Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
SEKTE JIANGSHI


__ADS_3

Angin berhembus sepoi-sepoi yang akan dapat membuat orang mengantuk. Petir berhenti mengeluarkan suaranya dan langit hitam kini kembali seperti semula.


Diiringi oleh kicauan burung yang bersahutan tengah menari di atas langit dengan indahnya seakan sedang bersorak atas kemenangan ini.


Yun Yue hanya tersenyum tipis. Tak sadar air matanya keluar dari matanya dan kini tengah berada di ujung matanya.


"Misi-ku kini telah benar-benar selesai. Sekarang, aku harus mendapatkan daun bambu emas itu" gumam Yun Yue.


Di saat seperti ini, di pikirannya penuh dengan seorang pria dengan surai berwarna hitam dan mata berwarna merah semerah darah tengah tersenyum.


Yun Yue tersenyum penuh arti saat melihat bayangan pria itu. Perlahan senyumnya memudar dan matanya perlahan tertutup. Sebelum Yun Yue kehilangan kesadarannya, dia bergumam, "Jun".


Sedangkan di dalam ruang dimensi, Xiao, Fenghuang, Rouruan dan Fei sedih melihat kondisi Yun Yue yang seperti itu. "Tuan," gumam mereka.


Sebuah portal tiba-tiba muncul dan menarik tubuh Yun Yue masuk ke dalamnya. Saat Yun Yue telah memasuki portal, portal itu kembali menutup.


Rubah Ekor Sembilan yang tadinya berada di sana perlahan menjadi transparan dan menghilang sepenuhnya terganti menjadi sebuah cahaya seperti kunang-kunang, dan cahaya itu berpencar ke segala arah dan berubah menjadi kupu-kupu berwarna kuning.


Kupu-kupu itu terbang ke segala penjuru Desa, membuat suasana menjadi damai. Semua orang pun terheran-heran dengan fenomena aneh itu.


"Sayang sekali kita tidak dapat mengucapkan terima kasih kepada penyelamat kita, ya?" ucap Master Han sembari menatap kupu-kupu yang berterbangan.


"Selama fenomena aneh ini berlangsung, aku tidak pernah melihat Yun Yue. Apa dia baik-baik saja?" gumam Nenek Zhou khawatir.


Nenek Zhou yang melihat Xu He langsung menghampirinya. "Hormat kepada Kepala Desa,"


Xue He langsung saja menoleh ke asal suara dan mendapati Nenek Zhou tengah memberikan hormat kepada dirinya. "Berdirilah" ucapnya pada Nenek Zhou.


"Maaf Kepala Desa, saya bersikap lancang dengan langsung menghampiri anda. Namun, saya ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Ini, lebih ke permintaan" ucap Nenek Zhou terus terang.

__ADS_1


"Katakanlah" jawab Xu He.


"Begini, jadi ada seorang gadis yang tinggal bersamaku, dan aku curiga kalau fenomena aneh yang baru saja terjadi ada sangkut pautnya dengannya. Jadi, saya ingin meminta Kepala Desa untuk membantu mencarinya" ucap Nenek Zhou tanpa rasa takut akan dihukum karena bersikap lancang.


Kepala Desa terdiam sesaat sebelum ia menjawab, "Baiklah, aku akan mengutus Penjaga Desa untuk mencarinya, anda tidak perlu khawatir"


Nenek Zhou terkejut dan menatap Xu He dengan tatapan tidak percaya. "Terima kasih" ucapnya dengan menunduk.


Para Penjaga Desa berpencar untuk mencari Yun Yue sesuai perintah dari Xu He, namun, mereka tidak dapat menemukannya di manapun. Dia bagaikan hilang di telan Bumi.


***


Di sebuah goa dengan penerangan dari obor, di sebuah tempat di goa yang mirip dengan sebuah kamar, seorang gadis dengan wajah pucat sedang terbaring lemah di sebuah batu besar yang fungsinya seperti tempat tidur.


Gadis itu mengernyitkan dahinya, sepertinya dia sedang memimpikan hal yang buruk. Atau mungkin lebih tepatnya tengah mengingat kenangan buruknya.


Bulu mata gadis itu bergetar dan perlahan matanya terbuka. Dia mengerjap-kan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan pencahayaan.


Yun Yue mendudukkan dirinya dan menatap zombie mini. "Kenapa aku bisa berada di sini?" tanya Yun Yue dengan wajah penuh tanya.


"Kami yang membawaku ke sini melalui portal. Selamat, kau telah berhasil melalui ujian ini. Jadi, tuan, kami bersedia mengabdi padamu" ucapnya dengan hormat.


Yun Yue tidak menyangka kalau dirinya berhasil lulus ujian. Dia tersenyum tipis. "Dan, tuan, kami telah membuat obat yang dapat mengurangi kadar racun di tubuh tuan. Jadi, jika tuan rutin meminumnya, tuan akan sembuh" lanjut zombie mini.


"Baiklah, sekarang aku harus segera menemukan jade spirit naga. Dikatakan kalau jade itu berada di sini, jadi kalian bisa tolong ambilkan?" ucap Yun Yue.


Para zombie saling memandang satu sama lain. Pandangan mereka tertuju pada salah satu zombie di antara mereka. Zombie yang ditatap pun hanya kebingungan, kenapa harus aku? Pikirnya.


"Eh anu itu tuan, jade spirit naga telah dicuri oleh orang-orang dari Sekte Jiangshi untuk dijadikan hadiah bagi pemenang perlombaan. Kami tidak bisa mengambilnya, maafkan kami tuan" jawab zombie itu dengan menunduk, takut Yun Yue akan marah.

__ADS_1


"Perlombaan? Apa itu sejenis perlombaan petarung?" tanya Yun Yue yang dibalas anggukan dari semua zombie.


Yun Yue mengapit dagunya dan tersenyum sambil mengangguk-angguk dengan wajah tertarik. Para zombie menjadi merinding saat melihat senyuman itu.


"Apa perlombaan itu bisa diikuti oleh semua orang?" tanya Yun Yue lagi. Para zombie membalasnya dengan anggukan juga.


Yun Yue tersenyum penuh arti dan langsung mengambil keputusan, "Baiklah, aku akan mengambil jade itu!" ucapnya yang artinya dia akan mengikuti perlombaan itu.


"Kalian ikut aku ke dalam ruang dimensi. Mulai sekarang, kalian akan tinggal di sana" Yun Yue memasuki ruang dimensi dengan membawa kesepuluh zombie itu (jumlah mereka ada sepuluh).


Para zombie mengagumi keindahan ruang dimensi Yun Yue. Fenghuang dan Xiao yang melihat tuannya langsung saja menghampirinya.


"Astaga, makhluk aneh apa ini?" tanya Fenghuang yang penasaran sekaligus tertarik dengan makhluk yang ada di depannya ini.


"Wah, kalau dilihat-lihat, mereka bukankah begitu imut?" ucap Xiao dengan mata berbinar.


"Mereka ku-sebut zombie mini. Mulai sekarang, mereka juga akan tinggal di ruang dimensi" jelas Yun Yue. "Oh ya, di mana Rouruan dan Fei?" tanya Yun Yue.


"Lihat, mereka di sana" jawab Fenghuang sambil menunjuk Rouruan Dan Fei yang berada di bawah pohon rindang. "Mereka sedari tadi terus bermain mahjong, tapi Rouruan terus kalah dari Fei dan membuat Rouruan menjadi kesal" ucap Xiao sambil menahan tawa.


"Aku menang!" teriak Fei dengan kegirangan dan membuat Rouruan menjadi kesal.


"Ayo, kita bermain sekali lagi!" ucap Rouruan dengan frustasi.


"Eh, tapi kita sudah bermain 200 kali, apa kau tidak lelah?" ucap Fei kebingungan.


Yun Yue hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Rouruan yang menurutnya lucu.


"Kemana perginya Rouruan yang biasanya selalu tenang? Haish"

__ADS_1


Yun Yue melangkah ke mansion-nya dan menuju ke pemandian. Dia menyiapkan air dingin untuk dirinya berendam. Setelah siap, dia melepas pakaiannya dan berendam di bak yang cukup besar.


"Ah, lumayan juga" gumam Yun Yue menikmati berendam-nya.


__ADS_2