
Mei Lian (Yun Xue) POV
"Kau salah paham, aku bukan lah Xue'er mu. Aku adalah Mei lian yang asli. Dia sekarang dalam bentuk roh dan hanya aku yang bisa melihat nya. Oh ya, kau kekasih nya ya?" tanya Mei lian.
"Kekasih?" tanya Wu xian. Telinga nya sekarang memerah.
"Ya, bukankah kau kekasih nya? Dia sendiri yang mengatakan padaku" ucap Mei Lian.
'Dia mengatakan kalau aku kekasih nya? Bukankah itu artinya dia...' batin Wu Xian. Kini telinga nya makin memerah.
Wu Xian langsung pergi begitu saja. Dia benar benar merasa amat bahagia. Mei Lian hanya menaikkan pundak nya.
Mei Lian masuk ke dalam dan duduk di kursi. Di hadapan nya ada meja rias. Mei Lian melepas aksesoris rambut satu persatu.
Yun Xue hanya menghela nafas. Saat dia kembali, mungkin dia akan diserbu pertanyaan oleh Wu Xian.
Xin Xin melihat nona nya sudah kembali dan membantu melepas semua aksesoris yang terpasang pada Mei Lian.
Lalu suara pintu di ketuk. Xin Yu menanyakan kamar Mei Lian. Dia menanyakan pada pelayan yang lewat.
Xin Yu beralasan kalau dia punya urusan dengan Mei Lian. Memang benar, dia ingin tau siapa wanita yang di sukai Lin Xiang.
"Permisi nona, ada yang perlu aku tanyakan pada mu" ucap Xin yu saat melihat Xin Xin membuka pintu.
"Aku bukan nona. Aku adalah pelayan nya" ucap Xin Xin datar. Dia baru pertama kali melihat Xin Yu.
Xin Yu hanya tersenyum canggung. Dia merasa malu karena salah mengira orang. Xin Yu menanyakan apakah Mei Lian ada di dalam.
Xin Xin hanya menyuruh Xin Yu masuk ke dalam. Xin Yu melihat seorang gadis cantik sedang duduk sambil menampilkan senyuman.
'Ternyata dia orang nya. Dia hanya sedikit lebih cantik dari ku. Lihat saja bagaimana aku mengalahkan mu' batin Xin Yu.
"Ada apa?" tanya Mei Lian.
"Maaf aku mengganggu nona. Aku hanya ingin menanyakan, nona ingin makan malam di sini atau ke ruang makan saja?" tanya Xin Yu selembut mungkin.
Sebenarnya Xin Yu tidak di tugaskan untuk menanyakan itu. Dia hanya menggantikan pelayan lain saja.
Bagaimana dia tahu nama Mei Lian? Mudah saja. Di kertas yang di pegang Lin Xiang di kereta tadi ada tulisan Mei Lian.
__ADS_1
Itu berada di pojok kanan bawah. Mei lian memegang dagu nya seperti sedang berpikir. Gaya nya sangat imut.
'Cih, tidak perlu kau untuk tampak imut!! Sangat menyebalkan!! Kau pikir aku akan luluh saat melihat mu seperti itu?!' batin Xin Yu kesal.
"Aku akan makan di ruang makan" ucap Mei Lian.
Xin Yu beranjak pergi. Dia sudah muak berada di sana dalam waktu yang lama. Mei Lian hanya mengangkat pundaknya.
Dia tidak tau harus bersikap seperti apa melihat pelayan itu yang langsung pergi. Mei Lian mengganti baju nya.
Dia bersiap untuk pergi ke acara makan malam. Mei Lian beranjak dari kursi dan menuju ruang makan, diikuti oleh Xin Xin.
Pengawal yang datang mengumumkan kedatangan Mei Lian "Putri Keempat telah tiba"
Semua mata tertuju pada Mei Lian. Tak lama setelah Mei Lian duduk, Lin Xiang juga datang.
"Putra Mahkota kedua telah tiba"
Lin Xiang melihat Mei Lian dan duduk di samping nya. Qin Ye hanya menarik nafas secara kasar tapi lirih supaya tidak ada yang mendengar nya.
Acara makan malam di mulai. Qin Ye terus mengambil lauk dan di taruh nya di piring Lin Xiang.
Tapi dia berusaha untuk menutupinya dengan sebuah senyuman palsu. Yun Xue merasakan aura jahat.
Sedari tadi dia terus mencari aura itu dan tertuju pada Lin Xiang. Yun Xue merasa aneh.
'Aura nya tertuju padanya, tapi mana mungkin dia. Mungkin aku salah merasakan karena sekarang aku dalam bentuk roh' batin Yun Xue.
"Mei Lian, kau harus hati hati. Aku merasakan aura jahat di sekitar sini. Aku mencurigai seseorang, tapi aku belum pasti" ucap Yunho Xue bersikap waspada.
Mei Lian mengangguk paham. Mei Lian hanya terbengong melihat banyak nya lauk di piring nya.
"Bagaimana aku bisa menghabiskan sebanyak ini?" ucap Mei Lian menatap Lin Xiang.
"Kau harus makan yang banyak. Aku perhatikan kau sangat kurus" ucap Lin Xiang menyuapi Mei Lian.
Mei Lian tidak bisa berkata kata karena mulut nya penuh dengan makanan. Lin Xiang hanya tersenyum tipis.
Mei Lian (Yun Xue) POV End
__ADS_1
................
Yun Yue POV
Yun yue sekarang masih berada di ruang dimensi. Sebentar lagi dan Yun Yue akan menyelesaikan kegiatan nya membuat obat.
Yun yue mengambil beberapa butir pil penurun dari efek racun dingin. Yun Yue mencoba satu butir dari pil itu.
"Dari percobaan pertama ternyata aku sudah bisa membuat nya. Walaupun belum sempurna, tapi ini adalah hasil yang paling bagus untuk pemula seperti ku" ucap Yun Yue senang.
Yun Yue merasakan kalau kadar racun di tubuh nya mulai berkurang. Yun Yue tampak berfikir.
"Aku membaca nya kalau pil ini bisa mengurangi rasa sakit. Tapi aku belum bisa mempelajari pil yang bisa mengurangi kadar racun" hujan Yun Yue.
Yun Yue berpikir kalau ini ada hubungan nya dengan Rouruan. Yun Yue memanggil Rouruan.
Rouruan yang mendengar nama nya di panggil langsung berlari. Dia terlihat mengenakan lonceng.
"Lonceng?" ucap Yun Yue dengan kepala miring karena bingung.
"Iya, aku menemukan nya tadi. Ini adalah lonceng ku. Tidak ku sangka ternyata ada di sini" jawab Rouruan tersenyum senang.
Yun Yue hanya mengangkat bahu nya. Dia tidak peduli dengan itu. Dia langsung saja pada inti nya.
"Langsung saja, aku ingin bertanya. Apa elemen yang kau miliki?" tanya Yun Yue dengan serius.
Rouruan tidak tau kenapa tiba tiba Yun Yue menanyakan itu. Tapi dia harus menjawab jujur. Bohong juga tidak ada untung nya bagi nya.
"Oh itu, aku punya dua elemen. Yang satu elemen api dan yang satu lagi elemen es. Sebenar nya elemen ku hanya lah api. Tapi...sejak kejadian itu, aku punya elemen es. Itu adalah elemen milik seseorang" ucap Rouruan yang mengingat masa lalu nya yang kelam.
Yun Yue yang tidak bermaksud untuk menyakiti Rouruan. Dia mengelus kepala Rouruan dengan lembut untuk menghibur.
Rouruan mendongak ke atas. Dia merasa beruntung dapat memiliki tuan yang baik walau pun jutek.
Yun Yue POV End
......Bersambung......
Author baru bisa update karena tiga alasan. Pertama, author lagi PTS, sebenernya abis PTS. Kedua, author belum punya imajinasi. Tadi nya mau update kemarin, tapi malah kehabisan ide. Jadi maklum kalo gak nyambung. Ketiga nya, author gak punya kuotaš
__ADS_1