Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
BERPINDAH DIMENSI


__ADS_3

Yui berusaha untuk bangun. Tiba tiba kepalanya terasa sakit seperti ditusuk tusuk. Sebuah memori berputar dengan cepat seperti film. Rasanya seperti Yui mengalami itu semua. Namun Yui merasa itu bukanlah memori miliknya.


Merasa ada pergerakan, pelayan itu mendongak dan melihat nonanya sedang duduk. Pelayan itu merasa sangat senang. Sekarang nonanya telah sadar. Pelayan itu menangis.


"Hiks nona hiks akhirnya nona hiks sadar juga hiks. Nubi sangat hiks khawatir hiks kalau nona hiks meninggalkan hiks nubi. Nubi hiks tidak punya hiks siapa siapa hiks selain nona hiks"


"Sudahlah tenang saja. Sekarang aku telah sadar. Jangan menangis lagi. Emm apa kau bisa mengambilkan cermin?"


Pelayan yang bernama Yin itu mengambil sebuah cermin dan memberikannya pada Yui.


Setelah mendapatkan cermin, Yui melihat wajahnya di cermin itu. Betapa terkejutnya dia. Dalam hat 'Ya ampun, apa ini wajahku? Jelek sekali. Aku sangat yakin kalau ini disebabkan racun. Untung saja aku bisa ilmu pengobatan'


Yui meminta Yin untuk menyiapkan air. Setelah siap Yui melepas semua pakaiannya dan segera mandi. Namun ia heran kenapa Yin ikut. Menurutnya itu memalukan.


"Yin, kenapa kau ikut aku ke sini? Bukankah aku tidak memintamu ikut mandi? Lagi pula biasanya aku tidak minta bantuanmu"


"Maaf nona, nubi khawatir karena nona baru saja sembuh. Jadi nubi ingin membantu nona"


"Sudah, tidak perlu. Lebih baik kau siapkan pakaian dan makanan untukku saja"


Yin menurut pada Yui dan pergi. Sementara Yui, dia sedang merilekskan badannya di bathub. Setelah lama menikmati, ia menyudahi mandinya.


Yui memakai pakaian yang sudah disiapkan Yin. Makan juga tersaji di sana. Yui duduk dan akan makan, tapi ia bingung, kenapa Yin malah berdiri.


"Yin, ayo temani aku makan"


"Tapi nona..."


"Aku tidak mau dibantah!"


Yin pun akhirnya memutuskan ikut makan juga. Yui yang makan makanan itu hanya terdiam dan membatin 'Sungguh aku lebih suka makanan di duniaku dulu. Makanan ini hambar dan asin. Bisa bisa lidahku mati rasa'


Yui terpaksa menghabiskan makanan itu. Setelah selesai, Yin mengambil piring kotor untuk di cuci. Sementara Yui, dia penasaran dengan ruang dimensi. Saat meraba lehernya, ternya liontin itu ada. Entah sengaja atau tidak, tangan Yui tergores. Darah itu meresap ke liontin itu dan liontin itu bersinar.


Yui mencoba untuk masuk. Ia memejamkan mata dan fokus pada satu titik. Dan ya, dia berhasil masuk di ruang dimensi.


Ruang dimensi


Yui membuka matanya. Betapa terkejutnya ia melihat sebuah tempat yang indah. Yui begitu terpukau dengan pemandangan di sana.



Anggap aja itu ruang dimensi Yui...


Yui dikejutkan dengan kedatangan seorang anak kecil. Dia bertanya pada anak itu "Siapa kau? Mengapa kau ada di ruang dimensiku"


"Aku adalah penjaga di ruang dimensi ini"


Yui hanya ber oh ria.


"Siapa namamu?"


"Aku tidak punya nama"


"Baiklah aku akan memberimu nama Xiao"


"Ya nama itu lumayan. Terima kasih"

__ADS_1


Yui berjalan jalan disana. Dan Yui menemukan perpustakaan. Ia mencari buku tentang kultivasi. Akhirnya Yui menemukannya.


Yui membaca dengan cepat. Seluruh isi buku sudah di serap oleh otaknya. Sudah 1 jam Yui bergelut dengan buku. Ia teringat kalau ia harus kembali. Ia merasa sangat panik.


"Hei ada apa? Kenapa kau begitu panik? Ada masalah?" bisa tebak siapa kan. Ya dia itu Xiao.


"Aku sudah terlalu lama di sini. Aku harus segera kembali. Yin pasti mencariku"


"Tenanglah tuan, waktu di sini berbeda dengan dunia nyata. 1 hari di sini,10 menit disana"


"Huh syukurlah"


Yui merasa lega. Yui memutuskan untuk menguji elemennya. Yui menapakkan telapak tangannya ke batu penguji elemen.


Batu penguji elemen tidak bereaksi apapun Yui takut kalau ia tak punya satupun elemen. Tiba tiba batu itu bergetar dan menampilkan satu persatu elemen.


Begitu mengejutkan. Yui mempunyai semua elemen. Xiao pun terkejut. Dalam hati ia merasa beruntung memiliki tuan seperti Yui walaupun terkesan dingin dan cuek.


Yui pun pergi ke danau air surgawi. Di sana ada sebuah batu yang cocok untuk berkultivasi. Yui duduk sila dan mulai menyerap qi di sekitarnya.


Di ruang dimensi Yui memang sangat padat qi di sana.


Yui telah berkultivasi 3 hari di sini, artinya 30 menit di dunia nyata. Yui membuka matanya. Kini ia telah selesai berkultivasi.


Yui berada di penempaan qi bintang 2 tahap 3.


.....................


Tahap kultivasi:


Penempaan qi


Pembentukan qi


Ada 10 bintang masing masing 3 tahap


Pembentukan pondasi qi


Ada 10 bintang masing masing 3 tahap


Pengumpulan energi qi


Ada 10 bintang masing masing 3 tahap


Memperkuat jiwa


Ada 10 bintang masing masing 3 tahap


Imortal


Ada 10 bintang masing masing 5 tahap


.....................


Sungguh Yui selalu membuat kejutan untuk Xiao. Untunglah Xiao tidak punya penyakit jantung. Kalau tidak sekarang dia telah sekarat.


Yui pun membersihkan diri di mansion. Setelahnya langsung keluar.

__ADS_1


Di dunia nyata Yin tengah khawatir mencari nonanya. Yui mempunyai ide jahil untuk Yin.


"DOORR!!"


"Eh copot eh copot. Nonaaa..."


"Ahahahahaha"


Yui sangat senang mengerjai Yin. Ya, saat di dunianya itu dia sering menjahili Yue, sahabatnya.


Tapi ketika mengingat penghianatan yang dilakukan Yue, Yui merasa sangat kecewa.


"Nona darimana saja? Nubi khawatir. Nona baik baik saja kan"


"Hehe aku tidak apa apa. Aku hanya jalan jalan sebentar"


"Syukurlah nona"


"Emm, nona tadi ada pelayan mengatakan kalau nanti malam nona harus menghadiri makan malam. Entah untuk apa"


"Hmm, kenapa tiba tiba pria tua itu ingin menemuiku?"


"Siapa yang anda maksud pria tua nona?"


"Siapa lagi kalau bukan Zhang Lincheng itu (Ayahnya)"


"Nona jangan berkata seperti itu. Bagaimana kalau nanti nona dihukum"


"Biarkan saja. Lagipula sebentar lagi aku akan membalas semua yang menyakitiku. Aku akan membiarkan mereka bersenang senang dulu"


Yui menampilkan senyum evilnya dan membuat Yin bergidik ngeri membayangkan bagaimana kekejaman Yui membalas orang yang menyakitinya.


.....................


Skip malam hari


Malam harinya Yui bersiap dan pergi ke ruang makan. Di sana semua sudah berkumpul termasuk para selir dan anaknya yang sering menindas Yui.


Kasim mengumumkan kedatangan Yui "Nona keempat datang"


Yui menatap semua yang di sini dengan aura dingin yang mencekam. Bahkan melebihi aura seorang Kaisar. Seisi ruangan pun menjadi menunduk.


'Aura apa ini bahkan aura Kaisar kalah dari aura ini'


'Aura dingin ini sangat mencekam'


'Siapa yang mengeluarkan aura ini'


'Sejak kedatangan Yui, ada aura ini. Apa ini auranya? Tapi tidak mungkin'


Kira kira itulah batin semua yang ada di ruangan tersebut.


......Hai nih lanjutan yang kemarin ya......


...Like, coment, vote, and rate...


...Thank you buat yang dukung...

__ADS_1


...Bye bye...


__ADS_2