
Semua peserta bergidik ngeri saat mendengar suara itu, mereka merasa terintimidasi. Yun Yue memasang muka datar tanpa takut sedikitpun saat diintimidasi oleh suara yang jelas berasal dari puncak.
"Dia sendiri yang memintanya" gumam Yun Yue mendengus mengejek sambil menoleh ke belakang menatap mayat yang kepalanya terpisah.
Yun Yue melanjutkan perjalanannya untuk ke puncak, jalannya sedikit melambat, namun itu tidak membuat Yun Yue kesulitan. Dia menambah aliran energi spiritualnya untuk meringankan langkahnya.
Di samping Yun Yue, seorang gadis dengan mata sehitam malam, begitu pula dengan rambutnya, dengan memakai tudung menyusul Yun Yue.
Merasa ada orang di sampingnya, Yun Yue langsung menoleh untuk melihat siapa yang dapat menyusulnya.
'Ternyata ada yang telah menyusulku, ya? Kalau dilihat, umurnya satu tahun lebih tua dariku. Gadis ini...telah membuatku tertarik' batin Yun Yue dengan wajah tertarik.
Jangan salah paham loh ya, Yun Yue tertarik karena kemampuan gadis itu, bukan karena Yun Yue penyuka sesama jenis๐
Gadis yang tengah ditatap oleh Yun Yue menoleh ke kanan dan dapat melihat Yun Yue yang menatapnya intens. Dia merasa agak risih mendapat tatapan seperti itu.
"Kenapa sedari tadi nona terus menatapku? Apa ada yang salah denganku?" tanya gadis itu yang membuat Yun Yue berhenti untuk menatapnya.
Pandangan Yun Yue lurus ke depan dan mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis yang kini berada di sebelah kirinya.
'Kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku? Apakah mungkin...dia penyuka sesama jenis?!' batin gadis itu berpikir yang tidak-tidak.
"Aku bukan seperti yang ada di pikiran-mu itu, kau tahu? Aku hanya sedang mengangumi kemampuanmu saja" ucap Yun Yue seolah tahu pikiran aneh apa yang ada di otak gadis itu.
Sedangkan gadis itu menatap lurus ke depan dengan ekspresi datar. Namun sebenarnya dia malu karena sampai berpikir hal seperti itu.
Yun Yue melanjutkan perjalanannya sampai ke puncak. Dia merasa cukup lelah, namun yang lainnya jelas lebih lelah. Bisa dilihat keringat bercucuran membasahi tubuh mereka dan membuat baju mereka basah.
Yun Yue melihat ada tempat duduk langsung duduk di sana dan menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya. Tidak dapat dipungkiri kalau dirinya merasa lelah, walaupun tidak ada keringat di wajahnya.
__ADS_1
"Hei, siapa namamu?" tanya gadis yang berada di sampingnya tadi.
Yun Yue mendongak ke atas untuk melihat tatapan datar dari gadis depannya. "Bukankah kau harus memperkenalkan diri terlebih dahulu untuk menanyakan nama orang lain?"
Mendengar ucapan dari Yun Yue Gadis itu hanya terdiam. Dia duduk di sebelah Yun Yue. "Liu Ran" ucap gadis itu menjawab pertanyaan Yun Yue.
Yun Yue menoleh ke samping dan melihat Liu Ran yang melepas tudungnya. Dapat terlihat wajah gadis itu yang cantik alami, namun masih jauh dari Yun Yue.
"Karena aku telah mengetahui namamu, makan akan ku-beritahukan namaku. Namaku Yun Yue" ucap Yun Yue menatap datar ke depan sambil melepas cadarnya.
Liu Ran terkejut dengan sesosok cantik yang tengah duduk di depannya. Bahkan dia saja terpesona dengan Yun Yue. Pipinya merona tipis karena kagum.
"Aku sudah melihat wajahmu, jadi aku akan menunjukkan wajahmu, supaya adil" ucapnya dengan kembali memakai cadarnya.
Liu Ran segera tersadar dan terbatuk pelan. Dia juga memakai tudungnya kembali untuk menutupi setengah wajahnya. Tak lama, beberapa Tetua Sekte Jiangshi datang menemui peserta yang lolos.
"Aku ucapkan selamat untuk para peserta yang telah lolos sampai ke sini" ucap salah satu Tetua yang membuat para peserta mengalihkan fokus pada mereka.
Semua peserta, termasuk Yun Yue dan Liu Ran beristirahat di tempat yang telah disediakan, namun sebelumnya mereka harus mengisi formulir pendaftaran terlebih dulu.
Kini Yun Yue telah tiba di ruang istirahat yang telah disediakan. Dia menoleh ke samping dan mendapati Liu Ran yang juga menoleh ke arahnya. Selama sesaat keduanya terdiam sambil terus menatap masing-masing.
"Sepertinya kita berada di kamar yang sama" ucap Liu Ran dengan muka datarnya.
"Ya, sepertinya ini adalah takdir" ucap Yun Yue sembari tersenyum tipis membalas ucapan Liu Ran.
Krieet...
Liu Ran membuka pintu itu dengan perlahan dan terlihat sesosok gadis yang sedang duduk di kursi panjang tengah melamun. Karena mendengar suara pintu terbuka, dia menengok ke arah di mana pintu masuk berada.
__ADS_1
"Wah, kalian tinggal di kamar ini juga ya? Selamat datang! Namaku Jian Lin, senang bertemu dengan kalian" ucap gadis itu dengan senyuman manisnya.
Liu Ran dan Yun Yue hanya saling memandang satu sama lain lalu mengalihkan pandangan ke arah Jian Lin dengan senyuman tipis.
"Ya, salam kenal juga" ucap Yun Yue dengan senyuman hangat.
Yun Yue mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang untuk menarik nafas. Jantungnya masih berdebar kencang karena ujian tadi.
"Xiao, tolong ambilkan aku air surgawi, tiga botol ya!" perintah Yun Yue lewat pikiran.
"Baik tuan!" ucap Xiao dengan membawa tiga botol untuk diisi air surgawi.
Xiao berjalan menuju kolam surgawi dan mengisi tiga botol itu dengan air surgawi di sana. Setelah terisi penuh, Xiao menyerahkannya pada Yun Yue.
Tiba-tiba botol berisikan air surgawi muncul dan melayang di udara. Yun Yue mengambil botol berisi air surgawi itu dan meletakkan dua botol lainnya di meja.
Liu Ran dan Jian Lin terkejut saat melihat tiga botol yang tiba-tiba muncul di udara. Mereka menatap Yun Yue dengan tatapan tidak percaya.
"Dari mana botol itu berasal?! Kenapa tiba-tiba muncul di udara?! Apa itu sebuah trik?!" tanya Jian Lin bertubi-tubi.
Yun Yue yang disuguhi pertanyaan bertubi-tubi oleh Jian Lin hanya tersenyum tak berdaya. "Ini adalah rahasia. Ambillah dan minumlah untuk menghilangkan haus" jawab Yun Yue.
Tidak mungkin bagi Yun Yue untuk mengatakan kalau itu berasal dari ruang dimensi. Bisa-bisa mereka berdua pingsan saat mendengarnya.
Tanpa bertanya lagi, Jian Lin dan Liu Ran langsung mengambil botol itu dan meneguk air surgawi yang ada di dalamnya. Saat selesai meneguknya, Liu Ran terkejut.
Saat ini mereka merasa segar seperti habis mandi. "Apakah ini air surgawi?!" tanya Liu Ran dengan nada tidak percaya.
Jian Lin terkejut saat mendengar hal itu sampai-sampai dia menyembur air yang ada di mulutnya. Beruntung Yun Yue menghindar, atau semburan itu akan terkena wajahnya.
__ADS_1
"Tidak, ini bukan air surgawi. Bagaimana mungkin aku dapat memilikinya sebanyak ini? Bahkan Keluarga Kerajaan tidak akan memiliki air surgawi sebanyak ini untukperorang kan?" ucap Yun Yue berbohong.
...๐๐๐...