
Yun mei mendengar suara ribut di luar. Karena penasaran, Yun mei melihat ke depan untuk memastikan suara apa itu.
Dia melihat adiknya Lin yun. Tampangnya seperti monster. Yun mei terkejut, apa itu benar benar Lin yun?
Yun mei melihat bagaimana Yui dikalahkan, juga dinding neraka milik Lin yun yang terlihat panas karena mengeluarkan asap.
Lin yun yang sudah mengalahkan Yui berjalan ke arah Perdana Menteri. Yui mencoba menghalau Lin yun dengan mencengkram kakinya.
"Lepas!! Lepaskan tanganmu!!" ucap Lin yun sambil mencoba melepas tangan Yui dari kakinya.
"Bukankah aku sudah bilang. Aku adalah sasaran mu. Jangan sakiti orang lain" ucap Yui lemah.
"Untuk apa aku melawan kau yang sudah kalah? Aku bukan orang yang akan melawan orang lemah sepertimu!!" ucap Lin yun marah.
"Itu hanya akan kau lakukan jika kau tidak bisa melawanku" ucap Yui.
Lin yun yang telah dibakar amarah langsung akan melawan Yui habis habisan. Tapi ada suara yang menghentikannya.
"Berhenti sekarang juga!!"
Yun mei yang sedari tadi sudah tidak tahan melihat kelakuan Lin yun langsung membentaknya.
"Oh. Ternyata kakak ku tersayang yang mengatakannya. Tapi maaf, aku tidak bisa menuruti kemauan mu.
Aku akan memberi kakak kesempatan untuk ikut denganku dan membalas kematian Ibu. Bagaimana?" ucap Lin yun.
"Cih, aku? Bekerja sama denganmu? Aku tidak sudi!! Kau hanya memanfaatkan diriku untuk kepentingan mu. Dan satu lagi. Aku tidak mau dipanggil kakak!!" ucap Yun mei.
"Sepertinya kau ada di pihak mereka ya? Kalau begitu aku akan melawan mu juga sekalipun kau kakak ku!" ucap Lin yun.
Mereka sama sama mengeluarkan energi spiritual dan menembakkannya. Sama sama kuat.
Energi spiritual Yun mei berwarna kuning dan Lin yun berwarna hitam. Karena tambahan kekuatan, Lin yun bisa lebih unggul dari Yun mei.
Terjadi ledakan besar akibat dari dua energi yang saling bertabrakan. Benda di sekitarnya dengan radius 100 meter terpental.
Dinding jadi retak dan hampir roboh. Pohon pohon di sekitarnya telah berubah menjadi abu. Bisa dibilang kondisinya parah.
Tiba tiba ada yang menghantam pipi Lin yun. Lin yun marah dan mencari tau siapa yang telah berani beraninya melawan nya.
"Siapa yang berani melawanku?!" teriak Lin yun.
"Aku" ucap Yun yue.
__ADS_1
"Kau telah salah dengan berhadapan denganku" ucap Lin yun sombong.
"Mungkin itu adalah kata yang tepat untukmu" ucap Yun yue tersenyum sinis.
Lin yun langsung mengarahkan pedangnya ke arah Yun yue. Dengan gesit Yun yue menghindar darinya.
Lin yun berdecak kesal karena tidak satupun mengenai Yun yue. Bahkan dia tidak bisa membaca gerakan Yun yue.
Lin yun yang geram langsung mengeluarkan jurus andalannya. Yun yue sudah bisa tau apa jurus yang akan digunakan Lin yun.
"Cakram kegelapan!!"
Di tangannya muncul cakram berwarna hitam dan dilempar ke arah Yun yue. Yun yue terus menghindar.
Cakram itu juga terus mengikutinya. Yun yue tersenyum sinis. Dia sudah tau bagaimana cara menghancurkan cakram itu.
Yun yue berpecah menjadi dua dan empat cakram itu masih mengejarnya. Dua mengejar ke kanan.
Dan dua lagi mengejar ke kiri. Dua Yun yue bertemu di satu titik dan menyatu. Jarak dengan cakram sangat dekat.
Yui langsung menghilang dan empat cakram saling bertabrakan. Terjadi ledakan di udara.
Semua bertanya tanya. Di mana Yun yue? Apa dia masih hidup? Menghilang ke mana dia?
'Sepertinya aku harus menyingkirkan dia. Harus mencari cara. Lagi pula si Yui itu sudah ku kalahkan' batin Lin yun menatap Yui yang terkapar lemah.
Lin yun memanggil kawanannya yaitu iblis. Lin yun bekerja sama dengan para iblis untuk balas dendamnya.
Iblis itu mengepung Yun yue dan menyerangnya secara bersamaan. Sangat banyak sampai Yun yue kewalahan.
Di saat Yun yue lengah, Lin yun memukul tenguk Yun yue dan membuatnya tidak sadar.
Sebenarnya setengah sadar. Lin yun meminumkan paksa Yun yue dengan air yang sudah terkontaminasi racun.
Yun yue tidak tau air apa yang diberikan padanya. Tapi Yun yue merasa sekujur tubuhnya terasa sangat dingin.
'Aku harus bertahan dan menyelamatkan Yui' batin Yun yue menatap Yui.
Yun yue menghampiri Yui dan membantunya memakan pil. Pil itu berguna untuk menyembuhkan luka dengan cepat.
Tapi sakit hati gak termasuk ya😌. Yui merasa tubuhnya lebih berenergi. Pendarahannya berhenti dan lukanya mengering.
Yun yue juga menyalurkan kekuatan untuk Yui. Yui dapat merasakan energi yang bergejolak dalam tubuhnya.
__ADS_1
Yun yue bersandar di bawah pohon menyaksikan pertarungan. Yui bertekad tidak akan mengecewakan Yun yue.
Yui berbalik menatap Yun yue dan tersenyum. Dan dibalas juga oleh Yun yue dengan senyum hangat.
Yui menatap tajam pada Lin yun dan menyerangnya dengan bertubi tubi. Lin yun menjadi kewalahan menghadapi Yui.
Lin yun membuat perisai untuk melindungi tubuhnya. Serangan Yui tidak bisa menembus perisai itu.
Semburan air mengenai perisai dan perisai Lin yun menjadi retak dan hancur. Perisai itu menggunakan elemen api.
Jadi jika ingin menghancurkan perisai itu, menggunakan kelemahannya yaitu air. Yui tersenyum sinis.
Yui menggunakan pedangnya dan menyerang Lin yun hingga menembus jantungnya.
Lin yun berteriak kesakitan dan terjatuh ke tanah. Perlahan tubuh Lin yun terbakar dan menjadi abu.
Abu itu terbawa angin dan pasukan iblis dari Lin yun menghilang dalam sekejap mata.
Yun yue bernafas lega. Akhirnya Lin yun dapat dikalahkan. Yui menghampiri Yun yue yang sedang kesakitan.
'Dia masih sangat lemah. Kekuatanku belum pulih sempurna. 50% saja tidak ada. Tadi, apa yang dia berikan padaku?' batin Yun yue.
"Apa kau baik baik saja? Aku tadi melihat Lin yun meminumkan sesuatu padamu" ucap Yui khawatir.
Karena dirinya, Yun yue terlibat dalam masalahnya. Dan karena dirinya Yun yue diberi sesuatu entah apa itu.
Yang pasti sepertinya itu bukan hal yang bagus. Yui merasa sangat bersalah. Yun yue tau itu dan menenangkan Yui.
"Kau tidak perlu merasa bersalah. Aku baik baik saja" ucap Yun yue.
Padahal sekarang dia merasa sangat kesakitan. Sekujur tubuhnya seperti membeku.
Tapi tidak mungkin bagi Yun yue untuk mengatakannya. Yang ada nanti Yui tambah merasa bersalah.
"Urusanku sudah selesai. Jadi, sampai jumpa" ucap Yun yue melambaikan tangannya dan menggunakan ilmu peringan tubuh.
"Yui'er, siapa dia? Apa dia temanmu?" tanya Perdana Menteri.
"Iya Ayah" jawab Yui.
"Untunglah ada dia. Jadi kita bisa selamat. Dan tadi kau hebat sekali" ucap Yun mei berbinar.
"Ayo kita masuk ke dalam. Dan kita perlu untuk membereskan kekacauan ini" ucap Yui.
__ADS_1
......Bersambung......