
Mei lian pun memutuskan berendam di bathub untuk menenangkan diri.
"Hmm, sepertinya aku harus pergi"
Mei lian pun menyudahi mandi lalu mengenakan pakaian laki laki karena menurutnya itu memudahkannya bergerak dan tidak ribet. Setelahnya Mei lian menelepati Xin xin untuk datang ke kamarnya. Xin xin pun langsung muncul dengan teleportasi.
Ya, Mei lian mengajari teleportasi dan telepati kepada para anggotanya.
"Ada apa mei mei memanggilku?"
"Jie jie aku ingin kau menggantikanku sementara untuk memimpin para anggota. Aku harus pergi"
"Kemana mei mei? Apa aku boleh ikut?"
"Aku juga tidak tau kemana. Tapi kalau urusanku telah selesai, aku pasti akan kembali. Jie jie, aku percayakan ini kepadamu"
"Huuh baiklah aku tidak akan mengecewakanmu mei mei. Hati hati di perjalanan"
"Baiklah jie jie sampai jumpa"
Mei lian pun teleportasi ke hutan kematian lapisan ke satu. Lalu saat akan melangkah ada yang menelepati Mei lian.
"Kau akan pergi untuk misteri itu?"
"Oh apakah ini kakek"
"Kau pikir siapa lagi"
"Hehehe kakek benar, aku pergi untuk misteri itu"
"Tapi kau harus menemukan keluarga dari tubuh yang kau tempati"
"Apa maksud kakek"
"Jadi sebenarnya ayah dari pemilik tubuh yang kau tempati bukanlah Kaisar itu"
"Oh pantas saja si Kaisar s**l*n itu tidak menyukai pemilik tubuh ini. Lalu aku bagaimana"
"Kau juga akan mengetahuinya nanti"
"Huh baiklah. Lalu bagaimana aku bisa menemukan kebenaran?"
"Pergilah ke hutan kehidupan lapisan paling terakhir"
"Maksud kakek lapisan 9?"
"Bukan ke 9 tapi terakhir"
"Bukankah hutan kehidupan hanya ada 9 lapisan?"
"Sudahlah cepat"
__ADS_1
"Iya iya baiklah"
Mei lian pun pergi ke hutan kehidupan. Ia sengaja tidak menggunakan teleportasi karena ingin menikmati keindahan hutan kehidupan dan sesekali memetik tanaman herbal dan racun. Sampailah Mei lian di lapisan ke 9.
"Aku sudah ke lapisan ke 9 tapi dimana tempat yang kakek maksud? Bukankah ini lapisan yang terakhir? Ternyata semakin kau memecahkan misteri semakin banyak misteri lainnya yang menunggu untuk dipecahkan"
Mei lian yang melihat ada goa langsung berteduh disana. Perutnya pun berbunyi karena lapar.
"Belum lama saja perutku sudah lapar"
Mei lian pun berburu rusa yang kebetulan lewat sebenarnya ia tak tega saat memburu hewan tapi mau bagaimana lagi perutnya sudah keroncongan.
"Maafkan aku rusa aku terpaksa memburumu. Aku sebenarnya tidak tega denganmu"
Mei lian memotong daging rusa dan mencucinya di sungai dekat goa dan membuat sate dari daging itu. Sementara di atas pohon ada seorang pria dengan topeng yang menutupi mata sebelah kirinya tengah menatap Mei lian. Sebuah senyuman terukir di wajah tampannya itu.
"Tidak kusangka kita bertemu lagi"
Pria itu memandangi Mei lian sambil senyum senyum sendiri. Entah apa yang dipikirkan pria itu.
Mei lian merasa ada yang mengawasinya tapi ia tak mempermasalahkan itu. Kalau orang itu tak punya niat jahat ya sudah biarkan saja. Karena risih diawasi terus, Mei lian pun berteriak.
"HEI KAU KELUARLAH AKU TAHU SEDARI TADI KAU MENGAWASIKU"
Pria itu pun turun dari pohon.
"Ternyata kau begitu peka ya. Kau memang gadisku"
"Apa kau memang tidak tahu atau pura pura tidak tahu"
"Ah sudahlah lupakan saja. Untuk apa kau mengikutiku sedari tadi"
"Aku? Aku hanya ingin memastikan kalau gadisku ini baik baik saja"
"Kenapa kau terus memanggilku gadismu?"
"Karena kau adalah gadisku. Tidak ada yang boleh memiliki mu selain diriku"
Deg. Mei lian yang mendengar itu entah mengapa jantungnya berdetak kencang.
'Ada apa denganku, kenapa jantungku berdetak kencang, tidak pernah sekalipun aku seperti ini sebelumnya'
"Hah sudahlah apa kau mau ini" Mei lian memberikan beberapa tusuk sate itu.
"Apa ini bisa dimakan"
"Tentu saja"
"Baiklah"
Mereka berdua makan sate buatan Mei lian. Pria itu pun makan dengan lahap.
__ADS_1
"Kau mengatakan aku adalah gadismu. Lalu apa kau mengenalku"
"Tentu saja"
"Tapi aku tidak mengenalmu, siapa kau"
"Baiklah, namaku adalah Wu xian"
"Aku ingin tahu identitasmu"
"Kau akan tahu tapi tidak sekarang"
Mei lian mengerucutkan bibirnya namun tiba tiba sebuah ciuman mendarat di bibir Mei lian. Mei lian yang mendapat ciuman dari Wu xian sontak terkejut. Mereka berciuman selama lima menit.
"Hei beraninya kau mencuri ciuman pertamaku"
"Memang kenapa lagi pula kau adalah milikku. Hanya milikku seorang. Tidak ada salahnya kan mencium mu sekarang"
"Enak saja, kau bilang aku milikmu. Sejak kapan aku mengakuinya"
"Tidak masalah kalaupun kau tidak mengakuinya tapi kau akan tetap menjadi milikku"
Blush...semburat merah muncul di pipi Mei lian. Ia memalingkan wajahnya karena tidak ingin Wu xian melihatnya. Namun Wu xian mengetahui itu ia hanya tersenyum tipis, sangat tipis.
"Haha kau malu ya"
"Tidak"
"Lalu kenapa pipimu memerah seperti udang rebus"
"Mana ada"
Wu xian pun hanya tertawa geli melihat tingkah gadisnya itu. Suasana pun menjadi hening. Wu xian merasakan berat di samping kanan nya dan saat Wu xian menoleh ia melihat gadisnya tengah tidur di bahu kanan nya. Wu xian pun gemas melihat wajah polos gadisnya saat tidur.
"Kau sangat menggemaskan. Aku ingin secepatnya kau menjadi permaisuriku"
Wu xian pun bersandar di dinding goa. Mereka berdua terlelap di sana.
Sinar mentari memasuki goa. Membangunkan dua insan yang tengah terlelap. Wu xian sudah bangun namun Mei lian tetap saja tidur karena ia merasa nyaman. Wu xian pun hanya senyum senyum sendiri melihat wajah gadisnya.
1 jam berlalu akhirnya Mei lian pun membuka matanya. Dilihatnya Wu xian tengah tersenyum kepadanya. Mei lian pun jadi salah tingkah.
"Kenapa kau menatapku begitu"
"Tidak apa apa. Aku hanya ingin melihat wajah gadisku yang imut ini"
Wu xian yang gemas mencubit hidung Mei lian. Mei lian hanya mengerucutkan bibirnya. Namun lagi lagi Wu xian langsung mencium Mei lian. Blush...pipi Mei lian memerah seperti udang rebus😁. Kali ini mereka berciuman sampai 10 menit. Mei lian yang kehabisan nafas pun memukul pelan dada bidang Wu xian.
"Kenapa kau selalu menciumku secara tiba tiba"
Wu xian hanya tersenyum ke arah Mei lian. Mei lian mencari petunjuk di goa itu namun ia sampai di jalan buntu. Saat telapak tangan Mei lian menyentuh dinding goa, tiba tiba goa bergetar dan dinding goa terbuka.
__ADS_1
Halo gaes nih aku up lagi. Nantikan kelanjutannya besok ya kalo author dah up😅. Siap siap nanti ada adegan romantis dari Wu xian dan Mei lian. Kira kira gimana lanjutannya ya? Kalo mau tau terus dukung author dengan cara like, coment, vote, dan rate ya. See you...