
"Maaf soal itu, aku belum bisa..." ucapan Mei Lian terpotong oleh Lin Xiang.
"Tidak apa, aku pasti akan menunggu" ucap Lin Xiang sambil tersenyum dan meninggalkan Mei Lian sendirian.
Mei Lian menjadi frustasi. Mana yang harus dia pilih? Iya atau tidak? Mei Lian memang menyukai Lin Xiang.
Tapi Mei Lian juga tidak bisa menerima nya. Hubungan persahabatan nya bisa hancur kapan saja karena kesalahpahaman kecil.
"Mei Lian, untuk sementara kau harus menghindari nya. Aku merasa ada yang tidak beres. Ikuti saja apa kataku" ucap Yun Xue menatap Lin Xiang yang sudah menjauh dengan tatapan tajam.
"Menghindari nya? Tapi kenapa aku harus..." ucapan Mei Lian terhenti.
Dia menuruti kata Yun Xue. Mungkin memang benar ada yang tidak beres. Biarkan saja Yun Xue menyelidiki nya.
Bagaimana pun juga, Mei Lian harus mendengarkan Yun Xue. Itu yang terbaik untuk nya saat ini.
Di kamar Qin Ye, dia sedang memakan pil yang dapat membuat wajah bertambah cantik.
Dia bisa menjadi cantik karena batuan dari pil pil itu yang selalu dia minum. Kecantikan nya tidak alami, tidak seperti Mei Lian.
Pelayan pribadi Qin Ye langsung masuk tanpa mengucap kan salam. Itu membuat Qin Ye marah.
"Apa kau tidak tau sopan santun hah?! Berani sekali kau masuk tanpa mengucap kan salam atau apa!" ucap Qin Ye memarahi pelayan pribadi nya yang bernama Xie.
"Maaf hamba lancang nona. Tapi hamba membawa kabar yang amat mengejutkan" ucap Xie dengan nafas yang tersenggal senggal.
"Memang nya ada kabar apa" tanya Qin Ye.
"Pangeran Lin, akan kembali besok pagi" ucap Xie dengan nada ketakutan. Dia takut Qin Ye akan mengamuk setelah mendengar kabar itu.
"Apa kau bilang?! Kenapa cepat sekali? Poko nya aku harus tampil elegan untuk memberi kesan pada nya" ucap Qin Ye beranjak dari tempat duduk nya.
Sedangkan di dapur, para pelayan tengah membicarakan Lin Xiang yang akan pergi besok pagi.
"Apa kau sudah dengar? Pangeran Lin besok akan kembali ke kekaisaran Lin"
__ADS_1
"Sayang sekali ya. Dia pergi secepat itu"
"Padahal aku ingin menarik perhatian nya. Siapa tau aku akan di jadikan selir. Jadi aku tidak perlu bekerja keras.
"Jaga ucapan mu. Kita ini hanya lah pelayan. Mana mungkin bisa. Jangan berkhayal terlalu tinggi"
"Benar, lagi pula kan Pangeran Lin saat ini sangat dekat dengan Pangeran Lin. Kita sudah tidak punya kesempatan"
"Ya, aku tahu itu"
Xin Yu yang sedang memasak mendengar gosip yang sedang dibicarakan dengan para pelayan di sana.
Rencana nya dia ingin membuat sup istimewa untuk Lin Xiang. Tapi dia malah mendengar kabar yang buruk bagi nya.
'Dia akan kembali secepat itu? Kenapa aku baru tahu? Apa kah aku akan ditinggal kan di sini untuk menjadi pelayan selama hidup ku? Bahkan aku rela merendah kan diri ku menjadi seorang pelayan. Tapi apakah yang aku dapat? Tidak bisa, aku harus melakukan sesuatu' batin Xin Yu mencengkram sendok yang dia pegang dengan kuat.
Xin Yu sudah selesai membuat sup dan menghidangkan nya di mangkuk kecil. Dia sudah tidak sabar untuk memberikan nya pada Lin Xiang.
"Xin Yu, kau ingin kemana membawa sup itu?" tanya salah satu teman pelayan nya.
Xin Yu mengetuk pintu kamar Lin Xiang. Kebetulan Lin Xiang ada di dalam sedang menggambar.
"Permisi Pangeran, aku hanya ingin mengantar sup ini" ucap Xin Yu sambil meletakkan sup nya di meja.
Lin Xiang masih fokus dalam menggambar. Dia sama sekali tidak menghiraukan Xin Yu. Itu membuat Xin Yu menahan rasa kesal nya.
Xin Yu penasaran dengan apa yang sedang Lin Xiang gambar sampai membuat nya sangat serius. Dia lagi lagi merasa kesal namun ditahan.
'Apa aku tidak punya kesempatan untuk berada di hatimu? Isi pikiran mu saja semua penuh dengan wanita itu. Sebenar nya apa bagus nya sih wanita itu?' batin Xian Yu mengepalkan tangan nya erat erat.
"Bawa saja sup itu kembali. Aku sedang tidak ingin makan" ucap Lin Xiang ketus.
"Tapi aku eh maksud nya saya di perintah kan putri Mei Lian untuk mengantar sup ini" ucap Xin Yu menundukkan kepala nya.
Lin Xiang berhenti melukis dan menatap Xin Yu agak lama. Lalu dia mengambil sup itu dan langsung meminum nya sampai habis.
__ADS_1
Lin Xiang tiba tiba merasa aneh. Dia berjalan sempoyongan menuju ke kasur. Dia merasa nya sangat tidak nyaman.
"Apa yang kau masukkan ke dalam sup itu hah?!" tanya Lin Xiang marah.
'Saat kau mendengar nama wanita itu ku sebut kan, kau langsung meminum sup itu. Maaf, aku harus melakukan ini. Hanya dengan cara ini, kau bisa menjadi milikku' batin Xin Yu sambil tersenyum.
"Jangan mendekat! Pergi sekarang juga!" ucap Lin Xiang yang melihat Xin Yu mendekati diri nya.
Kembali ke Mei Lian. Dia sedang bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Mei Lian berjalan keluar dari tempat itu dan melihat banyak pelayan berlalu lalang.
'Seperti nya akan ada acara perpisahan' batin Mei Lian.
Yun Xue pergi menuju ke kamar Lin Xiang dan mengintip dari celah pintu. Dia terkejut dengan apa yang di lihat nya.
"Sejak awal pria itu memang sudah tidak beres" ucap Yun Xue menggerutu.
Mei Lian pergi ke kamar nya untuk menulis sesuatu. Dia menutup semua jendela dan pintu.
Skip malam hari nya. Mei Lian berjalan menuju ruang makan. Di sana dia tidak melihat Lin Xiang sama sekali.
'Apa dia marah pada ku karena tadi ya?' batin Mei Lian.
Mei Lian memakan makanan dengan ekspresi yang tidak selera makan. Entah mengapa dia merasa kosong.
Tiba tiba seorang pelayan datang dengan nafas yang tidak teratur. Mei Lian penasaran kenapa dengan pelayan itu.
"Minum lah dulu dan atur nafas mu" ucap Mei Lian sambil memberi kan segelas air.
Pelayan itu awal nya terkejut. Dia tidak menyangka Mei Lian akan sebaik ini. Dia mengambil gelas itu dan langsung meminum nya dalam satu tegukan.
"Sekarang katakan, apa yang terjadi" ucap Mei Lian penasaran.
"Itu itu tadi, aku lewat di depan kamar Pangeran Lin. Aku melihat ruangan nya begitu gelap jadi aku masuk untuk menyalakan lilin. Di dalam aku melihat...melihat..." pelayan itu takut untuk mengatakan nya. Dia menatap Mei Lian cukup lama.
......Bersambung......
__ADS_1