Yue. Mereka berdua memang mirip, tapi mereka adalah dua orang yang berbeda" jawab Nenek Zhou tiba-tiba, mewakili Yun Yue untuk menjawab.
Ekspresi Lian Xin berubah menjadi murung. Dia menatap Yun Yue dengan pandangan sedih. Yun Yue yang melihat tatapan Lian Xin kepadanya hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Lian Xin membalasnya dengan senyuman tipis juga. Dia kecewa dengan kenyataan itu. Dia mengatai dirinya bodoh karena salah mengenali orang. 'Lian Xin, kau sangat bodoh!' batinnya.
"Maaf, aku salah mengenali orang. Kukira kau adalah Qiu An" ucap Lian Xin meminta maaf dengan tulus. "Aku juga minta maaf" ucap Hua Fei yang ikut minta maaf.
"Tidak apa. Aku mengerti bagaimana perasaan kalian" balas Yun Yue sembari tersenyum tipis.
***
__ADS_1
Di sebuah taman, terlihat tiga orang gadis yang sedang berbincang dengan serunya. Mereka seperti berada di dunia sendiri dan tidak mempedulikan yang lainnya.
Serorang gadis yang memakai hanfu coklat muda yang duduk di tengah tengah. Di samping kanannya ada gadis yang memakai hanfu berwarna merah muda. Dan gadis di samping kiri yang memakai hanfu berwarna hijau muda.
Ya, itu adalah Yun Yue yang berada di tengah, Hua Fei yang berada di samping kanan, dan Lian Xin yang berada di samping kiri.
""Benarkah? Hahaha" Yun Yue tertawa mendengar cerita dari Lian Xin tentang Hua Fei yang dulunya sangat cengeng. "Itu tidak benar" bantah Hua Fei dengan wajah memerah karena malu.
"Hahaha, sudahlah Hua Fei, Kau tidak perlu malu. Lagi pula itu kan hanya masa lalu" ucap Lian Xin yang sedikit terhibur dengan Wajah memerah Hua Fei.
"Ada yang ingin kutanyakan pada kalian..." ucap Yun Yue tiba-tiba dengan wajah serius. "...aku ingin tahu mengenai Qiu An. Apa yang terjadi padanya?" lanjut Yun Yue yang membuat Hua Fei dan Lian Xin tersedak ludah mereka sendiri.
Yun Yue menatap Hua Fei dan Lian Xin secara bergantian yang sedang terbatuk-batuk sembari memukul-mukul dada mereka supaya batuk mereka segera terhenti.
"Sepertinya aku salah bicara" ucap Yun Yue. Itu adalah pernyataan, bukan pertanyaan. "Ya, aku yakin kau pasti penasaran. Aku akan menceritakannya" ucap Lian Xin sembari menatap ke arah langit. Hua Fei terbelalak saat Lian Xin mau menceritakan hal itu. Dia juga menatap ke arah langit sembari memejamkan mata.
Pandangan Lian Xin berpindah ke arah Yun Yue untuk sementara. "Dulu..." Lian Xin menceritakan semua yang ia tahu. Dia menceritakannya dengan tatapan sendu.
Flashback
Di sore hari di Desa Fangxi, anak-anak di desa itu berlarian ke sana ke mari dengan ceria. Mereka melihat matahari terbenam yang berwarna kuning keemasan membuat mereka tertarik untuk melihatnya.
"Wah, lihat! Apa itu? Sangat indah!"
"Iya, benar! Sangat cantik! Aku tidak tahu apa itu"
__ADS_1
Tiba-tiba seorang gadis menghampiri mereka dan mengatakan, "Itu adalah matahari terbenam, atau bisa disebut sunset. Sangat indah bukan?" ucap gadis itu sembari membungkuk dan menatap anak-anak itu lalu ke arah matahari terbenam.
...🍃🍃🍃...