
"Siapa yang kau bilang tidak punya hati?" ucap Yun yue yang tiba tiba muncul.
Kucing itu terkejut melihat kedatangan Yun yue. Kucing itu menjadi gugup harus menjawab apa. Sungguh sekarang dia berada di posisi yang sulit.
"Oh itu eh...sudahlah tidak penting" ucap kucing itu berjalan pergi.
"Tunggu!" ucap Yun yue.
Kucing langsung berhenti di tempat. Dia tidak berani bergerak apa lagi menengok ke belakang. Kaki nya gemetaran. Yun yue hanya memandang lucu kucing itu.
"Ada apa" ucap kucing itu berusaha tetap tenang dan memberanikan diri untuk menengok ke arah Yun yue.
"Aku sudah menyelamatkan nyawamu. Dan itu tidak lah gratis. Sekarang apa yang akan kau lakukan untuk membalas budi?" tanya Yun yue pada kucing itu.
Sebenarnya Yun yue bisa saja melepaskan kucing itu. Tapi menurut Yun yue kucing itu bukanlah kucing biasa. Tidak apa lah mengambil keuntungan dari kucing itu.
Syukur syukur kalau kucing itu mau menjalin kontrak dengannya. Yun yue tidak akan dirugikan dan juga kucing itu akan mendapat keuntungan.
Lagi pula kucing itu menggemaskan. Kucing itu berpikir. Apa yang bisa dia beri untuk membalas budi? Kucing itu linglung. Bagaimana mungkin dia menjadi tidak tau terima kasih?
'Manusia ini licik, tapi jika di lihat dia tidak jahat. Apa aku menjalin kontrak saja dengan nya? Itu tidak ada salahnya. Nenek moyang ku tidak pernah berhutang budi pada siapapun' batin kucing itu.
"Begini saja. Aku punya 1 permintaan. Sebenarnya ini bukan permintaan. Apa kau setuju?" tanya Yun yue.
"Iya"
"Baiklah. Apa pun itu?" tanya Yun yue.
"Iya" jawab kucing itu singkat.
"Memang nya kau yakin?" tanya Yun yue.
"Aku yakin" ucap kucing itu yakin.
Yun yue tersenyum menyeringai. Sepertinya dia berhasil memancing kucing itu. Kucing itu yang melihat senyum Yun yue menjadi merinding.
Ini adalah pertama kali kucing itu merasakan yang namanya merinding. Biasanya dia lah yang membuat para manusia menjadi merinding ketika melihatnya.
__ADS_1
Yun yue menggigit darahnya sampai mengeluarkan darah. Lalu meneteskan darahnya di kening kucing itu. Kucing itu sekarang dalam mode terkejut.
Di bawah kaki mereka, muncul segel yang bercahaya dan naik ke atas mengelilingi mereka. Lalu segel itu langsung menghilang secara tiba tiba.
'Segel apa itu? Aku belum pernah menemui yang seperti ini' batin Yun yue melihat ke atas dengan penasaran.
Kini kucing itu merasakan energi mengalir di dalam tubuhnya. Energi yang sangat kuat. Kucing itu menutup matanya dan menikmati aliran energi di tubuhnya.
'Sepertinya manusia itu telah membuka segel ku. Memang sangat menguntungkan' batin kucing itu tanpa sadar tersenyum.
Selama ini kucing itu tidak pernah tersenyum walau hanya 1 detik saja. Yun yue telah sadar dan melihat kucing itu dengan tatapan yang aneh.
Kucing itu tau dan menjelaskan nya pada Yun yue yang kini telah menjadi tuan nya "Kau telah melepas segel ku. Terima kasih" ucap kucing itu.
Yun yue yang masih belum mengerti bertanya "Segel? Segel apa? Dan kenapa kau di segel?" tanya Yun yue.
"Aku melakukan suatu kesalahan dan aku di segel. Segel itu membuatku tidak bisa naik tingkat. Dan aku ditugaskan untuk menjaga tanaman tanaman yang tadi kau curi. Sekarang aku sudah bebas dari belenggu" ucap kucing itu gembira.
Yun yue hanya mengangguk mengerti. Dia tidak lagi penasaran dan menyuruh kucing itu untuk menyerap energi spiritual di ruang dimensi ini. Yun yue memberinya nama Rouruan.
Flashback ****End****
Lin Xiang turun dari kereta nya. Xin yu berpura pura tidak bisa turun dan berharap Lin Xiang menolong nya. Lin Xiang menyuruh Zi lei untuk membantu Xin yu turun.
Itu membuat Xin yu merasa kesal. Dia lebih memilih untuk turun sendiri. Zi lei yang mengulurkan tangan bingung, bukan kah tadi katanya tidak bisa turun?
Xin yu berjalan berdampingan dengan Lin Xiang. Lin Xiang menghentikan langkah nya. Xin yu juga ikut menghentikan langkah nya. Lin Xiang memanggil Li Hei.
"Ada apa tuan?" tanya Li Hei.
Lin Xiang membisikkan sesuatu pada Li Hei. Setelah selesai, Li Hei mengangguk. Li Hei menarik tangan Xin yu dengan paksa. Xin yu meronta ronta minta di lepaskan.
Xin yu bingung, apa yang dibisikkan Lin Xiang pada Li Hei. Xin yu di bawa ke suatu ruangan. Sangat kecil dan juga tempat tidur nya keras.
"Mulai sekarang ini adalah kamar mu. Kau akan menjadi pelayan di sini untuk sementara" ucap Li Hei.
"Tapi kenapa?" tanya Xin yu memelas berharap Li Hei dapat luluh. Tapi ini tidak lah sesuai ekspektasinya.
__ADS_1
"Kami tidak punya tempat untuk mu. Lagi pula kau itu perempuan. Tuan tidak suka dekat dekat dengan perempuan" ucap Li Hei meninggalkan Xin yu.
'Apa aku benar benar harus tinggal di sini?' batin Xin yu.
Lin Xiang berjalan ke aula diikuti oleh Li Hei, Hei lin, dan Zi lei. Lin Xiang berjalan dengan penuh wibawa. Pengawal yang berjaga di pintu mengumumkan kedatangan nya.
"Pangeran Ketiga Kekaisaran Lin telah tiba"
Mei lian penasaran dengan rupa Lin Xiang yang sekarang. Lin Xiang memasuki ruangan dan mencari Mei lian, teman masa kecil nya.
Lin Xiang menengok ke sana ke mari. Di tempat duduk khusus putri kerajaan dia melihat Mei lian. Lin Xiang tersenyum ke arah nya.
Qin ye yang kebetulan berada di dekat Mei lian mengira Lin Xiang sedang tersenyum dengan nya. Semua orang menunduk hormat.
Mei lian hanya menundukkan kepala dan langsung menghadap ke depan sesuai perintah dari Yun xue. Sekali lagi Lin Xiang tersenyum.
Lin Xiang maju ke depan ke arah Mei lian. Qin ye berdiri dan menghampiri Lin Xiang untuk menyambut nya. Mei lian juga ikut berdiri.
"Selamat datang ke Kekaisaran kami Pangeran Lin Xiang. Perkenalkan aku Qin ye, putri kedua Kekaisaran Lu" ucap Qin ye penuh percaya diri.
Lin Xiang hanya melewati Qin ye dan maju sampai di hadapan Mei lian. Lin Xiang langsung memeluk Mei lian dan membuat para gadis kesal. Termasuk Qin ye.
'Sial!'
"Lihat lah dia. Dia pasti sangat malu. Dia pikir Pangeran Lin Xiang tertarik padanya"
"Heh, padahal Pangeran Lin Xiang ingin menghampiri Putri Mei lian. Dia terlalu percaya diri"
"Kalau aku jadi dia, aku pasti akan lari dan mengasingkan diri"
Qin ye langsung merasa kesal mendengar cibiran yang mengarah pada dirinya. Dia menatap Mei lian dengan tatapan permusuhan.
"Kau Xiang Xiang?" tanya Mei lian menatap Lin Xiang.
"Iya ini aku" ucap Lin Xiang sambil tersenyum.
Tiba tiba ada serangan melesat ke arah Mei lian dan Lin Xiang. Lin Xiang tidak terlalu memperhatikan karena sedang fokus pada Mei lian.
__ADS_1
Yun xue tidak bisa menghadang karena dia masih dalam bentuk roh. Lalu ada seorang pria bertopeng yang melawan serangan. Pria itu menatap pada Yun xue.
......Bersambung......