
"Hanya ingin memberimu baju ini. Aku yakin kau pasti tidak punya baju yang layak untuk di pakai nanti" ucap selir pertama penuh kepalsuan.
"Ini pasti dari Kaisar bukan? Aku tahu itu. Kau tidak bisa membohongi ku. Dilihat dari coraknya, ini khas untuk putri" ucap Yun xue.
"Hahaha kau benar ini dari tuan. Dia berharap kau bisa memakainya. Cobalah dulu" ucap selir pertama.
Yun xue tersenyum licik. Dia mempunyai rencana jahat untuk membuat selir pertama jera. Yun xue pergi ke ruang ganti.
Di sana ada semacam gunting. Yun xue mengambil gunting itu. Dia merobek robek baju itu dengan gunting.
'Aakh'
Selir pertama bergegas ke ruang ganti untuk melihat keadaan di dalam. Dia mendengar teriakan kencang Yun xue.
'Ck. Merepotkan sekali. Aku disuruh tuan untuk mengantar baju dan dia berteriak. Aku harus mengeceknya'
"Ada apa?" ucap selir pertama dengan ekspresi dibuat buat khawatir.
"Bibi, baju ini sudah robek. bagaimana aku bisa memakainya" ucap Yun xue berpura pura sedih.
"Bibi tidak tau. Tapi tadi saat bibi mengambilnya masih baik baik saja" ucap selir pertama panik.
Yun xue diam diam tersenyum licik. Rencana nya berhasil. Sekarang selir pertama panik dibuat nya.
"Hiks jadi bibi hiks menuduhku? Aku tidak mungkin melakukan itu untuk mempermalukan diri sendiri. Kaisar juga tidak mungkin melakukannya.
Satu satunya yang patut dicurigai adalah bibi. Apa bibi begitu tidak menyukai ku sampai berbuat begini?" ucap Yun xue berakting menangis.
Kasim kepercayaan Kaisar tidak sengaja mendengar suara ribut ribut dari dalam dan melaporkannya pada Kaisar.
"Hamba menghadap pada Yang Mulia. Ada sesuatu yang ingin saya laporkan tentang nona kedua" ucap kasim itu.
Mendengar nama Yun xue (Mei lian) Kaisar langsung beranjak dari tempat duduk nya. Dia berjalan menuju kediaman Yun xue.
Di sana, dia mendengar suara ribut dan langsung masuk ke dalam. Dia melihat Yun xue yang sedang terisak.
Yun xue melihat kedatangan Kaisar Lu dan menjalankan aktingnya. Dia berlari dan memeluknya.
"Hiks Ayah, bibi memberiku baju yang sudah robek. Padahal itu adalah pemberian dari mu" ucap Yun xue berpura pura menangis.
'Kalau bukan karena aku sedang berakting, aku tidak sudi untuk memeluknya' batin Yun xue memutar bola mata malas.
__ADS_1
"Tenanglah. Aku sudah memberitahu mu untuk berhati hati, jangan sampai rusak sedikitpun!" ucap Kaisar Lu.
Selir pertama merasa gugup karena dia di marahi oleh tuan nya. Dia menunduk dan menggertakkan giginya kesal.
'Sial! Bocah ini sudah berani menjebak ku. Sekarang aku dimarahi oleh tuan. Aku akan mengingat kejadian hari ini. Tunggu lah pembalasan ku!!' batin selir pertama.
................
"Ibu, apa yang harus aku pakai? Hari ini tamu spesial akan datang. Aku harus berpenampilan menarik supaya dapat memikatnya" ucap Qin ye, anak dari selir kedua.
Dia terlihat begitu gelisah. Bagaimana tidak? Ini adalah kesempatan untuk memikat seorang Pangeran.
Bisa jadi dirinya dijadikan istri sah, atau mungkin selir. Tapi dia tidak peduli, yang penting bisa dekat dengannya.
"Tenanglah sayang. Ibu punya sebuah baju yang sangat mahal, dan bahannya juga bagus. Kau pasti akan terlihat cantik. Dan Pangeran itu akan terpikat olehmu.
Dan jika kau bisa berhasil mendekatinya. Ibu tidak perlu lagi berharap pada Ayahmu lagi" ucap selir kedua tampak senang.
Qin ye membayangkan tentang nanti Pangeran menghampirinya dan tertarik padanya.
"Hai nona cantik, apa boleh aku duduk di sebelah mu?" ucap Pangeran.
"Eh ah boleh. Silahkan" ucap Qin ye yang pipinya sudah merah merona.
"Nona cantik, sebenarnya...ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Pangeran.
"A ap apa?" tanya Qin ye yang sudah sangat gugup. Membayangkan kalau Pangeran menyatakan perasaan.
"Sebenarnya..aku sudah mencintaimu dari pandangan pertama. Apa kau bersedia hidup bersamaku sampai nanti?
Kau adalah gadis paling cantik dan paling menawan juga paling berbakat di daratan ini. Apa kau bersedia?" ucap Pangeran.
"Aku..sebenarnya juga begitu. Aku...bersedia" ucap Qin ye malu.
"Qin'er, qin'er!!" suara memanggil manggil nama Qin ye.
Qin ye sadar dari lamunannya dan menggeleng geleng kan kepalanya berkali kali.
"Jangan melamun kan hal yang belum terjadi. Cepat bersiap siap" ucap selir pertama.
Qin ye langsung bergegas ke ruang ganti dan memakai baju dari Ibunya. Qin ye merasa sangat puas.
__ADS_1
"Cantik dan anggun. Aku siap untuk menaklukkan hati Pangeran" ucap Qin ye tersenyum senang.
................
"Mei mei, kau harus tampil lebih baik dari anak anak selir. Aku sudah menyiapkan semuanya" ucap Xin xin antusias.
"Kenapa kau begitu bersemangat jie jie? Padahal hanya akan bertemu dengan nya" ucap Yun xue geleng geleng kepala.
"Tentu saja mei mei. Teman masa kecil mu akan datang. Kau harus tampil sesempurna mungkin" ucap Xin xin.
"Bukankah aku sudah cantik? Jadi memakai apa pun dan walau tidak memakai riasan, aku tetap sempurna" ucap Yun xue yang mungkin sengaja untuk sedikit sombong.
Xin xin mengangguk mengiyakan. Memang benar, Yun xue cantik walau tanpa riasan. Kecantikan yang alami.
Xin xin memberikan baju yang telah dia pilih. Yun xue menerimanya dan pergi ke ruang ganti untuk mengenakannya.
"Wow mei mei. Kau sangat cocok memakai hanfu itu. Baiklah sekarang duduk dan aku akan menata rambutmu" ucap Xin xin.
Yun xue duduk di depan kaca meja rias. Walaupun buram, tapi masih bisa digunakan.
Xin xin dengan lembut menata rambut Yun xue. Juga memberi sedikit riasan. Xin xin mengambil tusuk konde dan memakaikan nya.
Tinggal satu sentuhan lagi dan Xin xin sudah selesai menata rambut Yun xue. Terlihat sangat anggun dan elegan.
"Jie jie, kau sangat pandai menata rambut. Mungkin jika di dunia modern, usaha salon mu akan berkembang pesat" ucap Yun xue memuji Xin xin.
"Tentu saja" ucap Xin xin yang kini sedikit sombong.
Walaupun dia tidak tau apa itu salon. Tapi pujian tentu saja harus diterima. Yun xue menyesal telah memujinya.
................
"Tuan, sebentar lagi kita sampai. Harap tuan menunggu" ucap bawahan Lin Xiang.
Lin Xiang hanya ber dehem. Xin yu penasaran kemana tujuan Lin Xiang? Apa dia akan menemui seseorang?
'Apa dia akan bertemu dengan seorang wanita? Tidak boleh!! Hanya aku satu satunya wanitanya!" batin Xin yu.
Xin yu menguap berpura pura mengantuk. Dia berpura pura tidur. Xin yu perlahan lahan ingin bersandar di bahu Lin Xiang.
Lin Xiang tahu niat dari Xin yu dan langsung bergeser tempat duduk. Alhasil Xin yu tidak jadi bersandar di bahunya.
__ADS_1
......Bersambung......