
Tidak mungkin bagi Yun Yue untuk mengatakan kalau itu adalah air surgawi, karena kalau tidak hal itu akan membuat mereka bertanya-tanya mengenai identitas dirinya.
"Oh, sepertinya aku salah" ucap Liu Ran menetralkan ekspresinya menjadi muka datar.
***
Di sebuah lapangan yang luas seperti stadion, dengan ring yang berada di tengah-tengah. Hampir setengah dari stadion itu terisi oleh orang-orang, baik peserta maupun penonton.
"Wah, ramai sekali ya di sini!"
"Tentu saja! Pertandingan ini sangat menarik, karena hadiah untuk pemenangnya adalah sebuah Jade Spirit Naga!"
"Wow, hadiahnya sangat bagus! Bahkan murid dari Sekte lain ikut dalam pertandingan ini!"
Suara bisik-bisik orang membuat suasana menjadi sedikit ricuh. Yun Yue juga telah sampai di stadion dengan Jian Lin dan Liu Ran di sampingnya.
"Wow, ramai sekali yang ingin menonton! Aku menjadu bersemangat!" ucap Jian Lin dengan mata berbinar dan semangat penuh tekad.
Sedangkan Yun Yue dan Liu Ran hanya menggeleng-gelengkan kepala pelan karena tingkah Jian Lin.
Di salah satu bangku untuk tempat duduk penonton, seorang pria bermata merah dengan surai berwarna hitam dengan mengenakan tudung memberikan kesan misterius.
Pria itu tampan, namun pandangannya sangat dingin bagaikan dinding es yang tak dapat terpecahkan. Namun, saat pandangan pria itu bertemu dengan Yun Yue, dia tersenyum.
"Semangatlah, Yue Yue" gumam Pria bermata merah itu dengan senyuman hangat.
__ADS_1
Yun Yue duduk di kursi peserta dan menunggu pertandingan di mulai. Mungkin akan cukup lama, karena katanya akan ada tamu spesial yang akan datang untuk melihat pertandingan.
Para penonton yang ingin melihat pertandingan juga terus berdatangan dan membuat stadion menjadi penuh. Yun Yue merasakan ada yang sedang menatapnya, namun karena tidak ada niatan jahat, Yun Yue hanya membiarkannya.
"Tetua-Tetua dari Sekte Pedang Suci telah tiba!" ucap seorang yang ditugaskan untuk memberitahukan tamu spesial, mereka salah satunya.
Yun Yue memperhatikan satu-satu wajah dari para Tetua Sekte Pedang Suci. Kemudian, dia tersenyum. Namun, senyuman itu dengan cepat memudar.
"Tetua-Tetua dari Sekte Tian Lan telah tiba!"
Tak lama setelah Tetua dari Sekte Pedang Suci, Tetua dari Sekte Tian Lan hadir untuk menyaksikan pertandingan.
"Baiklah, karena tamu spesial kita telah tiba, mari kita mulai pertandingan yang seru ini!" ucap seorang pria paruh baya yang bertugas sebagai MC.
"Aturan pada pertandingan ini adalah, tidak boleh saling membunuh, namun boleh untuk membuat lawan terluka parah. Jika keluar dari ring, maka akan dianggap kalah. Tidak boleh ada kecurangan dalam pertandingan ini, atau akan mendapatkan hukuman berat. Sistem dari pertandingan ini adalah acak. Peserta akan dipersilahkan untuk mengambil nomor di dalam kotak. Karena jumlah pesertanya hanya 25, maka pada babak pertama ada yang mendapat undian kosong dan tidak ikut dalam babak pertama" jelas MC panjang lebar menjelaskan tentang undian ini.
"Baiklah, sekarang tiba saatnya untuk para peserta mengambil nomor undiannya!" ucap MC.
Yun Yue berdiri dari duduknya dan mengantri untuk mengambil nomor undiannya, diikuti Liu Ran dan Jian Lin di belakangnya.
"Akh, tidak! Aku tidak mendapat undian kosong!"
"Kenapa? Kenapa bukan undian kosong?!"
"Bukan undian kosong?!"
__ADS_1
Para peserta berteriak frustasi karena mereka tidak mendapat undian kosong. Yun Yue hanya menatap sinis mereka, terkesan meremehkan.
Kini tiba saatnya untuk Yun Yue mengambil nomor undian. Dengan santai dia mengambil satu nomor undian yang teraih oleh tangannya tanpa harus memilah-milah token undiannya.
Dia langsung keluar dari barisan dan pergi ke tempat yang lebih sepi untuk melihat token undian yang dia dapatkan. Yun Yue membalikkan token-nya dan ternyata dia mendapatkan token kosong.
Dia tersenyum puas. "Sepertinya aku sedang cukup beruntung" gumamnya dengan senyuman puas yang masih menghiasi wajahnya.
"Kau dapat token nomor berapa?" ucap Jian Lin yang tiba-tiba menghampiri Yun Yue untuk melihat token yang dia dapatkan.
Jian Lin menatap ke arah token yang tengah di genggam Yun Yue dan tidak ada nomor di sana. Jian Lin terkesiap saat melihat hal itu dan membuatnya berteriak.
"Apa?! Jadi kau–?!" ucapan Jian Lin terbungkam oleh tangan Yun Yue yang melarangnya untuk melanjutkan perkataannya.
Alhasil para peserta menoleh ke arah mereka berdua saat mendengar teriakan Jian Lin. Yun Yue yang ditatap oleh hampir seluruh peserta hanya tersenyum tak berdaya.
"Ah, maaf, maaf?" ucap Yun Yue dengan tangan yang masih membungkam mulut Jian Lin.
Jian Lin terus meronta minta dilepaskan, akhirnya Yun Yue melepaskan tangannya dari mulut Jian Lin. Jian Lin mengambil kesempatan untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya karena dia tadi cukup kesulitan untuk bernafas.
"Jian Lin, kau harus merahasiakan hal ini. Jangan sampai orang lain tahu kalau aku mendapatkan undian kosong, mengerti?!" ucap Yun Yue dengan nada memperingati dan wajah yang mengintimidasi.
Jika sampai orang lain tahu kalau Yun Yue mempunyai undian kosong, bisa-bisa Yun Yue dimusuhi oleh para peserta pertandingan ini. Jian Lin yang melihat wajah menyeramkan Yun Yue menjadi mematung dan mengangguk pelan dengan takut.
"Bagus, kau memang cukup bisa diandalkan!" ucap Yun Yue sambil menepuk-nepuk punggung Jian Lin dengan senyuman manis, namun bagi Jian Lin itu adalah senyuman iblis yang lebih menakutkan lagi.
__ADS_1
***
Hey hey hey!!! Ada yang lagi nunggu novel ini? Maaf ya, author gk update beberapa hari ini😥. Rencananya author pengen ngasih crazy up gitu, tapi gak kesampean. Btw, kemarin author ultah nih, tapi gk ada yang ngasih hadiah🤧. Kalian masa tega sih gk ngasih hadiah buat author?! Kalo mau kasih, kasih aja hadiah buat novel ini dengan like, vote, rate, ato mau kasih bunga, kopi, pisau, kursi pijat, ato piala jg boleh😅. Y udh, ditunggu hadiahnya y, buahahahaha😁...