Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
PEMBATALAN PERTUNANGAN I


__ADS_3

Ming jun tidak bisa pergi dan duduk di tepi ranjang. Ming jun menyibakkan rambut Yui dan membelai lembut pipinya.


'Kau sangat imut saat sedang tidur. Walaupun kau hilang ingatan, aku tidak akan menyerah. Selamanya kau milikku'


Ming jun tersenyum. Yui merasa tidak nyaman, terlihat Yui tengah mencari posisi yang nyaman.


Ming jun ikut tidur di samping Yui. Yui membenamkan wajahnya di dada bidang Ming jun.


Yui tertidur lelap. Mereka tidur sambil berpelukan. Ming jun mencium rambut Yui dan ikut tidur.


Sampai keesokan harinya Ming jun bangun lebih awal. Dia melihat Yui masih terlelap. Ming jun melepas jubahnya dan memakaikannya ke Yui.


Ming jun mencium lembut kening Yui dan melesat pergi. Tak menunggu lama, Yui terbangun.


"Hah, di mana aku? Bukankah aku di hutan? Tapi...ini kan kamarku. Lalu kenapa aku ada di sini?


Oh ya kemarin aku pingsan. Tapi siapa yang membawaku kemari? Dan...ini...ini jubah pria. Kenapa aku memakainya?"


Yui dilanda kebingungan. Lalu Yin datang untuk membangunkan nonanya.


"Nona bangun..."


Yin terkejut melihat Yui sudah bangun. Hanfu yang telah disiapkan pun terjatuh di lantai.


"Nona? Kau sudah bangun? Dan itu...itu adalah...jubah pria?"


Yin memikirkan hal yang tidak tidak "Apakah...semalam..."


"Kau dan Pangeran Qing Chuan..." ucap Yin tersenyum menggoda.


"Hei apa yang kau pikirkan? Tidak mungkin itu terjadi" Yui merasa kesal pada Yin.


Yin masih tetap tertawa kecil "Hihihi nona, kau bilang kau tidak menyukainya"


"Sudah ku bilang itu tidak benar. Aku kemarin membuntutinya dan ternyata dia ke rumah bordil. Dan aku bertemu..."


Yui teringat akan sosok pria aneh kemarin. Kalau diingat ingat, orang yang menolongnya mirip pria aneh itu.


Yin yang mendengarnya terkejut dan juga penasaran. "Aku tidak menyangka akan hal itu. Dan nona bertemu dengan siapa?"


Yui menjadi merah merona. "Akh sudahlah, Yin siapkan air untukku"


Yin patuh dan menyiapkan air untuk nonanya. Beberapa menit kemudian air telah siap.


Yui masuk ke dalam bathub dan menggosok tubuhnya. Yui merasakan ada sesuatu di tangannya.


Yui melihat tangannya terdapat sebuah gelang. Gelang yang terasa familiar baginya.


"Sejak kapan ada gelang di tanganku? Gelang ini...kenapa sangat...familiar? Aku tanyakan pada Kakak saja nanti"

__ADS_1


Flashback


Ming jun mengecup lembut kening Yui. Sebelum pergi, dia memasangkan gelang di tangan Yui.


"Gelang ini aku pasangkan di tanganmu. Gelang ini akan melindungimu saat kau dalam bahaya.


Aku tidak bisa setiap saat di sisimu. Aku juga meletakkan kertas yang berisi penjelasan gelang itu" ucap Ming jun lirih.


"Aku menyayangimu, Yue yue kecilku" lanjut Ming jun tersenyum.


Flashback end


Yui telah selesai mandi dan memakai hanfu yang disiapkan Yin. Yui duduk di tepi ranjangnya.


'Auw'


Ada benda di balik selimutnya. Yui mengambil kotak itu. Tidak bisa dibuka. Yui terus mencoba tapi tidak berhasil.


Tangan Yui tergores karena sudut kotak itu tajam. Kotak itu mengambang di udara dan bercahaya.


Yui merasa silau dan menutup mata dengan punggung tangannya. Kotak itu terbuka dan mendekat ke Yui.


Seolah kotak itu ingin Yui mengambil barang barang yang ada di dalamnya. Di dalamnya ada dua gulungan kertas.


Juga ada sebuah bunga dandelion. Sangat cantik. Yui membuka gulungan kertas yang pertama.


.....................


^^^Dari Jun jun kecil^^^


.....................


Kepala Yui sangat sakit. Namun hanya sebentar. Yui kembali membaca gulungan kedua.


Di situ ada gambar sepasang kekasih. Gadis itu adalah Yui dan pria itu adalah Ming jun.


Kepala Yui kembali sakit. Yui meringkuk di lantai. Secara perlahan, sakit di kepalanya menghilang.


10% ingatan Yui kembali. Tapi Yui belum bisa mengingat Ming jun. Yui dikagetkan akan sebuah suara.


Ternyata Yin. "Nona gawat nona. Gawat"


"Gawat apanya?"


"Pertunangan nona akan dilaksanakan Minggu depan"


"APAAA?!!"


"Tadi ada utusan dari Permaisuri yang menyampaikannya"

__ADS_1


Yui berkeringat dingin. Bukankah Permaisuri memberinya waktu? Apa yang membuat Permaisuri berubah pikiran?


"Oh satu lagi nona. Ini adalah gaun yang diberikan Permaisuri untuk nona kenakan di acara pertunangan"


Yin menyerahkan kotak berisi gaun hanfu dan satu set perhiasan.


'Aku harus memikirkan cara untuk membatalkan pertunangan ini' batin Yui.


Di hari pertunangan...


Semua orang telah berkumpul di aula kekaisaran. Acara akan dimulai sebentar lagi.


Hanya menunggu Yui yang belum datang. Pintu aula didobrak paksa oleh seseorang. Ternyata Yui.


Yui tidak memakai gaun yang disiapkan Permaisuri. Semua pandangan tertuju pada Yui.


"Siapa dia? Lancang sekali. Apa dia tidak takut?"


"Dia begitu tidak tahu malu. Apa yang akan dia lakukan?


"Diam lah kalian. Apa kalian tidak tahu? Dia adalah tunangan dari Pangeran Qing Chuan"


"Benarkah? Tidak bisa dipercaya! Bagaimana mungkin dia menjadi menantu dari Kaisar?"


"Kalian pasti bingung, kenapa aku tidak sopan dengan menendang pintu secara kasar. Kalian juga pasti tahu siapa aku.


Aku datang kemari bukan untuk bertunangan, tapi aku kemari untuk membatalkan pertunangan" ucap Yui yang memang merasa senang.


Ini adalah hari yang tepat untuk membongkar kejahatan dan bersenang senang.


"Apa yang kau maksud nona Zhang? Perlu nona ketahui kalau nona membatalkan pertunangan, itu membuat malu kami.


Dan juga itu bisa berimbas pada keluarga Zhang. Zhen bisa saja mencabut jabatan dari Menteri Kanan" ucap Kaisar.


"Secara tidak langsung, anda mengancam saya, Yang Mulia Kaisar. Lagi pula, saya punya alasan tersendiri untuk menolak.


Mana mungkin saya berani. Apakah Kaisar sendiri tidak penasaran? Mungkinkah Kaisar sudah mengetahuinya?" ucap Yui yang membuat orang semakin bingung.


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan nona Zhang? Zhen tidak mengerti maksud dari nona Zhang" ucap Kaisar.


"Sepertinya Kaisar sungguh sudah penasaran. Tapi apakah Kaisar sendiri telah siap untuk mendengarnya?" tanya Yui. Yui sengaja mengulur waktu.


Tidak akan seru kan kalau terjadi begitu cepat? Setidaknya Yui dapat terhibur dengan permainan ini.


"Cepatlah! Jangan bertele tele. Apa maksud dari perkataanmu itu?" ucap salah satu pejabat.


"Baiklah baik. Sepertinya semuanya sudah tidak sabar bukan?"


Yui memberikan beberapa gulungan kertas kepada Kaisar. Kaisar yang penasaran langsung saja mengambil gulungan kertas itu.

__ADS_1


Tidak bisa digambarkan ekspresi Kaisar saat membaca gulungan itu. Banyak yang penasaran dengan isinya.


......Bersambung......


__ADS_2