
Yun Yue duduk di samping Nenek Zhou. Dia tampak ragu ragu. Tapi bagaimanapun hatinya telah luluh. Dia pun menceritakan apa yang dia tahu.
"Baiklah baiklah. Aku mengalah. Aku akan menceritakannya. Ku harap kau bisa menyelesaikan misi mu ini dan dapat kembali" ucap Nenek Zhou sebelum menceritakannya.
Yun Yue mengangguk. Dia sudah siap untuk mendengar cerita dari Nenek Zhou. Ekspresinya seperti anak kecil yang akan mendengarkan dongeng dari Ibu nya sebelum tidur.
"Jadi sebenarnya ada seekor hewan spirit yang mengganggu Desa kami. Dia setiap matahari terbenam akan datang ke sini dan memakan jiwa setiap orang yang dia temui. Makanya kami langsung menutup pintu dan jendela rapat-rapat. Dia adalah rubah ekor sembilan. Kekuatannya sangat luar biasa. Bahkan pemimpin desa tidak mampu untuk mengalahkannya" ucap Nenek Zhou yang nampak sedih.
Yun Yue tidak tahu apa yang telah membuatnya sedih. Dia mencoba untuk menghibur Nenek Zhou yang sudah meneteskan air mata, tapi langsung dilap oleh Nenek Zhou.
"Aku tidak bisa memberitahu kau lebih banyak lagi. Sebaiknya kau mundur dalam misi ini. Ini terlalu beresiko" ucap Nenek Zhou dengan suara yang lemah.
Yun Yue hanya tersenyum tipis. Itu saja sudah cukup. Dia hanya perlu untuk mengalahkan rubah itu, dan zombie mini akan bersedia untuk mengakui Yun Yue.
Memikirkan hal itu saja membuatnya senang. Yun Yue memilih untuk tidur supaya mempunyai cukup energi untuk besok. Hari esok akan cukup melelahkan baginya.
Yun Yue membuka matanya. Dia tidak bisa tidur sama sekali. Yun Yue memutuskan untuk pergi ke ruang dimensi dan berlatih di sana supaya tidak kewalahan saat melawan rubah ekor sembilan nantinya.
Yun Yue melihat Fenghuang dan Xiao sedang bertengkar kecil. Yun Yue tidak mempedulikan hal itu. Dia berkultivasi di atas batu di tengah tengah kolam surgawi.
Yun Yue memejamkan matanya dan mulai menyerap energi di sekitarnya. Yun Yue memfokuskan pikirannya untuk menyerap lebih banyak energi supaya keberhasilan untuk menerobos lebih dari 50%.
*****
Tingkatan kultivasi di daratan ini;
1) Petarung
Petarung dasar merupakan awal dari tahap kultivasi. Bisa dibilang kalau ini pondasi dari kultivasi. Tingkatannya ada 10, yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tahap puncak.
2) Pendekar Petarung
Pendekar petarung juga ada 10 tingkatan. Tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
3) Petarung Spirit
__ADS_1
Petarung spirit mempunyai 10 tingkatan yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
4) Petarung Suci
Petarung suci mempunyai 10 tingkatan yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
5) Raja Petarung
Raja petarungmempunyai 10 tingkatan yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
6) Kaisar Petarung
Kaisar petarungmempunyai 10 tingkatan yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
7) Petarung Puncak
Petarung puncakmempunyai 10 tingkatan yaitu tingkat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan tingkat puncak.
*****
Seolah olah ada sebuah dinding besar yang sedang menghalangi. Yun Yue masih tetap fokus. Dia menambah fokusnya supaya bisa melewati rasa sakit itu.
Yun Yue masuk ke dalam ruang pikiran. Tubuhnya masih ada di atas batu, tapi jiwanya lah yang masuk ke ruang pikiran. Yun Yue melihat ruang pikirannya itu kosong.
Yun Yue kemudian berjalan tak tentu arah dan terjatuh seperti menabrak sesuatu, tapi nyatanya itu kosong. Yun Yue menjadi semakin bingung.
'Apa-apaan ini? Ada dinding kah? Jelas jelas ruangan ini kosong! Apa yang sebenarnya terjadi?' batin Yun Yue sambil meraba-raba udara.
Tangan Yun Yue serasa menemukan dinding yang ditabraknya tadi. Yun Yue membuka matanya dan, ya, sepertinya ada dinding yang transparan yang menghalanginya tadi.
Yun Yue memukul dinding itu dengan pukulan yang keras, tapi tidak ada suara kalau dinding itu roboh. Malahan tangan Yun Yue yang terasa sakit :D.
"Sial! Dinding macam apa ini?! Kenapa keras sekali?! Aku harus cepat, kalau tidak aku tidak bisa menerobos!" ucap nya dengan agak kesal.
Yun Yue mencoba menggunakan kakinya untuk menendang dinding itu, berharap kalau dinding itu akan roboh. Tapi masih saja tidak bisa. Tidak ada suara sesuatu yang roboh.
__ADS_1
Yun Yue kali ini benar-benar kesal dibuatnya. Dia menghentak-hentakkan kakinya di tanah, eh, di udara. Emang udara bisa ditendang๐. Di situ gk ada tanah, adanya udara semua. Jadi, jgn protes yak๐๐. Wkwkwk
Yun Yue menghela nafas untuk menenangkan dirinya. Sedangkan tembok itu, mungkin dia sedang menangis karena mendapat pukulan dan tendangan dari Yun Yue.
Yun Yue mencoba berpikir bagaimana menghancurkan dinding itu. Dia mendapat sebuah ide untuk menyalurkan energinya. Ya, semoga saja berhasil.
Karena mungkin nanti dinding itu akan menjadi pelampiasan amarah dari Yun Yue. Yun Yue menyalurkan energinya lewat telapak tangan.
Sudah beberapa menit dan belum ada tanda-tanda. Yun Yue tetap tidak menyerah dan menambah kekuatan. Yun Yue merasa kelelahan karena hal itu.
'Krak'
Suara retakan terdengar di telinga Yun Yue. Yun Yue berhenti menyalurkan energinya. Dia terlihat senang. Suara retakan itu semakin keras dan banyak. Yun Yue langkah demi langkah mundur.
'Bom'
Suara ledakan terdengar. Yun Yue langsung saja reflek berlari menjauh dan dan menutup telinganya. Sebuah angin dan robohan tadi menyapu apa yang ada di sekitarnya.
Yun Yue terkena angin itu dan terlempar. Jiwanya kini telah masuk ke tubuhnya lagi. Yun Yue melanjutkan kultivasinya yang tertunda.
Yun Yue menunjukkan raut wajah bahagia. Dia mengumpulkan energi di sekitarnya sebanyak-banyaknya. Kemungkinan menerobos semakin tinggi.
'Akhirnya aku bisa menerobos! Semoga saja berhasil. Aku cukup lelah setelah menghancurkan dinding itu' batinnya.
Yun Yue merasa sudah cukup untuk mengumpulkan energinya. Setidaknya bisa untuk menerobos sebanyak sepuluh tingkat. Yun Yue mulai memproses energi dalam dirinya.
'Bom'
Suara ledakan terdengar. Fenghuang dan Xiao terkejut. Mereka melupakan pertengkaran tadi. Mereka sibuk bertengkar sampai sampai tidak tahu kalau tuan mereka datang.
Fenghuang dan Xiao langsung saja berdiri di hadapan Yun Yue sebelum kena amuk. Yun Yue perlahan membuka matanya. Dia melihat di hadapannya ada Fenghuang dan Xiao.
"Oh, jadi sekarang kalian baru ingat padaku? Aku sungguh beruntung! Jadi, untuk apa kalian ke sini?" ucap Yun Yue dengan senyum dipaksakan. Dia sedang menahan amarahnya.
...๐๐๐...
__ADS_1