Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
PERTARUNGAN DENGAN RUBAH EKOR SEMBILAN


__ADS_3

"Hanfu ini hanya akan memperlambat pergerakan ku, lebih baik kalau aku ganti saja dulu" gumam Yun Yue.


Dia langsung masuk ke ruang dimensinya dan melihat para hewan kontraknya sedang berkultivasi. Yun Yue yang melihatnya hanya tersenyum tipis.


"Apa yang membuat mereka menjadi seperti itu? Tapi, baguslah. Setidaknya mereka tidak hanya bertengkar dan bermain tanpa tahu berkultivasi" ucapnya dengan nada lirih, takut mengganggu mereka.


Yun Yue segera masuk ke mansion nya dan memilih pakaian latihannya. Kebanyakan pakaian latihannya berasal dari zaman modern, dan itu sungguh merepotkan.


Yun Yue harus menghadapi tatapan kagum sekaligus bingung dari orang-orang yang melihatnya, dan itu mengganggu konsentrasinya.


"Ini dia! Ini yang cocok!" ucap Yun Yue yang menemukan pakaian latihan dari zaman kuno.


Yun Yue terlebih dulu menarik konde yang berada di rambutnya itu. Rambutnya yang panjang dan berwarna hitam legam tergerai indah saat Yun Yue menarik konde nya. Konde itu dia letakkan di meja rias yang berada di dekatnya.


Yun Yue melepaskan hanfu nya dan menggantungnya untuk dia pakai lagi nanti. Dia memakai pakaian latihannya lalu mengikat rambutnya kuncir kuda.


"Sempurna!" ucapnya sembari melihat pantulan dirinya di depan kaca.


Yun Yue yang telah siap dengan pakaian latihannya yang simpel dan memudahkannya untuk bergerak. Dia keluar dari ruang dimensi dan kembali melanjutkan untuk memantau situasi.


"Keadaan di sini aman, sungguh membosankan! Oh Rubah Ekor Sembilan, cepatlah muncul!" ucap Yun Yue yang gemas dengan menunggu. Menunggu bukanlah gayanya.


'Groar!!!'


Suara seekor spirit beast yang terdengar sedang mengamuk. Terdengar suara teriakan yang histeris, diiringi suara bangunan yang roboh.


"Oh, panjang umur Rubah ini. Baru saja aku sedang mengutuknya, sekarang dia benar-benar muncul. Tunggulah Rubah Ekor Sembilan, kaulah tiket ku" ucap Yun Yue dengan senyuman iblis nya.


Yun Yue melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, bergegas menuju ke asal suara itu. Dia bisa melihat seperti sebuah api yang berwarna oranye kemerahan yang menyelimuti tubuh Rubah Ekor Sembilan.


"Hei, lawan mu adalah aku! Jika kau punya nyali, lawanlah aku!" ucap Yun Yue yang tengah berdiri di puncak pohon dan menantang Rubah Ekor Sembilan dengan percaya diri.

__ADS_1


"Berani sekali kau, manusia?! Apa kau tahu, apa yang terjadi pada manusia yang terakhir kali menatang ku?! Dia mati! Hahaha" ucapnya dengan sombong. Yang dia maksud pasti Qiu An.


"Heh, kau pikir aku tidak cukup kuat untuk mengalahkan dirimu?! Bersiaplah untuk mendekati ajal mu!" ucap Yun Yue dengan wajah dingin.


Yun Yue langsung mengambil pedang pasangan miliknya dari ruang dimensi dan mengacungkannya pada Rubah Ekor Sembilan.


"Bersiaplah!" teriaknya dengan penuh semangat.


Yun Yue membuat goresan-goresan kecil pada tubuh Rubah Ekor Sembilan dengan mengitarinya dengan kecepatan tinggi. Rubah Ekor Sembilan tertawa karena Yun Yue hanya menggores tubuhnya saja.


"Hahaha, apakah kau hanya bisa menggores tubuhku saja?!" ucapnya dengan nada meremehkan.


"Kau belum tahu, sekarang saatnya!" teriak Yun Yue dengan mengacungkan pedangnya.


Tiba-tiba Rubah Ekor Sembilan merasa seperti ada ribuan semut yang tengah menggigit tubuhnya di setiap luka goresan pada tubuhnya.


"Apa yang terjadi?! Apa yang kau lakukan padaku!?" ucapnya dengan menggertakkan gigi untuk menahan rasa sakit itu.


"Kau terlalu meremehkan aku! Inilah salah satu teknik pedang pasangan, teknik ribuan semut! Dengan pedang Yin-ku, aku tentu bisa melakukannya" ucapnya dengan menjelaskan.


Yun Yue menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Rubah Ekor Sembilan menggunakan teknik lainnya. Dia mengubah pedangnya menjadi sebuah panah.


'Aku harus memaksanya untuk menggunakan kekuatan terkuatnya agar mudah bagiku' batinnya.


Dia menarik bagian elastis dari panah itu dan keluarlah sebuah anak panah. Yun Yue membidiknya ke arah Rubah ekor Sembilan dengan salah satu matanya tertutup untuk memastikan bidikannya tepat.


Namun, tiba-tiba dia mengarahkan panah itu ke arah langit dan melepas anak panahnya. Anak panah itu melesat jauh ke atas langit. Rubah Ekor Sembilan yang mendengar suara anak panah melesat menatap Yun Yue yang tengah memegang busur panah dan bukan lagi pedang lalu melihat ke arah langit.


"Hahaha, apa kau tidak bisa membidik dengan benar?" ucap Rubah Ekor Sembilan meremehkan. 'Huh, aku terlalu memandang tinggi dirinya. Kukira dia sangat kuat sampai berani menantang diriku, ternyata hanyalah sebuah sampah!' lanjutnya dalam hati.


Yun Yue hanya memasang ekspresi datar, sudut bibirnya terangkat menandakan rencananya telah sukses. Dia menatap ke arah langit yang dipenuhi dengan sebuah anak panah. Hujan anak panah!

__ADS_1


Rubah Ekor Sembilan mengikuti ke mana arah pandangan Yun Yue. Di langit-langit, dia dapat melihat ribuan anak panah yang akan segera turun ke tanah dan akan menusuk tubuhnya.


Rubah Ekor Sembilan langsung membuat sebuah pelindung yang terdiri dari 3 lapis. Anak panah menghujani pelindung yang dibuat oleh Rubah Ekor Sembilan.


'Krak!'


Pelindung lapisan pertama pecah oleh beberapa ribu anak panah. Rubah Ekor Sembilan langsung memperkuat segelnya yang masih tersisa dua lapisan.


'Krak!'


Lapisan kedua juga telah hancur berkekeping-keping. Hanya tersisa puluhan anak panah saja. Sudut bibir Yun Yue terangkat, terkesan sedang meremehkan Rubah Ekor Sembilan.


'Kratak!'


Pelindung lapisan terakhir milik Rubah Ekor Sembilan retak dan hampir hancur. Dengan kewalahan Rubah Ekor Sembilan memperkuat pelindung terakhirnya.


Pelindung terakhir itu menjadi semakin tebal dan sulit untuk ditembus. Tapi, bukan berarti tidak bisa. Anak panah itu mengeluarkan sebuah api berwarna biru yang menyelimutinya dan membuat pelindung Rubah Ekor Sembilan menjadi menipis.


Semakin tipis dan semakin tipis hingga anak panah itu dapat menembusnya dan menancap pada punggung Rubah Ekor Sembilan.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan dirimu" ucap Rubah Ekor Sembilan tersenyum sinis.


Rubah Ekor Sembilan menekan anak panah yang menancap di punggung dan membuatnya terpental ke atas dan menikung ke arah samping dan menancap pada tanah dari radius yang cukup jauh.


Beruntung tidak ada orang—hanya mereka berdua—yang berada di sana. Mereka tahu kalau akan ada pertempuran dan berinisiatif sendiri untuk kabur ke tempat yang lebih aman.


"Heh, kemampuanku jauh dari yang kau perkirakan, Rubah Jelek!" ucap Yun Yue dengan nada mengejek.


Yun Yue mengeluarkan elemen es-nya dari telapak tangannya dan membuatnya menjadi sebuah anak panah. Dia mengangkat busur panahnya dan menarik bagian elastis-nya lalu melepaskannya sehingga anak panah itu melesat jauh ke atas langit.


Panah itu kemudian berbelok dan langsung melesat ke arah Rubah Ekor Sembilan. Sasarannya kali ini adalah jantung. Panah itu menembus kulit Rubah Ekor Sembilan yang tebal dan akan menusuk jantungnya.

__ADS_1


***


Apa Rubah Ekor Sembilan akan kalah? Kasih like vote dan rate-nya dan jangan lupa komentarnya, siapa tahu author nanti nambahin up dan up 2x sehari😅


__ADS_2