Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
PEMBALASAN DIMULAI


__ADS_3

'Aku hanya takut kehilangan dirimu. Mungkin kau bisa menerimanya. Tapi jika kau mungkin akan merasa sedih.


Dan juga bersalah. Aku ingin kau bahagia walau itu bukan bersamaku' batin Yun yue dalam hatinya.


Ming jun menoleh ke samping karena sedari tadi Yun yue tidak bicara sepatah kata pun.


Ternyata Yun yue terlelap di bahunya. Ming jun menggendong Yun yue sampai ke kamar dan membaringkan dengan hati hati.


Ming jun duduk di samping Yun yue dan merapikan rambutnya yang berantakan. Sedang di alam bawah sadar Yun yue...


Yun yue tidak tau sedang ada di mana. Seingatnya tadi dia sedang tidur, mungkin ini di dalam mimpinya.


Lalu di mimpinya ada Ming jun yang sedang menghampirinya sambil tersenyum.


Yun yue masih mencerna apa yang sedang terjadi. Tiba tiba ada seorang gadis cantik menghampiri Ming jun.


Mereka bermesraan di depan Yun yue. Seolah Yun yue tidak pernah berada di sana.


'Aku rela kau dengan yang lain. Asal dia itu wanita baik baik. Apa ini bisa disebut masa depan?' batin Yun yue.


Pemandangan mesra berubah menjadi pemandangan yang menyedihkan. Saat di mana wanita itu menghancurkan semuanya.


"Ming jun!!"


Yun yue berada di tempat gelap dan sunyi. Gambaran gambaran itu berputar putar seperti film.


Itu bukan masa lalu atau masa kini tapi mungkin bisa dibilang masa depan. Tapi Yun yue tidak tau apa itu benar atau tidak.


Perlahan Yun yue membuka matanya. Dilihatnya Ming jun di sampingnya sambil memegang tangannya.


"Kau sudah bangun?" tanya Ming jun.


"Iya. Kenapa kau tidak kembali? Apa urusan mu sudah selesai?" tanya Yun yue.


"Maksudmu aku tidak boleh ke sini? Jadi kau mengusirku?" ucap Ming jun penuh drama.


'Apa ini yang di hadapanku ini adalah seorang laki laki?' batin Yun yue dengan ekspresi sulit dijelaskan.


"Aku tidak berniat untuk mengusir mu. Tapi jika urusan mu belum selesai, lebih baik selesaikan dulu" ucap Yun yue.


"Urusanku belum selesai. Dan mungkin tidak akan pernah selesai" ucap Ming jun santai.


"Lalu?"


"Karena urusanku itu adalah kau" ucap Ming jun tepat di telinga Yun yue.

__ADS_1


Yun yue merasakan perasaan yang aneh. Tubuhnya terasa tegang. Ming jun tiba tiba memeluk dirinya.


Yun yue masih dalam mode terkejut. Yun yue ragu untuk membalas pelukan Ming jun.


"Peluk aku" ucap Ming jun tanpa melepas pelukannya.


Yun yue perlahan memeluk Ming jun. Perasaan hangat terasa di tubuh Yun yue. Sangat hangat.


"Lebih baik kau tidur lagi. Sepertinya kau sedang sakit" ucap Ming jun melepas pelukannya.


"Aku tidak bisa. Saat aku tidur aku selalu mimpi buruk" ucap Yun yue.


"Jangan khawatir, aku di sini" ucap Ming jun membujuk Yun yue untuk tidur.


Yun yue setuju untuk tidur. Ming jun menemaninya di sampingnya. Ming jun malah mengusili Yun yue.


'Menggemaskan'


"Apa sudah cukup? Bukankah aku harus tidur?"


Yun yue terbangun karena Ming jun terus saja mengusili nya. Ming jun tertawa dan berhenti mengusili nya.


"Hahaha. Baiklah kau tidur saja sekarang"


..............


"Mei mei, apa kita benar benar akan masuk ke dalam? Aku agak ragu" ucap Xin xin. Dari matanya terpancar keraguan.


"Aku harus membalas dendam dari nona dari jie jie. Setelah itu aku akan kembali ke tubuhku yang asli" ucap Yun xue.


"Lalu, jie jie bagaimana?" tanya Xin xin.


"Itu untuk nanti nanti saja" ucap Yun xue menarik Xin xin untuk masuk.


Yun xue langsung masuk ke aula. Kebetulan semuanya sedang berkumpul. Semua menatap pada Yun xue.


"Kenapa kau kembali?! Bukankah kau ingin pergi ya pergi saja!" ucap Kaisar Lu.


'Kau pikir aku tidak tau apa kalau kau mengutus pengawal untuk mencariku?' batin Yun xue menggerutu.


"Memangnya kenapa kalau aku kembali? Memang apa masalah kalian? Aku juga masih punya hak di sini.


Aku juga tau sebenarnya ini istana milik Ibuku, tapi saat beliau telah meninggal kau (menunjuk Kaisar Lu) mengambil alih semuanya.


Jika bukan karena Ibuku mencintaimu dan ingin menikah denganmu maka kau tidak akan pernah menjadi Kaisar.

__ADS_1


Menurutku kau tidak pantas menjadi Kaisar. Dulu Kekaisaran ini berkembang pesat, tapi saat kau mengambil alih, posisi kita menjadi merosot.


Sudah jelas bukan? Jadi aku ke sini karena aku ingin mengambil yang seharusnya menjadi milikku.


Kau juga menggelapkan pajak dari rakyat dan membuat rakyat kita sengsara. Jadi aku ingin kau segera pergi" ucap Yun xue penuh dengan keagungan.


'Sejak kapan dia menjadi pandai bicara seperti itu? Sekarang dia sangat sulit untuk di lawan'


'Dia memancarkan aura keagungan. Bahkan tuan saja tidak memiliki satu persen pun dari aura miliknya'


'Setelah pergi, dia menjadi semakin hebat saja. Apa mungkin selama ini dia berguru dan menjadi lebih kuat untuk merebut semuanya?'


'Tidak bisa. Aku tidak bisa kehilangan semua yang telah aku punya dan aku tidak akan membiarkannya menang'


Para selir membatin di dalam hati mereka. Mereka mencoba menahan rasa amarah yang sudah menyeruak dalam diri mereka.


Bahkan Kaisar Lu juga berkeringat dingin. Dalam hatinya dia memaki maki Yun xue. Dia tidak ingin posisinya dilengserkan oleh bocah berusia 16 tahun.


Bukankah itu akan menjadi lelucon bagi semua orang? Mau taruh di mana mukanya nanti.


'Aku harus mencari cara untuk mempertahankan posisiku sebagai Kaisar. Tidak boleh sampai terjatuh ke tangannya' batin Kaisar Lu.


"Mei'er, kau masih begitu muda. Tuan akan merasa tidak enak kalau kau menanggung semua sendirian.


Biar saja tuan yang memegang kendali. Jika kau sudah besar, maka kami akan dengan senang hati memberikannya padamu'" ucap salah satu selir.


'Dia kan bodoh, pasti dia akan menerima saran dariku dan akan dengan mudah untuk menyingkirkannya' batin selir itu.


'Tidak tahu diri. Posisinya hanya sebagai selir tapi dia menasihati ku?' batin Yun xue.


"Bibi sangat baik, tapi bukankah bagus kalau aku mengambilnya sekarang? Aku ini masih muda dan aku bisa sekalian belajar.


Dan bibi, jangan memanggilku dengan panggilan sedekat itu. Karena setahuku kita tidak sedekat itu" ucap Yun xue.


"Tolong jangan panggil aku bibi ya, itu terlalu canggung" ucap selir tadi.


"Lalu kalau aku tidak memanggilmu bibi, aku memanggilmu apa? Ibu? Tapi kan kau hanya selir. Sesuai tradisi, selir tidak boleh dipanggil Ibu.


Atau aku akan memanggilmu selir saja? Bagaimana menurutmu" ucap Yun xue tersenyum licik.


"Eh, lebih baik panggil aku bibi saja kalau begitu" ucap selir tadi tertawa canggung.


'Beraninya dia menekan kata selir untuk memanggilku. Panggilan Bibi akan lebih baik. Kita lihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya' batin selir tadi.


......Bersambung......

__ADS_1


Author nya down jadi mager buat up. Plisss kasih semangat buat aku. Jan lupa like vote and rate donk😭


__ADS_2