
Mentari telah muncul di ufuk timur, menampilkan sinar yang hangat. Secercah cahaya muncul lewat celah kamar.
Seorang gadis yang tengah asyik dengan mimpinya kini perlahan membuka mata. Bisa tebak kan? Ya, dia adalah Yui wei.
Kini Yui wei pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia turun untuk sarapan bersama keluarga tercinta.
Kamarnya berada di lantai 2 dan meja makan di lantai 1. Saat menuruni tangga ia melihat keluarganya sedang mengobrol dan bercanda.
Yui wei tersenyum dan mempercepat langkahnya. Setibanya di sana, keluarganya tidak menyadari keberadaan nya. Yui wei pun cemberut.
"Huh asyik ya bercandanya. Aku gak diajak"
Mommy, Daddy, dan kakaknya menoleh ke Yui wei. Mereka pun tertawa melihat wajah Yui wei.
"Sini Yui sayang, duduk di samping mommy"
Yui wei duduk di samping Mommy nya. Mereka makan dengan tenang. Karena jika sedang makan, jangan berbicara. Itu adalah salah satu peraturan di keluarga itu.
Setelah selesai makan Yui wei langsung pergi. Mommy nya merasa agak tidak senang karena Yui wei sering pergi setelah sarapan.
"Yui, kamu mau kemana? Kok kamu sering pergi sih habis sarapan. Emang ada urusan apa?"
Yui langsung berbalik dan menatap mommy nya itu "Maaf ya mom aku harus pergi soalnya buru buru. Ada urusan penting, gak bisa aku ceritain"
Yui pun langsung pergi. Yui ke garasi untuk mengambil mobilnya. Di gerbang ada scurity yang membukakan gerbang dan Yui langsung tancap gas.
Kalo tanya Yui mau kemana, dia mau ke markas anggota mafia nya. Yui gak pernah cerita tentang identitasnya sebagai ketua mafia karena gak mau keluarganya khawatir.
Sesampainya di sana para anggotanya langsung menyambutnya. Bagi mereka, Yui merupakan penyelamat. Karena...dulunya mereka hanya pengemis, pengamen, gembel, dll. Tapi sejak ada Yui, hidup mereka menjadi lebih baik bahkan sangat baik.
"Hormat kami pada Queen"
"Hm"
Yui duduk di kursi megahnya dan langsung menyampaikan rencana "Baiklah apa sudah kumpul semua?"
"Sudah Queen"
"Sekarang aku akan langsung pada intinya. Sekarang kita harus bersiap. Malam ini kita akan menyerang geng mafia bulan sabit. Karena selama ini mereka telah melakukan kejahatan yang membuat warga resah. Juga mereka berkali kali menggunakan nama geng mafia kita untuk menindas orang tidak bersalah. Jadi apa kalian semua siap?"
"Kami semua siap Queen"
....................
__ADS_1
Malam harinya...
Para anggota lotus hitam telah siap. Kini mereka telah berada di markas bulan sabit. Markas bulan sabit telah dikepung anggota lotus hitam. Namun sedari tadi Yui merasa gelisah, ia pun menyingkirkan perasaan itu jauh jauh.
Akhirnya mereka menyerang bulan sabit. Sedang Yui pergi menuju ruangan ketua bulan sabit. Dia menodongkan pistolnya ke ketua bulan sabit.
"Lebih baik kau menyerah! Serahkan dirimu secara baik baik atau aku akan menggunakan cara keras!"
"Oh benarkah? Aku tidak yakin. Apa kau sudah tidak mengenali diriku? Padahal kita telah sering bahkan hampir tiap hari bertemu!"
Yui bingung dengan perkataan gadis di depannya alias ketua bulan sabit. Ia merasa kalau dirinya tidak pernah mengenalnya. Namun ada perasaan familiar di hatinya.
Saat Yui sedang terlarut dalam pikiran, gadis itu membuka topeng setengah wajahnya. Yui pun kaget melihat siapa yang di hadapannya.
"Ka kau, ap apa i itu kau? Ti tidak mungkin!"
"Apanya yang tidak mungkin? Ini aku!"
Yui terkejut. Bagaimana tidak, yang berdiri di hadapannya sekarang adalah yue yi. Sahabatnya sendiri.
"Dari dulu aku iri denganmu karena kau bisa mendapatkan semuanya tapi aku? Aku harus bekerja keras tapi tetap saja tidak ada yang memandangku! Aku lebih senang kalau kau mati! Hahaha"
Yue yi mendekat ke arah Yui dan mendorong Yui. Kebetulan di belakang Yui ada jendela yang besar. Yui menabrak jendela itu, alhasil dirinya terjatuh.
Untunglah ruangan itu di lantai 1 jadi tidak terlalu menyakitkan. Yue yi berjalan ke arah Yui. Yui saat ini tengah mencoba berdiri. Untuk kedua kalinya Yue mendorong Yui sampai terduduk di jalan raya.
Sebelum dia meninggal "Sialan kau Yui! Tapi tak apa yang penting kau juga akan mati!"
Disaat yang sama Yui tertabrak bus dan bergumam dengan linangan air mata "Maaf kalau aku belum bisa menjadi anak dan adik yang terbaik untuk kalian. Maaf aku merahasiakan identitasku. Aku tidak percaya kalau aku akan mati sekarang karena sahabatku sendiri" setelah berguman Yui menghembuskan nafas terakhir.
Para bawahan Yui melihat kejadian itu menangis dan langsung membawa Yui ke rumah sakit. Tak lupa menelpon keluarganya.
Keluarga Yui telah sampai di rumah sakit tempat Yui dirawat. Mereka bertemu para bawahan Yui. Mommy nya Yui bertanya kepada bawahan Yui sambil terisak.
"Hiks ada apa dengan hiks putriku hiks? Dan hiks siapa kalian hiks bagaimana kalian hiks mengenal putriku hiks?"
Salah satunya menjawab sambil menunduk "Maaf nyonya kami belum mengetahui keadaan Queen. Sebenarnya dia adalah Queen kami. Queen dari lotus hitam"
Mommy Yui yang mendengarnya pun pingsan. Dia terkejut dengan kenyataan ini. Daddy nya dan para kakaknya juga terkejut.
Lalu dokter keluar dari ruang IGD dengan wajah masam. Kakak Yui menanyakan keadaan adiknya itu.
"Dokter, bagaimana keadaan adik saya?"
__ADS_1
"Maaf kami sudah berusaha yang terbaik, tapi takdir berkata lain. Nona Yui telah dinyatakan meninggal dunia"
Keluarga Yui bagai tersambar petir. Mendengar berita itu keluarganya menangis. Begitu juga para bawahan Yui.
Sedangkan Yui, dia sekarang sedang dalam keadaan jiwa, di sekelilingnya semua berwarna putih. Ia terus berteriak memanggil.
"Halo! Apa ada orang?!"
Tiba tiba ada sebuah cahaya menyilaukan. Yui menutupi matanya dengan sikunya. Lalu ada jiwa yang mirip Yui. Yui pun terkejut.
"Siapa kau! Dimana ini? Dan kenapa wajah kita sama?"
"Akhirnya kau kembali"
"Apa maksudmu? Dan kau belum menjawab pertanyaanku"
"Maaf, aku tidak bisa memberitahumu, dan ini ambillah"
Jiwa itu memberi Yui sebuah liontin. Yui pun penasaran.
Kira kira kaya gitu. Maaf kalo gak sesuai sama imajinasi kalian.
"Apa ini?"
"Ruang dimensi"
"Bagaimana masuknya?"
"Tutup mata dan fokus pada satu titik. Lakukan yang sama untuk keluar"
"Baiklah"
Lalu sebuah cahaya yang silau mengelilingi Yui. Yui memejamkan matanya.
Lalu samar samar terdengar suara isakan. Tangannya terasa basah dan sembab. Yui menengok ke sisi kiri dan dilihatnya seorang pelayan yang tengah terisak.
...Hai kalian semua....
...Ini ceritanya berbeda dari awalnya....
...Judulnya juga aku ganti....
__ADS_1
...Semoga suka dengan cerita barunya....
...Bye bye......