Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda

Perjalanan Di Dunia Yang Berbeda
MEMORI


__ADS_3

Pelayan yang tadi pagi menyuruh Yui datang ke taman mengajak semua orang untuk pergi ke taman.


Tentunya suruhan selir ketiga. Dalam perjalanan, semua anggota kediaman menjelekkan Yui.


"Sungguh tidak tau malu dia"


"Ya, hanya karena anak dari istri sah tapi malah diam diam melakukan hubungan dengan seorang kasim"


"Mungkin karena dia itu belum punya pasangan jadi dia melakukan hal tak senonoh seperti itu"


Setelah sampai, mereka menemukan Yui yang wajahnya tertutupi rambut. Eh maksudnya mereka ngira itu Yui tapi sebenernya itu Lin yun.


Mereka menghampiri keduanya dan menyibakkan rambut Lin yun. Betapa terkejutnya mereka.


"LIN YUN??!!"


Lin yun yang mendengar keributan langsung bangun dan mungucek ngucek matanya.


"Ada apa ini?"


Lin yun melihat ke arah bawah dan melihat bajunya berantakan. Dan juga bajunya merosot. Lalu di sampingnya ada kasim yang bajunya berantakan.


Lin yun sangat syok. Ia benar benar tak mengerti, seharusnya yang ada di posisi ini adalah Yui, bukan dirinya.


"Apa yang terjadi?! Bagaimana mungkin?!"


Mentri Kanan menampar Lin yun. Dia merasa begitu marah karena dipermalukan oleh Lin yun, anak dari selir kesayangannya.


"Ayah harus percaya padaku. Aku dijebak Ayah, aku dijebak oleh orang. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan kasim itu. Dan tadi ada yang memukul tenguk ku dan aku pingsan"


"Kalau begitu periksa apakah ada bekas pukulan di sana"


Kasim di sana menyibakkan rambut Lin yun ke depan dan memeriksa apakah ada bekas pukulan atau tidak.


Namun tidak ada bekas pukulan karena Yui memukulnya menggunakan qi.


"Tidak ada bekas di tenguk nona Lin yun. Sepertinya nona berbohong"


"Tidak mungkin! Apa kau tidak bisa melihat hah!!"


Mentri Kanan pun memeriksa apakah ada bekas pukulan namun hasilnya tetap sama.


"Lin yun!! Kau berani berbohong pada Ayah?! Sebagai hukuman, kau tidak boleh keluar dari kediamanmu (paviliunmu) selama 3 bulan!!"


Lin yun menggertakkan giginya dengan perasaan malu, kesal, marah, bercampur menjadi satu.


'Seharusnya Yui yang berada di posisi memalukan seperti ini. Kenapa rencananya jadi berantakan?'


Sedangkan Yui yang berada di ruang dimensi tertawa terbahak bahak.Yui begitu senang karena Pertunjukan menarik itu.


"Hahaha, ekspresinya sangat lucu. Apa kalian melihatnya Xiao, Fenghuang?"


"Tentu. Sangat lucu. Hahaha"


"Hm lumayan lucu"


Fenghuang mencoba menahan tawanya tapi tidak berhasil. Karena tak sanggup, Akhirnya Fenghuang tertawa lepas.

__ADS_1


Yui dan Xiao hanya geleng geleng kepala. Yui tau kalau Fenghuang menahan tawanya. Yui hanya terkikik kecil.


'Hm, aku merindukannya. Lebih baik aku keluar'


Yui keluar dari ruang dimensi dan pergi ke pasar. Yui pergi menuju ke kedai makan yang itu milik lotus hitam.


Siapa tau Mei lian dapat menemukannya di sini. Yui berada di lantai dua yang berada di ruang terbuka.


Di sana Yui dapat melihat seluruh pasar, eh sebagian besar. Tiba tiba ada yang menepuk pundak Yui.


Yui refleks berbalik dan memuntir tangannya. Namun orang itu cukup kuat dan menahan tangan Yui.


Ternyata dia adalah Mei lian "Kemampuanmu lumayan juga"


"Maaf aku refleks dan ingin memuntir tanganmu. Sekali lagi maaf"


"Tidak masalah"


Mei lian duduk berhadapan dengan Yui. Lalu mereka mulai mengobrol.


"Ternyata kau bisa menemukanku"


"Tentu saja"


"Oh ya ngomong ngomong aku ingin menyewa pasukan mafiamu. Aku ingin mengumpulkan bukti kejahatan selir ayahku"


"Oh itu. Tentu saja. Kita bisa membahasnya di markas. Kau bisa ikut denganku. Pegang tanganku"


Yui memegang tangan Mei lian dan mereka berteleportasi ke markas lotus hitam.


Sesampainya di sana ada dua penjaga yang menjaga ketat gerbang markas. Para penjaga itu yang mengenali Mei lian langsung menunduk hormat.


"Hm" Mei lian hanya membalas dengan deheman.


Mei lian mengajak Yui masuk. Di dalam ada Wu xian yang tengah menunggu Mei lian kembali.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Mei lian yang melihat Wu xian.


"Tentu saja aku sedang menunggumu" jawab Wu xian menampilkan senyuman manis.


"Tidak perlu. Aku tidak butuh" ucap Mei lian dingin. Wu xian yang mendengarnya cemberut.


"Haha sepertinya dia menyukaimu. Bagaimana denganmu?" Yui berbisik pada Mei lian dan menggodanya.


"Huh sudahlah" Mei lian wajahnya memerah dan langsung menarik Yui ke meja kerjanya. Yui hanya terkikik kecil.


"Oh ya ada satu hal yang ingin kutanyakan. Kemarin aku ingin menanyakannya tapi selalu lupa"


"Ada apa?"


"Siapa namamu?"


"Namaku Yui wei"


"Dan namaku Mei lian"


"Baiklah bagaimana tentang aku yang ingin menyewa mata mata?"

__ADS_1


"Oh tentu saja boleh"


"Baiklah suruh dia menemuiku di kamarku. Masuk saja lewat jendela"


Tiba tiba kepala Mei lian terasa sakit. Sangat sakit. Mei lian mencengkram kepalanya. Sungguh sakit tak tertahankan.


"Kau kenapa?"


"Kepalaku sangat sakit"


Yui panik. Lalu Yui membantu Mei lian berbaring di atas sofa. Mei lian memegang erat tangan Yui.


Sakit kepala Mei lian mereda. Bersamaan dengan menghilangnya sebuah memori yang berputar di kepalanya.


"Yun yue?" ucap Mei lian yang matanya berkaca kaca. Yui kebingungan. Siapa yang dia panggil Yun yue?


"Kau Yun yue kan?" ucap Mei lian yang membuat Yui semakin tidak mengerti.


"Siapa yang kau panggil Yun yue?"


"Tentu saja kau. Apa kau tidak mengingat Kakak?"


"Hah?"


"Sepertinya kejadian itu membuatmu tidak bisa mengingatnya"Yui semakin bingung dibuatnya.


"Baiklah akan kuceritakan. Bla bla bla" Mei lian menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir.


"Aku tidak bisa mengingatnya. Apa itu bisa dipercaya?"


"Ikuti kata hatimu" Yui yang mendengarnya terbengong cukup lama. Mei lian tau adiknya itu bingung dan langsung memecahkan keheningan.


"Biar aku mengantarmu pulang" Mei lian berteleportasi dan mengantar Yui pulang.


Malam harinya Yui tengah memikirkan kejadian tadi siang.


"Apa benar yang diceritakannya? Apakah mungkin dia berbohong? Jika iya, apa tujuannya? Mengikuti kata hatiku?"


Yui mencoba untuk mengingat, tapi tidak berhasil. Percuma saja sedari tadi ia mencoba, tapi selalu gagal.


Yui pun tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya di meja.


Malam telah berganti dengan pagi. Yui terusik karena ada seseorang yang membangunkannya.


Setelah membuka mata dan menyesuaikan pencahayaan, ternyata ada Mei lian dan 3 orang gadis di sampingnya.


"Ternyata kau"


"Ya ini adalah mata mata untuk mengawasi selir ayahmu dan anaknya"


"Baiklah terimakasih"


"Tidak perlu sungkan"


Mei lian langsung pergi lewat jendela. Yui mulai berbicara untuk memecahkan keheningan di sana.


"Jadi kalian adalah mata mata? Baiklah sekarang kalian masing masing awasi Selir ketiga dan anaknya" Yui menjelaskan tentang seluk beluk kediaman Mentri Kanan, supaya mereka tidak tersesat.

__ADS_1


"Baiklah kami mengerti nona" ketiga gadis itu langsung melakukan tugasnya.


......BERSAMBUNG......


__ADS_2