
"Nona, ini siapa?" tanya Xin xin penasaran.
Keduanya menoleh ke arah Xin xin. Lalu mereka berdua tertawa namun tetap elegan.
Xin xin dibuat bingung oleh tingkah laku keduanya. Yun xue menoleh ke Yun yue seolah memintanya untuk memperkenalkan diri.
"Hai, namaku Yun yue, aku adalah adik kembarnya. Salam kenal" ucap Yun yue ramah.
"Ya, salam kenal. Namaku Xin xin. Aku adalah pelayan pribadinya" ucap Xin xin tersenyum hangat.
Xin xin memang pandai bergaul. Dia selalu ramah, tapi tidak untuk musuhnya. Yun xue mengajak keduanya untuk mengobrol.
"Yun yue, aku dan Xin xin akan berangkat ke Kekaisaran Lu, tolong jaga organisasi ini dengan baik" ucap Yun xue.
"Apakah harus besok? Tapi akan ada pertunjukan menarik besok. Dan aku harus membantu dia. Jadi bisakah kau undur sampai urusanku selesai?" ucap Yun yue
"Baiklah, akan aku undur. Tapi jika sudah selesai, kuserahkan semuanya padamu" ucap Yun xue.
"Oke sepakat!"
Minggu depan...
Yun yue telah bersiap siap untuk melihat pertunjukan. Dia memakai hanfu yang simpel dan rambutnya di kuncir kuda.
Saat akan pergi, ada yang memeluknya dari belakang. Pergerakannya telah terkunci. Dia tidak bisa bergerak.
"Ming jun, lepaskan aku" ucap Yun yue.
"Bagaimana kau bisa tahu? Kau sudah ingat aku?" tanya Ming jun antusias.
"Ya, tentu aku ingat. Hanya saja belum sepenuhnya. Jangan halangi aku. Aku ingin pergi"
"Yue yue, aku rindu padamu. Sudah sejak lama aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Akhirnya aku bisa memelukmu"
"Lepaskan. Aku ingin pergi"
"Tidak, sebelum..."
"Sebelum apa?"
Sebuah bibir mendarat di bibir Yun yue. Yun yue masih terkejut. Saat sadar, dia memukul dada Ming jun. Nafasnya terengah engah.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Apa perlu aku ulangi?"
"Tidak perlu! Aku tidak mau"
"Yue yue, biarkan aku ikut ya"
"Tidak boleh!"
"Ya sudah tapi aku akan..."
__ADS_1
Yun yue yang melihat Ming jun mendekat berjalan mundur sampai menabrak tembok.
Wajah mereka sangat dekat. Mungkin sekitar 1 inci. Wajah Ming jun semakin dekat.
Nafasnya juga bisa dirasakan. Yun yue tidak punya pilihan lain. Sepertinya hari ini dia kurang beruntung.
"Baiklah, kau boleh ikut" ucap Yun yue.
Ming jun tersenyum puas. Mereka berdua pergi menuju kediaman Perdana Menteri Kanan.
Mereka ke sana untuk melihat pertunjukan menarik. Kalau Yui dalam bahaya, Yun yue bisa dengan cepat membantu.
Acara telah dimulai. Acara pertama adalah pertunjukan bakat. Di saat giliran Yui menari balet. Bagaimana Yui bisa melakukannya?
Flashback
Yun yue menyelinap masuk ke kamar Yui. Dia tau, di saat ulang tahun selir ketiga nanti, Yui pasti diharuskan menunjukkan bakatnya.
Yui bisa dibilang tidak terampil. Maksudnya, dia tidak bisa melakukan kegiatan seperti wanita bangsawan lainnya.
Seperti menari, melukis, menulis, dll. Jadi Yun yue harus membantu Yui untuk mempelajari itu semua.
Supaya Yui bisa menguasai dengan cepat, maka Yun yue mengajaknya ke ruang dimensi.
"Hai Yui"
"Yun yue? Ada apa kau datang ke sini?"
"Tentu saja untuk melatihmu"
"Maaf sebelumnya tapi aku harus menutup matamu terlebih dahulu"
"Baiklah"
Sesampainya di ruang dimensi, Yun yue menuntun Yui untuk pergi ke area yang dikhususkan untuk latihan.
Yun yue membuka kain yang menutup mata Yui. Yui mengerjapkan matanya berkali kali untuk menyesuaikan pencahayaan.
"Kita sudah sampai, Yui"
"Yun yue, ini di mana?"
"Eh, ini adalah tempatku berlatih"
"Oh begitu"
Yun yue tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Yui memang bisa dipercaya, tapi bagaimana jika hal itu malah membuatnya dalam bahaya?
Yui begitu takjub dengan area itu. Yun yue mulai mengajarkan etika wanita bangsawan terlebih dulu.
Percuma bukan jika berbakat tapi tidak punya etika? Itu sia sia dan hanya akan dianggap sebelah mata.
Setelahnya, Yun yue mengajari menulis, melukis, membuat kerajinan. Lalu mengajarkan kultivasi.
__ADS_1
Mereka menghabiskan waktu 2 hari sama dengan 1 jam di dunia nyata. Yui awalnya khawatir semua mencarinya.
Tapi, Yun yue menjelaskan tentang perbedaan waktu jadi sekarang Yui bisa bernafas lega.
Mereka menghabiskan waktu 1 minggu itu dengan hal yang sama.
Flashback End
Semua menatap takjub pada Yui. Yun yue tersenyum. Tidak sia sia usahanya untuk melatih Yui.
Sampai pada puncak acara yaitu penyerahan hadiah. Semua berbaris rapi untuk memberi hadiah pada selir ketiga.
Yui memberi sebuah kotak. Kira kira apa ya isinya? Selir ketiga menerimanya dengan keraguan.
Tapi, selir ketiga penasaran, apa yang mampu Yui berikan padanya. Sedangkan uang saja tidak punya.
Setelah membuka kotak itu, tercium bau tidak sedap. Selir ketiga langsung melempar kotak itu setelah melihat apa isinya.
Para tamu yang hadir langsung menutup hidungnya. Ternyata isinya adalah bangkai tikus.
Baunya sangat menyengat. Selir ketiga marah besar kepada Yui. Ia merasa dipermalukan.
"Yui!! Apa maksudmu memberiku bangkai tikus hah?!!" ucap selir ketiga marah.
"Aku bingung ingin memberi hadiah apa. Sedangkan kau tidak pernah memberiku sepeserpun uang.
Bukankah itu berarti kau telah merebut hak ku? Dan juga kenapa aku memberimu bangkai tikus sebagai hadiah?
Karena...itu sangat pantas kau dapatkan. Bangkai itu sama seperti sifatmu itu yang...busuk!!" ucap Yui.
"Yui!! Dasar kau j*l**g!! Beraninya kau membentak Ibuku!! Atas dasar apa kau mengatai Ibuku seperti itu" ucap Lin yun.
"Atas dasar apa? Bagaimana kalau aku punya bukti kebusukan Ibumu yang sedang kau bela itu?
Oh ya aku belum mengatakannya padamu. Apa kau tahu? Sebenarnya...kau bukanlah...bagian dari keluarga ini!!
Apa kau terkejut? Kenapa aku mengatakannya? Karena kau adalah anak dari hasil perselingkuhan Ibumu. Termasuk juga kakak mu si Yun mei itu" ucap Yui.
Perdana Menteri Kanan terkejut akan perkataan Yui. Jadi selama ini, Lin yun dan Yun mei bukan anaknya?
Bukankah ini sama saja merusak reputasi kediaman Perdana Menteri? Semua tamu masih dalam mode terkejutnya.
Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara sekecil apapun. Kini pesta itu berubah sunyi seperti kuburan.
Yui melangkah maju untuk menyerahkan bukti bukti kejahatan selir ketiga. Perdana Menteri hanya bisa menerimanya.
Setelah usai membaca semua isi kertas, Perdana Menteri marah besar. Dia kira bukti itu hanya berisi masalah kecil.
Ternyata tidak segampang yang ada di pikirannya. Perdana Menteri langsung menyuruh untuk memenjarakan selir ketiga.
Juga mengurung Lin yun di gudang yang kotor, penuh jaring laba laba dan tikus. Sangat tidak layak untuk ditempati.
Tidak hanya itu, Lin yun hanya diberi makanan 2 kali dalam sehari. Makanannya juga tidak layak.
__ADS_1
Biasanya makanan basi pasti akan dibuang, tapi ini untuk diberikan pada Lin yun. Tidak bisa dibayangkan seberapa sengsaranya dia.
......Bersambung......