
Yun yue kembali ke markas Lotus Hitam. Di gerbang Yun yue bertemu dengan dua penjaga yang hormat padanya.
"Hormat kami pada Queen" ucap dua penjaga membungkukkan badan.
Mereka tidak tau harus memanggil Yun yue apa jadi mereka memanggilnya Queen. Karena Yun yue akan memimpin mereka selama Yun xue tidak ada.
Yun yue melambaikan tangannya. Dua penjaga itu melihat wajah Yui pucat. Walaupun memakai topeng tapi masih bisa terlihat.
"Apa Queen sedang tidak sehat?" ucap salah satu penjaga.
"Aku baik baik saja. Lakukan tugas kalian dengan baik" ucap Yun yue.
"Baik" ucap kedua penjaga serempak.
Yun yue masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Yun yue masuk ke ruang dimensinya.
Dia ingin memastikan racun apakah yang mengalir dalam tubuhnya itu. Fenghuang dan Xiao melihat Yun yue berlalu.
Biasanya saat ke ruang dimensi Yun yue setidaknya akan menyapa mereka. Tapi sekarang tidak.
Mereka berdua bingung dengan tingkah Yun yue. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
Karena Fenghuang saat itu sedang melakukan kultivasi dan Xiao sedang menambah kekuatan dengan menyerap energi spiritual.
Yun yue pergi ke perpustakaan. Yun yue mencari buku tentang racun dengan energi spiritual supaya mudah untuk mencari.
Akhirnya buku itu ketemu. Yun yue membaca dengan cermat isi buku itu. Yun yue membolak balikan halaman.
Dia masih belum menemukan racun yang dia cari. Di halaman terakhir, ini adalah harapan terakhir Yun yue.
Di halaman itu tertulis racun dingin. Racun dingin memiliki gejala yaitu si penderita akan merasakan hawa dingin yang menusuk.
Masih belum ditemukan penawar racun dingin. Hanya bisa memakan pil pereda racun dingin.
Pil itu tidak dapat menyembuhkan, tapi bisa mengurangi rasa sakit. Di sana juga tertulis resepnya.
Tapi tanaman itu termasuk jenis langka. Yun yue sendiri tidak tau di mana tanaman obat itu berada.
Racun dingin bisa bereaksi kapan saja. Jadi harus siap siaga. Yun yue menjadi sedikit gelisah.
Yun yue tidak ingin orang lain tahu kalau dia terkena racun dingin. Bisa bisa semua khawatir padanya.
Dan juga nanti Yun xue tidak bisa fokus pada misinya. Lebih baik sembunyikan saja.
Yun yue ke danau surgawi untuk berkultivasi. Fenghuang dan Xiao menunggu di dekat Yun yue.
Mereka ingin tau kenapa Yun yue tidak menyapa mereka. Bagi mereka itu sangat aneh.
Di saat Yun yue hampir berhasil menerobos, Yun yue merasakan dingin yang menusuk.
__ADS_1
Yun yue mencoba menahan rasa sakit itu sampai berhasil menerobos. Usahanya tidak sia sia.
Yun yue berhasil menerobos dan membuka matanya. Pandangannya kabur dan Yun yue pingsan.
Darah segar keluar dari mulut Yun yue. Fenghuang dan Xiao terkejut dan langsung membawa Yun yue ke mansion.
"Tubuhnya kenapa sangat dingin? Bahkan sedingin es" ucap Xiao.
"Aku juga tidak tau. Apa mungkin saja dia...tapi itu tidak mungkin kan" ucap Fenghuang.
"Untuk mengetahuinya tunggu nona bangun" ucap Xiao.
Di bawah alam sadar Yun yue sedang berada di tempat yang gelap nan sunyi. Yun yue tidak bisa melihat apa apa.
Lalu tiba tiba dia berada di medan perang. Ada seorang jendral menunggangi kuda sambil memegang pedangnya.
Yun yue berteriak dan menutup matanya dengan tangannya. Tapi dia tidak merasakan apa apa.
Yun yue tidak melihat jendral yang tadi. Saat menoleh ke belakang, dia melihat dua gadis sedang bertarung.
Dilihat dari penampilannya, itu adalah raja iblis. Dua gadis itu mirip seperti Yun yue dan Yun xue. Orang yang mirip Yun yue itu menjadi perisai.
Darah mengalir deras dari keningnya. Yun yue berkeringat dingin melihat kejadian itu dan kepalanya sakit.
"Sekarang giliran mu" ucap Raja Iblis tersenyum devil menatap Yun yue.
Disaat yang sama Yun yue terbangun sambil berteriak dan terus memegang kepalanya.
Fenghuang dan Xiao terkejut mendengar teriakan Yun yue dan langsung masuk ke kamarnya.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Fenghuang.
"Apa kau baik baik saja nona?" tanya Xiao yang tak kalah khawatir dari Fenghuang.
"Tidak. Aku baik baik saja" ucap Yun yue.
Padahal tangannya bergetar menunjukkan kalau dia sedang tidak baik baik saja. Fenghuang dan Xiao tentu tau itu.
"Jangan menyembunyikan apapun. Aku tau kau sedang tidak baik baik saja" ucap Fenghuang.
"Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari kalian. Aku tidak mau menjawabnya. Bukankah kalian sendiri sudah tau?" ucap Yun yue.
"Jadi benar?!" tanya mereka berbarengan.
Yun yue mengangguk kecil dan menjelaskan dari awal sampai akhir. Tidak kurang atau lebih.
Yun yue keluar dari ruang dimensi. Ming jun tidak ada di sana karena ada urusan. Dan Wu xian tentunya menemani Yun xue.
Dia sendirian di sana. Bukan arti benar benar sendiri. Hanya saja merasa kesepian, tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Yun yue pergi ke suatu tempat. Tempat itu adalah air terjun yang ada di hutan elemen. Kira kira begini👇
Letak air terjun ini sangat tersembunyi. Mungkin hanya Yun yue, Yun xue, Ming jun dan Wu xian yang tahu tempat itu.
Yun yue tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Yun yue merasa gelisah.
'Racun dingin ini belum ada penawarnya. Apa aku bisa hidup damai dengan waktu lama? Aku takut tidak bisa menghabiskan waktu dengan orang yang ku sayangi'
Yun yue bermonolog dalam hati. Yun yue dikejutkan dengan kedatangan Ming jun. Ming jun sudah melihat Yun yue dari tadi.
Cuman Yun yue tidak menyadarinya. Ming jun melihat Yun yue gelisah memilih untuk turun dan menemuinya.
"Yue yue, ada apa? Kau kelihatannya sedang gelisah" tanya Ming jun.
"Aku hanya merasa kesepian" ucap Yun yue memeluk Ming jun.
"Sekarang tidak lagi. Aku sudah berada di sisimu. Kau tidak akan merasa kesepian" ucap Ming jun sambil mengelus kepala Yun yue.
"Kenapa tanganmu begitu dingin?" tanya Ming jun memegang tangan Yun yue.
"Aku hanya merasa kedinginan" ucap Yun yue.
Ming jun melepas jubahnya dan memakaikan nya pada Yun yue. Yun yue menoleh lalu kembali berbalik.
Sedari tadi Yun yue terus menjawab dengan wajah murung. Sepertinya Yun yue mempunyai masalah.
Tapi Ming jun tidak menanyakan nya karena mungkin Yun yue belum siap untuk mengatakannya.
"Ming jun" panggil Yun yue sambil bersandar di bahu Ming jun.
"Iya"
"Ada yang aku tanyakan padamu"
"Tanyakan saja"
"Apa kau...akan tetap setia padaku? Apa kau akan bersamaku sampai maut memisahkan kita?Apa kau rela jika...aku pergi meninggalkanmu?"
Pertanyaan terakhir membuat Ming jun kaget. Apa yang sedang Yun yue bicarakan? Itulah pikiran Ming jun.
"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu? Tentu saja aku akan selalu ada di sisimu. Jangan tanya hal seperti itu lagi" ucap Ming jun mengelus rambut Yun yue.
'Aku hanya takut kehilangan dirimu'
......Bersambung......
Author baru up soalnya lagi susah buat nyari imajinasi. Aku juga belakangan ini down. Ya udah itu aja😁
__ADS_1