
"Yui'er? Kenapa? Kenapa kau menangis? Kau baik baik saja kan?" tanya Ayahnya sambil mengusap kepala Yui.
"Hiks hiks hiks" Yui masih menangis di pelukan Ayahnya.
Ayahnya bingung ada apa dengan putrinya memilih untuk mengelus rambut anaknya itu supaya tenang.
Tangis Yui mereda dan melepas pelukannya. Yui melanjutkan makannya dan bersikap acuh tak acuh.
Itu membuat Ayahnya semakin bingung dengan tingkah Yui. Ayahnya juga melanjutkan makannya.
'Aku sangat ceroboh. Kenapa aku malah menangis? Yui, kau sangat bodoh. Kau harus bisa menjaga sikap' batin pemilik tubuh.
Yui eh kita panggil aja Yun yue. Yun yue yang berada di samping Yui hanya menghela nafas.
Setelah makan selesai, Perdana Menteri Kanan menyuruh Yui untuk keruangan nya. Yui langsung mengikuti Ayahnya dari belakang.
Setelah sampai, Perdana Menteri Kanan menutup semua jendela dan pintu juga menyuruh pengawalnya keluar.
"Ada apa anda memanggilku?" tanya Yui.
"Yui'er, Ayah ingin meminta maaf padamu atas semua perlakuan Ayah padamu. Ayah sungguh menyesal. Tolong maafkan Ayah" ucap Ayahnya memohon.
"Sebenarnya, apa yang membuat Ayah bersikap baik padaku?" tanya Yui.
Saat menanyakan hal itu, dada Yui terasa sesak. Ia hanya tidak ingin perlakuan baik Ayahnya hanyalah sebuah topeng.
"Yui'er, Ayah tau kau tidak salah. Ayah lah yang telah salah selama ini. Sebenarnya..."
Flashback
Perdana Menteri Kanan tengah tertidur pulas. Di mimpinya, dia berada di tempat yang gelap.
Tidak ada cahaya sedikitpun. Tempat itu berubah menjadi padang bunga yang indah.
Ada seorang wanita yang bersenandung kecil dan sedang menaiki ayunan yang dihiasi tanaman rambat dan juga bunga.
Perdana Menteri Kanan terbelalak kaget melihat sosok wanita yang ada di ayunan itu.
Beberapa kali menggosok mata tak percaya "Rin mei? Apa itu kau Rin mei?"
"Iya, ini aku" jawab Rin mei ketus.
"Kenapa kau menjawab seperti itu?" tanya Perdana Menteri Kanan cemberut dan ingin memeluk Rin mei tapi Rin mei segera menepisnya.
"Kenapa aku tidak boleh memelukmu? Kau tau betapa rindunya aku padamu?" ucap Perdana Menteri Kanan.
"Kau sudah membuatku marah besar" ucap Rin mei marah.
"Memangnya aku melakukan kesalahan apa?" ucap Perdana Menteri Kanan penuh tanda tanya.
"Kau membuatku kecewa. Kau tidak mengurus Yui'er dengan baik malah menelantarkannya. Padahal aku sudah bersusah payah untuk melahirkannya ke dunia" ucap Rin mei sendu.
__ADS_1
"Untuk apa aku melakukan itu? Dia sudah membuatmu kehilangan nyawa" ucap Perdana Menteri Kanan.
"Asal kau tau saja, aku mati karena diracuni. Dasar kau bodoh" ucap Rin mei menjitak dahi Perdana Menteri.
"Diracuni? Siapa yang meracuni mu? Katakan saja, aku pasti akan memberinya pelajaran" ucap Perdana Menteri.
"Aku tidak bisa mengatakannya. Yui'er sendiri yang akan mengungkap siapa yang telah membunuhku. Kau harus bersikap baik pada Yui'er.
Kalau sampai aku melihat kau membuatnya menangis, maka siap siap saja. Aku akan memberimu pelajaran" ucap Rin mei sambil meregangkan otot otot jarinya.
"Ya baiklah"
"Oh ya berikan cincin ini padanya. Jangan sampai lupa" ucap Rin mei.
Setelah mengucapkan itu, Perdana Menteri langsung bangun. Tadinya dia mengira itu hanya mimpi.
Karena dirinya sangat merindukan Rin mei. Tapi setelah melihat cincin di tangannya, dia yakin itu adalah pesan dari Rin mei.
Flashback
"Ayah mendapat pesan dari Ibumu. Sekarang Ayah sadar, yang Ayah lakukan itu salah dengan mengabaikan mu" ucap Ayahnya sedih.
"Tidak apa, aku sudah memaafkan mu Ayah. Aku sudah tau siapa yang bersalah di sini. Ayah tunggu saja, pasti aku akan menegakkan keadilan untuk Ibu" ucap Yui bersemangat.
"Baiklah, Ayah percaya. Tapi kau harus berhati hati. Jangan sampai melukai dirimu" ucap Ayahnya.
"Tenang saja Ayah. Aku sudah mempunyai bukti buktinya. Tinggal menunggu waktu yang tepat" ucap Yui bersemangat.
"Ya, Ayah berencana untuk merayakannya minggu depan" jawab Ayahnya.
"Baiklah, itu adalah waktu yang tepat untuk membongkar orang yang membuat Ibunda meninggal dunia" ucap Yui girang namun suaranya dipelan kan supaya tidak ada yang tau.
"Kenapa harus di hari itu?" tanya Ayahnya penasaran.
"Karena...dia...adalah...orang yang...membunuh Ibunda" ucap Yui.
"Yui'er, apakah kau yakin?"
"Tentu saja aku yakin. Aku sudah punya buktinya. Apa masih perlu diragukan lagi?"
"Baiklah baiklah, Ayah akan ikut kau saja"
Keduanya pun sepakat menjalankan rencana yang telah mereka susun. Yui kembali untuk beristirahat.
'Yui, kenapa kau tidak mengambil alih tubuhku kembali tadi?'
'Jangan panggil aku Yui. Panggil aku Yun yue'
'Ya ya baiklah Yun yue'
'Aku melakukan itu karena aku tau kau sangat ingin bersama Ayahmu. Aku yakin, kau bisa menyelesaikan masalahmu tanpa bantuanku.
__ADS_1
Anggap saja ini adalah ujian supaya kau bisa menjadi tangguh dan berani mengahadapi masalah yang menantimu.
Bukankah kau ingin menjadi lebih kuat supaya Ayah dan Ibunda mu bangga? Maka tunjukkan kemampuanmu.
Lawan mereka. Jangan takut, aku akan membantumu di saat yang tepat. Percayalah pada dirimu sendiri'
'Baiklah, terima kasih atas batuan mu. Kalau kau tidak ada, mungkin aku tidak bisa mendapatkan semua bukti'
'Tidak masalah. Aku senang bisa membantu. Dan juga, selama aku berada di tubuhmu, aku merasakan kesenangan'
Roh Yun yue menjelang menjadi padat alias Yun yue telah berada di tubuhnya. Yun yue mengucapkan selamat tinggal pada Yui.
Yui sebenarnya sedih, tapi tugas Yun yue telah usai. Jadi ini adalah saatnya untuk Yun yue pergi menempuh dunianya.
Yun yue memilih untuk pergi ke markasnya. Yui sengaja masuk lewat jendela ruangan Mei lian.
Eh kita panggil aja dia Yun xue. Yun xue waspada melihat seorang gadis yang masuk lewat jendela ruangannya.
"Kakak, apa kau sudah tidak mengingatku?" ucap Yun yue cemberut.
"Adik? Apa kau adalah Yun yue?'
'Tentu saja. Masa kakak tidak bisa mengingat adik sendiri?"
Yun xue yang melihat ekspresi adiknya yang menurutnya lucu itu tertawa.
"Hahaha Yun yue. Sini sini, ayo kemari"
"Kakak, kenapa kau belum berada di tubuhmu?"
"Jadi kau sudah mengingatnya?"
"Setelah berada di tubuhku, aku mengingat setengah memoriku. Lalu memangnya Kakak sudah ingat semuanya?"
"Ya aku sudah mengingat semuanya. Termasuk..."
"Kakak Wu xian? Hahaha kakak, wajahmu merah"
"Huh dasar kau ya"
"Kakak, sebaiknya kau membalas dendam pemilik tubuh yang kau tempati. Apa kau tidak merasa kasihan padanya? Setidaknya kau harus tau cara berterima kasih"
"Kau benar juga. Jadi saat aku pergi, tolong jaga organisasi ini ya"
"Hm boleh juga. Aku juga sudah lama tidak memimpin organisasi"
Saat tengah mengobrol, mereka dikejutkan dengan kedatangan Xin xin yang tiba tiba. Xin xin yang melihat Yun yue memiringkan kepalanya bingung.
"Nona, siapa dia?"
......Bersambung......
__ADS_1