Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
BERTEMU LAGI


__ADS_3

Kita beralih ke Yui. Kini Yui tengah mencoba pedang pasangan miliknya. Pedang itu bernama pedang Bulan Kembar Biru.


Yui bergegas untuk mencari tau tentang pedang itu di perpustakaan. Ketemu! Yui membaca buku tebal kira kira tebalnya 4 cm.


1 jam kemudian Yui selesai membaca. Karena Yui punya IQ yang diatas rata rata jadi bisa dengan mudah mencerna dan terekam di otak encernya itu.


Pihak pengetes IQ merahasiakan hal itu karena bisa dipastikan Yui akan diincar pihak tak bertanggung jawab.


Yui telah mengingat semua isi buku itu. Entah mengapa pedang itu terasa familiar saat pertama melihatnya.


Yui memutuskan untuk ke pasar sekedar cuci mata. Yui pergi menyelinap keluar lewat jendela.


Kenapa Yin sekarang tidak terlihat? Karena Yin pergi ke rumahnya merawat ibunya yang sakit.


Yui menggunakan ilmu peringan tubuh dan sampai di pasar. Yui sangat menyukai suasana di sana.


Yui tak fokus karena melihat ke sana kemari dan menabrak seseorang. Keduanya pun jatuh tersungkur.


'aduh'


Yui merapikan hanfunya dan langsung meminta maaf.


"Maaf aku tidak melihat jalan jadi tidak fokus dan menabrakmu. Sekali lagi maaf"


Yui melihat wajah orang di depannya. Ternyata seorang gadis.


"Oh tidak masalah. Lagipula aku juga salah"


"Eh kamu" keduanya terkejut. Ternyata yang ditabrak adalah orang yang sama di pelelangan. Yui merasa tidak enak.


"Tidak kau tidak salah. Sebagai permintaan maaf, aku akan mentraktirmu makan. Bagaimana?"


"Baiklah. Lumayan ada teman yang menemaniku di sini"


Keduanya bergandengan tangan. Selama perjalanan mereka tertawa dan saling bercanda.


Sampailah di ruang makan. Dan ternyata itu adalah kedai makan milik lotus hitam. Mereka duduk di lantai dua dan meminta menu makanan.


Yui melihat lihat menunya. Ia begitu terkejut melihat makanan modern ada di zaman ini.


"Ada apa?"


"Tidak. Tidak apa apa"


"Apa kau bingung dengan makanan makanan ini? Ya aku ingin jujur padamu tentang sesuatu"


"Sesuatu? Bagaimana kalau aku menyebarkannya?"


"Aku yakin kau bisa dipercaya"


"Baiklah katakan"


"Em, jadi sebenarnya aku adalah queen lotus hitam. Ini salah satu kedaiku. Dan aku berasal dari zaman modern, itu sebabnya banyak makanan yang mungkin menurutmu aneh. Apa kau percaya denganku?"

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak percaya akan hal hal itu. Tapi aku mencoba untuk mempercayainya karena aku sudah mengalami hal hal yang tidak terpikirkan"


"Maksudmu?"


"Aku sama sepertimu, aku juga dari zaman modern"


"Benarkah? Aku kira hanya aku. Ternyata aku punya teman"


Mereka memesan spaghetti (bener gak sih tulisannya). Setelah selesai mereka memutuskan untuk melihat lihat.


Kini keduanya lebih akrab dari sebelumnya. Karena mereka mengalami hal yang sama mungkin.


"Hari sudah mulai gelap. Sayang sekali kita harus berpisah. Sampai jumpa lain waktu"


"Sayang sekali ya. Padahal aku ingin menghabiskan waktu bersamamu"


Mei lian membelai pipi Yui dengan lembut "Tapi kau dan aku harus kembali. Aku berjanji kalau kita akan bertemu lagi. Aku akan mencarimu"


"Janji?"


"Janji"


Mereka berpisah di sana. Tiba tiba kepala Mei lian sakit. Lalu muncul sebuah memori.


"Kakak aku ingin di sini"


"Tapi kita harus pulang"


"Tidak mau aku ingin tetap di sini"


"Sungguh?"


"Tentu saja"


"Baiklah ayo kita pulang"


Mei lian bingung, kenapa selalu ada bayangan dua anak kecil di pikirannya. Mei lian pikir ini mungkin memori dari pemilik tubuh.


Beralih ke Yui. Kini Yui telah kembali ke kediaman. Yui membaringkan tubuhnya yang sangat letih.


"Kapan Yin akan pulang, aku merindukannya. Kira kira dia sedang apa ya?"


Yui teringat akan keluarganya. Ingin sekali Yui melihat mereka walau hanya sekali. Yui mengambil balon dan sebuah kertas dari ruang dimensi.


Yui menulis sesuatu di kertas itu dan mengikatkannya pada tali balon lalu menerbangkannya.


Begitulah, setiap Yui merindukan seseorang maka dia akan melakukan itu.


Yui menangis di tempat namun tidak bersuara. Setelah puas menangis, Yui mengantuk dan tidur.


Sedangkan selir ketiga, Lin yun dan Yun mei tengah merencanakan sesuatu untuk menjebak Yui.


"Bu j*l**g itu sangat mengganggu. Bagaimana kalau dia menghancurkan usaha kita?"

__ADS_1


"Iya bu Lin yun benar, kita harus cepat menyingkirkan dia"


"Tenanglah sayang ibu telah mempunyai rencana"


Mereka pun tertawa. Mereka yakin kalau ini pasti berhasil.


Keesokan harinya, seorang pelayan datang menemui Yui yang tengah menyesap teh. Dia adalah suruhan selir ketiga.


"Permisi nona, Selir ketiga menyuruh anda datang ke taman"


"Baiklah, kau pergilah"


Yui tersenyum menyeringai "Apa yang di rencanakan oleh mereka? Tapi sepertinya akan ada pertunjukan menarik"


Yui pun menuju kediaman selir ketiga untuk memastikan apa rencananya. Sesampainya di sana Yui mendengar suara ambigu dari kediaman selir ketiga.


Ternyata di dalam ada mentri kanan dan selir ketiga.


"Ah tuan tolong ah berhenti ah. Bagaimana jika ah ada yang ah melihat kita?"


"Biarkan saja, lagi pula tugasmu melayaniku dengan baik"


"Baiklah tuan"


Dalam hati selir ketiga, dia menyeringai 'Dasar pria tua, tunggu sampai aku menghancurkanmu maka kau akan menjadi peliharaanku dan akan memuaskanku. Hahaha'


Yui yang mendengar suara menjengkelkan itu menggerutu dalam hati 'Cih dasar tua bangka. Aku tidak mengerti kenapa Ibu bisa menikah dengan tua bangka itu'


Yui bergegas pergi menuju kediaman Lin yun. Di sana juga ada Yun mei.


"Kakak, apa rencana kita akan berhasil?"


"Tenang saja, rencana ini pasti berhasil. Kasim itu bisa di percaya. Saat dia sudah di taman, kita buat dia pingsan dan membuat seolah dia melakukannya dengan kasim itu"


"Rencana ini sepertinya akan berhasil. Aku tidak sabar melihat dia diusir dari rumah ini"


Yui tersenyum menyeringai. Kini ia sudah punya rencana. Lin yun keluar dari kediaman untuk mencari udara segar.


Inilah kesempatan yang bagus untuk Yui. Yui menguntit dari belakang dan memukul tenguk Lin yun menggunakan qi.


Yui melesat membawa Lin yun dengan kecepatan penuh. Orang akan melihatnya sebagai angin kencang yang menerpa.


Yui meletakkan Lin yun di atas rerumputan. Yui melihat seorang kasim dan langsung membuatnya pingsan lalu meletakkannya di samping Lin yun.


Lalu Yui membuat baju keduanya berantakan seolah mereka melakukan sesuatu.


'Hehe kita lihat seberapa hebatnya kalian berusaha menjatuhkanku'


Yui melesat pergi menuju kamarnya dan masuk ke ruang dimensi. Yui sungguh tak sabar menanti pertunjukan bagus.


.....................


Hai semua aku up lagi nih. Maaf ya baru sempet up. Sebenernya aq lagi mikir gimana caranya Yui itu pergi terus berpetualangan bareng sama Mei lian.

__ADS_1


Menurut kalian Yui balas dendam dulu baru pergi atau pergi dulu terus ngasih kejutan buat balas dendam.


Pliss aq butuh saran kalian nih. Komen di bawah ya...


__ADS_2