Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
Chapter 6


__ADS_3

Mei lian pun telah siap menunjukkan bakatnya. Ia membawa gitar dan duduk lalu ia mulai menyanyikan satu lagu.


Ada satu cerita tentang sebuah rasa


yang muncul tiba-tiba


hanya karna rasa suka


sa ni tara tau kalo de ni suka sa


akhirnya de pu pacar yang emosi sama sa


jujur sa su bilang kalau sa ni tara tau


sa juga tau diri tara mungkin sa mo ganngu


de yang gatal gatal sa


de yang mati gila sa


skarang ko emosi baru ko mo rancang sa


makanya


kalo ko cinta dia itu ko jaga


sekarang su terjadi baru ko ganas


ko bawa dia sudah biar ko puasbaru mo bikin apa kalau memang de yang suka


sa cuma anggap de itu teman biasa


maaf kalo ko sakit hati bukan sa


ko dengar ini jang emosi sa


karna de yang bidik-bidik sa


de yang udik-udik sa


we jang bodok-bodok ka


otak itu pake bah


sa santai


karna memang sa bukan PHO


jadi ko bawa de jauh-jauh sudah mo


makanya kalo ko cinta dia itu ko jaga


sekarang su terjadi baru ko ganas


ko bawa dia sudah biar ko puas


sa su cape

__ADS_1


dapa rancang-rancang trus


ko yang heboh


bikin ko punya jurus


mungkin ko kurang piknik iyo to


mending sa mabo dada saja buat ko


sa su cape dapa rancang-rancang trusko yang heboh


bikin ko punya jurus


mungkin ko kurang piknik iyo to


mending sa mabo dada saja buat ko


(maaf ya author bingung mau lagu apa jadi ya udah itu aja😅🙏)


Mei lian memainkan gitarnya dengan anggun dan suaranya yang merdu membuat siapapun yang melihat dan mendengarnya akan terpana. Mereka berpikir kalau rumor itu salah.


"Kau dengar kan lagu yang dimainkan, sangat bagus"


"Iya sangat bagus aku pun menyukainya"


"Rumor mengatakan ia tak bisa bernyanyi, tapi nyatanya sangat pandai"


"Rumor tetaplah rumor. Tidak bisa dipercaya"


"Ya, lain kali aku tidak akan meremehkannya lagi"


"Maaf aku harus mengundurkan diri karena sedang tidak enak badan"


Mei lian langsung pergi ke kamar kediaman tamu. Kekaisaran Wei pun mengundurkan diri dan menghampiri Mei lian. Mereka pun memutuskan mengobrol di gazebo.


"Mei'er ayah tidak menyangka kau sangat berbakat. Ayah bangga padamu"


"Kami juga"


"Mm, Mei lian. Maukah kau tinggal di kerajaan kami. Kami tau kau sangat tersiksa di sana. Kami tidak mau kau kenapa napa"


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku ayah. Tapi aku tidak bisa sekarang. Aku harus membalaskan dendam dulu lalu setelah itu aku akan kesana. Aku berjanji"


"Baiklah, tapi kalau kau butuh apapun beritahu kami"


"Baiklah ayah, ibu, gege, jie jie. Aku undur diri mau beristirahat"


"Baiklah"


Mei lian menuju ke kamarnya. Namun bukan untuk beristirahat tapi pergi ke ruang dimensi.


Di ruang dimensi


"Haaaiii dimana kalian? Cepat keluarlah"


Mereka berlima (Xiao huo, Xiao tian,Xiao long, Xiao bai, dan Xiao hu) pun menghampiri Mei lian dalam wujud manusia.

__ADS_1


"Mei'er, kenapa kau baru menemui kami?"


"Iya benar, kami sangat merindukanmu"


"Apa kau sudah lupa dengan kami"


"Maaf aku baru bisa datang kesini"


"Kau kesini pasti kesini untuk berkultivasi" Mei lian pun hanya cengengesan.


Mei lian duduk di sebuah batu dan mulai berkultivasi. Kalo kalian penasaran Mei lian di tingkat mana, nih author kasih tau deh. Jadi Mei lian sudah mencapai bintang 3 tingkat langit. Setelah delapan hari berkultivasi artinya 4 jam di dunia nyata. Dan terdengar suara ledakan. Booommm...


Mei lian membuka matanya. Lagi lagi ia merasa kurang puas karena hanya berada di bintang 4 tingkat jendral.


Xiao long, Xiao bai, dan Xiao hu pun hanya bisa geleng geleng kepala dengan sikap tuannya. Berbeda dengan Xiao huo dan Xiao tian yang memang sudah terbiasa dengan itu. Semakin naik tingkat, Mei lian semakin cantik. Mei lian pun berlatih fisik. Selain untuk memperkuat pondasinya, juga untuk berjaga jaga kalau ia tidak bisa menggunakan kultivasinya.


Mei lian pun keluar dari ruang dimensi. Ia merasa bosan. Lalu terlintas di pikirannya untuk menjelajah hutan kehidupan karena ia sama sekali belum pernah kesana. Setibanya disana Mei lian berdecak kesal.


"Ck, kenapa sepi sekali tidak ada hewan satupun"


Lalu Pak tua tiba tiba mentelepati Mei lian.


"Hei"


"Oh pak tua, sudah lama kau tidak mentelepati ku. Ada apa sekarang tiba tiba memanggilku"


"Pergilah ke bukit kembar"


"Untuk apa aku kesana"


"Kau akan tau nanti"


"Kenapa selalu saja begitu"


"Sudahlah cepat kesana. Tapi kau harus berjalan kaki, jangan menggunakan teleportasi"


"Cih, baiklah kalau begitu"


Mei lian pun berjalan kaki menuju bukit kembar. Ia sangat penasaran dengan itu karena ia sangat penasaran. Jika ia menemui tanaman obat dan racun, maka langsung saja dibabat habis olehnya.


Mei lian menemukan sungai. Ia segera berendam di sungai itu. Ia sangat menikmati mandinya. Mei lian pun berburu hewan kelinci untuk dimakannya. Mei lian membersihkan daging itu lalu membakarnya dengan bumbu dioles pada daging kelinci. Mei lian sudah kenyang.


Ia pun beristirahat sejenak (padahal ini udah siang tapi malah asik asikan tidur. Sama kaya authornya😌). Mei lian tidur sampai sore. Ia pun membersihkan diri di sungai dan membakar kelinci lagi. Sedangkan di kerajaan Bai, Xin xin sedang cemas karena nonanya eh maksudnya mei mei nya tidak ada di kamarnya. Ia mondar mandir kesana kemari sampe nabrak tembok🤣. Lalu ia duduk di pinggir ranjang. Ia melihat ada kertas di meja rias. Ia pun membuka kertas itu dan membacanya.


Isi surat itu


Hai jie jie ku yang cantik, apakah surat ini jie jie yang membacanya? Kuharap iya. Jie jie pasti sedang mencariku mei mei mu yang cantik jelita tiada tanding dan imut seperti panda🤣. Maaf aku tidak memberitahu mu kalau aku pergi. Lain kali aku akan mengajakmu keluar dari kekaisaran terkutuk itu (maksudnya kekaisaran Lu) tapi setelah balas dendam kepada kaisar s**l*n itu dan selir j***ng itu. Jaga diri baik baik jie jie karena aku akan pulang besok. Jika ada yang ingin menemuiku bilang saja aku sedang istirahat. Sampai jumpa jie jie...


Mei lian pun melanjutkan jalannya. Setibanya di sana ada seorang pria berdiri di sana.Pria itu tersenyum pada Mei lian. Disampingnya juga ada seorang perempuan yang juga tersenyum pada Mei lian. Lalu muncullah pak tua yang menyuruhnya datang ke sini.


"Temuilah mereka"


"Eh, siapa dua orang yang ada di sana"


"Ayo kesana dulu, nanti akan aku jelaskan"


Mei lian pergi menuju dua orang itu dan menatap mereka meminta penjelasan. Kedua orang itu mengangguk pada pak tua.

__ADS_1


"Jadi..."


Halo aku up nih. Penasaran sama kelanjutannya? Tunggu authornya up dulu ya😅. Oke segini dulu kita lanjut nanti. See you😘...


__ADS_2