
Zombie mini terkejut mendengar perkataan dari Yun Yue. Mereka berpikir kalau perkataan Yun Yue tentang pemimpin itu benar. Tapi mereka tidak setuju untuk menjadi bawahan Yun Yue.
"Hei, kami ini masih punya harga diri! Bagaimana mungkin kami akan tunduk pada manusia?! Mimpi saja kau!" ucap zombie mini dengan lantang.
Yun Yue hanya tersenyum tak berdaya. Dia memang tidak bisa meremehkan mereka. Yun Yue menatap zombie yang dia angkat tadi dan menurunkannya.
Yun Yue berkacak pinggang dan menatap seluruh zombie mini di hadapannya dengan intens. Yun Yue tersenyum menatap mereka. Yun Yue diam diam merasa bangga dengan mereka.
"Kuakui, kalian memang hebat. Aku pasti akan membuat kalian takluk di hadapanku," ucap Yun Yue menunjuk mereka semua dengan percaya diri, "kalian bebas untuk memberikan aku tes apapun. Jika aku menang, kalian harus menjadi bawahanku. Kalau aku kalah, aku akan menyanggupi satu permintaan kalian" lanjut Yun Yue.
Para zombie mini berkumpul untuk mendiskusikan hal itu. Yun Yue hanya tersenyum melihatnya. Para zombie mini mengalihkan pandangan sebentar ke arah Yun Yue dan mulai berembug lagi.
"Baiklah, kami setuju. Kami akan mengajukan tes padamu. Tapi aku menyarankan agar kau menyerah sekarang. Ujian ini bisa dibilang kejam. Belum ada yang pernah ikut, apalagi lulus. Sebenarnya ada satu yang pernah ikut, tapi dia tidak pernah kembali sejak saat itu. Tentukan keputusanmu dengan bijak manusia." ucap salah satu zombie mewakili yang lain untuk berbicara.
Yun Yue tanpa berpikir dulu langsung menyetujuinya, "Tidak perlu tanya aku dia kali. Jawabanku tetaplah iya dan tidak akan berubah walau bibirmu sampai bengkak karena terus menanyaiku hal itu."
"Baiklah manusia, kami sudah memperingatimu. Tapi kau tidak mengindahkannya. Jangan samakan kami kalau terjadi sesuatu hal padamu. Itu di luar tanggung jawab kami." ucap zombie mini memperingati.
Yun Yue langsung masuk ke portal yang telah disiapkan oleh para zombie mini. Yun Yue menengok ke arah mereka dan melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Yun Yue telah sampai di suatu tempat. Tempat itu seperti sebuah desa yang makmur. Penduduknya juga sepertinya ramah-ramah. Yun Yue takjub dengan pemandangan desa itu yang masih asri.
Banyak pohon hijau yang rindang. Mereka sedang melakukan transaksi jual beli. Sudah jelas itu adalah pasar. Di sana ada banyak barang yang dijual.
Sepanjang Yun Yue lewat, para pedagang menjajakan dagangannya dengan penuh semangat. Mereka berteriak seolah suara mereka tidak pernah habis.
Yun Yue tidak tahu apa yang harus dia selesaikan di ujian ini. Dia mencari penginapan yang ada. Akhirnya ada juga penginapan yang Yun Yue temukan.
__ADS_1
Kebetulan di sana sudah sore. Matahari mulai tenggelam. Suara lonceng tiba-tiba berbunyi. Tapi itu adalah suara lonceng yang besar. Semua orang langsung berlarian ke sana ke mari. Mereka semua terlihat panik.
Yun Yue ingin bertanya tapi tidak bisa. Semua tidak mendengar panggilannya. Yun Yue melihat seorang nenek tua yang habis menutup tokonya. Dia pergi menghampirinya.
"Permisi, nenek. Ada apa dengan semua orang? Kenapa mereka buru-buru masuk ke rumah mereka dan menutup rumahnya rapat rapat setelah mendengar suara lonceng?" tanya Yun Yue.
Nenek itu langsung terkejut mendengar suara Yun Yue. Nenek tua melihat ke sana sini dan menjawab dengan lirih. Hal itu membuat Yun Yue semakin bingung.
"Anak muda. Sepertinya kau pendatang baru di sini. Kau mungkin tidak tahu apa yang terjadi di desa ini. Tapi sebentar lagi matahari mulai tenggelam. Ikutlah bersamaku pulang." jawab nenek tua berjalan perlahan ke rumahnya dengan pelan, dibantu Yun Yue.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di suatu rumah yang cukup bagus dan lumayan besar. Nenek tua membuka pintu gerbang dan mempersilahkannya masuk.
Mereka memasuki rumah yang dipenuhi dengan tanaman herbal yang tampak seperti dijadikan tanaman hias untuk mempercantik ruangan itu.
Nenek itu tidak berkata apapun dan sibuk menutup jendela rapat rapat dan mengunci pintu. Yun Yue memandang ke arah nenek tua yang mempersilahkannya duduk.
"Nenek, apa yang sebenarnya terjadi di sini? Aku masih belum mengerti. Bisakah nenek ceritakan padaku?" tanya Yun Yue.
Nenek itu tidak mendengar pertanyaan Yun Yue. Lebih tepatnya tidak mau menjawabnya. Jika itu adalah hal yang tidak bisa diberitahukan orang asing, maka Yun Yue tidak akan memaksa. Sang nenek mengubah topik pembicaraan.
"Nak, nenek akan memasak dulu. Kau bisa menunggu di sini" ucap Nenek tua.
"Nenek, aku bisa membantumu memasak. Biarkan aku saja yang memasak" ucap Yun Yue memaksa.
"Jangan. Kalau dilihat sepertinya kau adalah seorang bangsawan. Jika tanganmu lecet, tidak ada yang mau menikahi mu" ucap Nenek tua.
Yun Yue tetap saja memaksa dan akhirnya Nenek tua pun mengizinkan Yun Yue untuk memasak. Yun Yue masuk ke dapur dan mengambil bumbu dapur dari ruang dimensi.
__ADS_1
"Baiklah, waktunya memasak" ucap Yun Yue bersemangat dan mulai memasak.
Bau harum dari masakan Yun Yue menyeruak masuk ke hidung. Yun Yue mengambil piring dan menyajikan masakannya.
Yun Yue meletakkan piring itu di atas meja dan makan bersama nenek tua itu. Nenek itu tidak menyangka. Walaupun seorang bangsawan, tapi bisa melakukan pekerjaan semacam ini.
"Wah, ternyata masakan mu enak juga yah" ucap nenek tua.
"Terimakasih nenek" ucap Yun Yue sambil tersenyum.
"Aku lebih suka kau memanggilku Nenek Zhou" ucap Nenek Zhou.
Yun Yue mengangguk dan mengatakan iya pada Nenek Zhou. Yun Yue mencoba untuk menanyakan tentang masalah tadi. Dan lagi-lagi nenek Zhou mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan menyiapkan kamar untukmu"
Yun Yue hanya mengikuti Nenek Zhou. Saat nenek Zhou selesai menyiapkan kamarnya, Yun Yue memutuskan untuk memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Em, maaf nenek. Aku ingin menanyakan tentang sesuatu yang mengganjal di pikiranku sedari tadi. Jadi, mengapa saat matahari hampir terbenam orang-orang langsung masuk ke rumah masing-masing dan menutup rapat rumah mereka? Itu memang wajar. Tapi semua terlihat begitu panik dan ketakutan" ucap Yun Yue meluapkan isi hatinya.
"Haih. Nak, mungkin kau tidak tahu tentang ini. Akan lebih baik kalau kau tidak mengetahuinya. Kau adalah orang luar. Sebaiknya kau cepat pergi meninggalkan desa ini" jawab Nenek Zhou menghela nafas dan berjalan pergi.
Yun Yue menghentikan langkah Nenek Zhou. Dia masihlah penasaran. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan jawaban yang dia cari.
"Nenek, sebenarnya aku datang ke desa ini karena sebuah misi. Aku pikir itulah misi ku. Aku harus menyelesaikan misi itu atau aku tidak akan bisa kembali" ucap Yun Yue membuat Nenek Zhou goyah.
Nenek Zhou menyuruh Yun Yue duduk di sampingnya. Nenek Zhou terdiam untuk beberapa waktu. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
****
Udah segini dulu. Nanti aq tambahin...