Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
MENCARI RUBAH


__ADS_3

"Oh, jadi sekarang kalian baru ingat padaku? Aku sungguh beruntung! Jadi, untuk apa kalian ke sini?" ucap Yun Yue dengan senyum dipaksakan. Dia sedang menahan amarahnya.


"Wah, tuan kau hebat sekali! Kau sudah menerobos ke petarung spirit tingkat dua! Benar-benar hebat!" ucap Xiao tersenyum-senyum ketakutan.


"Iya-iya benar!" ucap Fenghuang mengiyakan.


Fenghuang dan Xiao saling menatap lalu menatap tuan mereka. Mereka pun membenturkan dahi mereka berkali kali sampai benjol, berharap mereka tidak dihukum.


"Maafkan kami tuan. Tolong jangan hukum kami! Jangan hukum kami! Kami akan melakukan apapun!" ucap Fenghuang dan Xiao memohon ampun.


Yun Yue pun menghela nafas. Dia sungguh tidak bisa menghukum hewan kontrak dan roh kontraknya. Tapi tentunya dia bisa melakukan hal yang 'mirip' dengan sebuah hukuman.


"Baiklah, aku tidak akan menghukum kalian" ucap Yun Yue yang membuat Fenghuang dan Xiao berbinar-binar, "tapi kalian harus melakukan...apapun yang aku katakan" lanjut Yun Yue menyeringai dan membuat Fenghuang dan Xiao merinding.


"Tuan, bisakah kami ganti jadi hukuman saja?" tanya Fenghuang gemetar.


"Iya, benar tuan. Boleh tolong ganti saja?" tanya Xiao dengan puppy eyes nya.


"Hehehe, tidak bisa loh. Lalu, apa yang akan kalian lakukan? Menentangku? Heh?" tanya Yun Yue menyeringai dan membuat Fenghuang dan Xiao lari terbirit-birit.


"Sungguh konyol sekali mereka berdua" ucap Rouruan yang kebetulan lewat dan melihat mereka.


Fenghuang dan Xiao kebetulan mengintip dari semak-semak. Fenghuang dan Xiao merasa kesal dengan Rouruan karena menertawakan mereka berdua.


"Cih, sombong sekali dia! Dia belum pernah merasakan rasanya dihukum" gumam Xiao.


"Sungguh menyebalkan sekali si Rouruan itu! Ingin sekali kuhajar!" gumam Fenghuang mengepalkan tangannya.


Yun Yue berpura-pura tidak tahu kalau Fenghuang dan Xiao berada di sekak-semak. Yun Yue langsung tersenyum dan menatap Rouruan.


"Oh iya, aku ingin mengatakan kalau kau juga akan ikut andil. Jadi bersiap-siaplah!" ucap Yun Yue sambil menunjuk Rouruan.

__ADS_1


Rouruan terkejut. Tadi dia menertawakan Xiao dan Fenghuang, sekarang dia malah ikut terjerumus! Rouruan hanya bisa menghela nafas.


"Hahahahaha! Rasakan itu! Hahahahaha!" ucap Fenghuang dan Xiao tertawa terbahak-bahak.


Rouruan menatap tajam pada Xiao dan Fenghuang. Dia benar-benar tidak sudi untuk bersama dengan mereka berdua yang menurutnya konyol.


Yun Yue meninggalkan mereka yang sedang berdebat kecil dan memilih untuk mandi. Yun Yue mengambil handuk dan menyiapkan air untuk berendam.


"Akhirnya! Aku merasa seperti hidup kembali! Rubah ekor sembilan, tunggu aku!" ucap Yun Yue bersemangat.


Yun Yue menyelesaikan mandinya dan memilih baju yang sesuai untuk pergi ke hutan untuk dipakai. Yun Yue mengenakan baju itu dan keluar dari ruang dimensi.


Kebetulan hari sudah subuh dan Nenek Zhou kebetulan sudah bangun. Nenek Zhou melihat baju yang dikenakan Yun Yue merasa sedikit asing karena baju itu ada unsur kuno tapi juga unsur modern.


Jadi tidak heran kalau Nenek Zhou merasa asing. Nenek Zhou terdiam untuk sementara dan tersenyum kepada Yun Yue. Nenek Zhou mengajak Yun Yue untuk sarapan.


"Anak muda, aku baru membuat sarapan. Makanlah bersamaku sebelum dingin" ucap Nenek Zhou.


Yun Yue tersenyum kepada Nenek Zhou. Saat Nenek Zhou akan pergi, Yun Yue menahan tangannya. Nenek Zhou menoleh ke arah Yun Yue.


"Nenek, bisakah kau memberitahu aku lokasi rubah ekor sembilan itu?" tanya Yun Yue dengan pandangan mata yang serius.


Nenek Zhou terkejut. Dengan cepat dia merubah ekspresinya menjadi seperti biasa. Nenek Zhou khawatir kalau dia memberitahu Yun Yue, malah akan membahayakan keselamatannya.


"Yun Yue, untuk apa? Jika pun kau tahu, apa kau akan menghadapinya sendirian? Jangan konyol! Aku tidak akan mengizinkanmu" tegas Nenek Zhou.


"Nek, kau tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri sendiri. Lagipula aku tidak sendirian, ada beberapa hewan kontrakku yang membantu" ucap Yun Yue mencoba merayu Nenek Zhou.


Nenek Zhou terbelalak kaget. Dia bilang hanya beberapa? Bukankah itu lebih dari satu? Nenek Zhou berpikir. Mengetahui kalau Yun Yue mempunyai beberapa hewan kontrak, pastilah kekuatannya tidaklah lemah.


Nenek Zhou menghela nafas dan mengangguk. Dia menepuk pundak Yun Yue. Nenek Zhou melihat wajah Yun Yue yang sedang tersenyum. Dia melihat sebuah bayang-bayang wajah seorang gadis yang sedang tersenyum.

__ADS_1


Nenek Zhou berhenti menatap Yun Yue. Karena hal itu hanya akan membuatnya sedih dan mengingatkan hal yang tidak ingin dia ingat.


"Baiklah Yun Yue, Nenek akan memberitahukannya padamu. Rubah ekor sembilan berada di hutan yang terletak di sebelah barat desa ini. Hutan itu dulunya sangat indah, tapi sejak kedatangan dari rubah itu, hutan itu berubah drastis. Berhati-hatilah. Jika kau tidak bisa melawannya, hancurkan giok ini dan aku akan datang membantumu" ucap Nenek Zhou memberikan sebuah giok.


Yun Yue menerima giok itu dan menggenggamnya erat-erat. Yun Yue menatap Nenek Zhou sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan Nenek Zhou kalau dirinya akan baik-baik saja.


"Jangan khawatir nek, aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir padaku" ucap Yun Yue. Nenek Zhou mengangguk.


Yun Yue keluar rumah dan berjalan menuju hutan yang dimaksud. Yun Yue tidak bisa teleportasi karena dia belum hafal daerah ini, jadi untuk menghindari kalau Yun Yue salah tempat.


Nenek Zhou duduk di luar. Dia mengkhawatirkan Yun Yue. Nenek Zhou menatap ke arah langit dan melihat bayangan seorang gadis.


Seorang tetangganya kebetulan lewat dan melihat Nenek Zhou duduk sendirian. Dia tampak sedih, dia menyapa Nenek Zhou. Nenek Zhou pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Nenek, aku tahu kau sangat merindukannya. Tapi, kau tidak bisa mengubah takdir. Jika kau hidup dengan baik, 'dia' juga pasti senang melihatmu hidup dengan baik" ucap tetangga itu.


Nenek Zhou hanya diam saja. Kemudian dia tersenyum kepada orang yang memberi nasehat tadi.


Beralih ke Yun Yue...


Yun Yue kini telah sampai di sebuah hutan yang lebat namun terkesan menyeramkan. Itu karena aura rubah ekor sembilan yang menyelimuti hutan itu.


Yun Yue berjalan memasuki hutan itu dan bersikap waspada. Bahaya selalu datang tiba-tiba. Sesekali Yun Yue mengambil tanaman obat yang menurutnya berharga.


Yun Yue masuk ke hutan yang semakin dalam. Yun Yue merasakan tekanan yang semakin kuat. Tapi itu tidak akan berhasil untuk menggoyahkannya.


Yun Yue mencari ke segala arah, tapi dia tidak menemukan rubah ekor sembilan. Dia bingung, padahal dia merasa sudah dekat dengan auranya.


'Kresek'


Yun Yue mendengar sebuah suara di semak-semak. Dia perlahan mendekat dan membuka semak-semak yang menghalangi dan, apa yang dia lihat?

__ADS_1


...🍃🍃🍃...


__ADS_2