Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
KUCING HITAM


__ADS_3

"Wah lihat, Kekaisaran Lin datang ke Kekaisaran kita. Kira kira ada apa ya?"


"Apa kau belum tau tentang ini? Kabarnya dia ingin bertemu teman masa kecilnya"


"Teman masa kecil? Kira kira siapa teman masa kecilnya itu?"


"Aku belum tahu akan hal itu"


"Dengar dengar Pangeran Lin sangat tampan. Ingin sekali rasanya menjadi kekasihnya"


Kira kira itulah ucapan para gadis di sekitar kereta Lin Xiang. Xin yu yang mendengar ucapan mereka hanya tersenyum sinis.


'Heh, mimpi saja!! Yang akan menjadi kekasihnya itu hanyalah aku! Kalian bahkan tidak bisa dibandingkan denganku' batin Xin yu yang merasa bangga dengan dirinya sendiri.


................


Di Istana Kekaisaran Mei lian tengah duduk dengan anggun menunggu kedatangan teman lamanya.


Yun xue dalam bentuk roh juga ada di samping Mei lian. Mei lian terlihat waspada. Bahaya bisa datang kapan saja.


Qin ye sedang menata rambutnya dan membersihkan gaunnya dengan tangannya. Sepertinya dia sangat ingin bertemu dengan Pangeran Kekaisaran Lin.


"Kau harus tampil sempurna. Buat dia hanya ingin melihat dirimu" bisik selir kedua.


Qin ye mengangguk. Bagaimana mungkin dia akan melewatkan kesempatan yang berharga ini.


Tak lama kereta dengan bendera Kekaisaran Lin datang. Detak jantung Mei lian berpacu kencang. Dia merasa sangat gugup.


Sudah 10 tidak bertemu, pasti akan ada perubahan. Setelah berpisah, Mei lian jarang berkomunikasi dengan Lin Xiang.


Wajar saja, dia sering di siksa dan dia tidak punya uang sepeserpun. Keadaannya sangat menyedihkan.


'Mei lian, saat menunduk hormat, cukup tundukkan kepala dan langsung bersikap biasa saja' ucap Yun xue melalui pikiran.


Mei lian mengiyakan perkataan Yun xue. Menurutnya, akan lebih baik mendengarkan perkataan Mei lian.


'Entah apa yang terjadi pada Yun yue. Aku merasa cemas. Aku harus cepat menyelesaikan ini' batin Yun xue.


................


Di ruang dimensi Yun yue, dia sedang meramu obat untuk meredakan hawa dingin yang dia rasakan.


Dia mendapatkan itu di hutan elemen. Siapa sangka ada tanaman yang sangat berharga di sana?

__ADS_1


Tepatnya di lereng bukit Dou Hua. Di sana ada berbagai tanaman obat yang langka. Termasuk tanaman yang Yun yue cari.


Flashback


Yun yue membuka matanya dan menyingkirkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Racun nya sudah tidak bereaksi. Yun yue yang merasa bosan dengan tidurnya beranjak dari ranjang.


Dia mengambil hanfu laki laki dan memakai tudung. Dia tidak mau ada yang tau penyamarannya.


Yun yue menggunakan jurus teleportasi ke hutan kematian lapisan pertama. Menggunakan jurus teleportasi menguras banyak tenaga.


Mau tidak mau Yun yue berjalan sambil membawa keranjang untuk mengambil tanaman obat yang mungkin berguna.


Tudung nya di buat agak menurun ke depan supaya wajahnya tidak terlihat. Yun yue berjalan terus ke depan.


Hingga sampai dia di bukit Dou Hua. Yun yue mencium bau tanaman obat tapi agak terasa asing baginya.


Tanaman obat itu belum pernah di temui nya sebelumnya. Yun yue yang penasaran langsung mendaki bukit itu.


Walaupun curam dan licin, Yun yue masih berusaha untuk mendaki bukit itu. Di dunia modern, dia sering mendaki untuk melatih fisiknya.


'Dari semua bukit dan gunung yang aku daki, ini adalah tantangan yang paling berat. Tapi aku tidak boleh menyerah.


Racun itu tiba tiba bereaksi. Tapi Yun yue masih tetap berusaha mendaki. Baginya ini tidak ada apa apa nya.


Yun yue bahkan pernah mendaki gunung bersalju yang suhunya mencapai -70 derajat celcius.


Akhirnya Yun yue sampai di puncak bukit. Di tepi bukit ada banyak jenis tanaman obat. Di sana sangat gelap.


Yun yue melempar batu ke dasar jurang. Beberapa lama tidak terdengar suara batu jatuh. Kira kira 1 menit kemudian baru jatuh.


'Jurang ini lumayan dalam. Aku harus mencari cara' batin Yun yue.


Yun yue mengambil sebuah tali yang lumayan panjang dan mengikatkan nya di pohon dekat jurang.


Lalu perlahan turun untuk mengambil beberapa tanaman obat. Saat sudah selesai Yun yue kembali naik.


Namun di sana ada yang menghadang Yun yue. Spirit beast. Mirip kucing tapi punya tiga ekor.


Entah apa itu namanya. Karena ini hanya khayalan author ya. Jadi bayangin aja. Kucing itu sangat manis.


Warnanya hitam. Dia seperti sedang kesakitan. Yun yue mendekat ke arah kucing itu. Kucing itu bersikap waspada.

__ADS_1


Dia berjalan mundur saat Yun yue berjalan maju. Itu membuat kucing itu semakin menggemaskan di mata Yun yue.


'Manusia!! Jangan berani kau mendekat atau kau akan tau akibatnya' ucap kucing itu melalui pikiran.


"Aku hanya ingin menolong mu. Untuk apa kau bersikap waspada? Aku bukan orang jahat tapi aku juga bukan orang baik. Terserah kau mempercayaiku atau tidak" ucap Yun yue.


Kucing itu dibuat bingung. Bukan orang jahat tapi juga bukan orang baik. Kucing itu bukan lah manusia jadi mana dia paham.


'Sepertinya aku tidak punya pilihan selain mempercayai manusia itu. Luka ku juga sangat sakit' batin kucing itu.


Kucing itu mendekat ke arah Yun yue. Dia bermaksud untuk meminta tolong pada Yun yue. Yun yue berpura pura tidak tau untuk membuatnya kesal.


"Kau mendekati ku untuk apa?" tanya Yun yue tanpa melihat yang diajak bicara.


"Tolong aku" ucap kucing itu dengan suara lirih.


Yun yue ingin mengerjai kucing itu dan berpura pura tidak peka "Oh aku tidak dengar.


"Aku bilang tolong aku" ucap kucing itu dengan nada agak tinggi.


Tubuh kucing itu melemah. Yun yue yang tidak tega menggendong kucing itu dan mencari sungai terdekat.


'Bulunya sangat nyaman' batin Yun yue.


'Aku merasa sangat nyaman di pelukannya' batin kucing itu.


Kucing itu terlelap di pelukan Yun yue. Yun yue telah menemukan sungai dan membuat salep untuk mengobati kucing itu.


Yun yue mengambil sebuah mangkuk kecil dan beberapa tanaman obat. Lalu menumbuknya di mangkuk dengan sedikit air.


Yun yue dengan hati hati mengoles salep pada tubuh kucing itu yang terluka. Beberapa menit kemudian obat itu bereaksi.


Masih ada sedikit bekas tapi nanti lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Kucing itu terbangun di tempat yang aneh.


"Di mana ini? Apa aku di surga? Sepertinya gadis itu meninggalkan ku sendirian. Dasar tidak punya hati!" ucap kucing itu kesal.


"Siapa yang tidak punya hati?" ucap Yun yue tiba tiba muncul.


Kucing itu menengok ke belakang dan melihat Yun yue. Kucing itu gugup harus menjawab apa.


"Eh anu itu" ucap kucing itu terbata bata.


.........Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2