Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Terkuak Juga


__ADS_3

"Pretty, give me a logic reason," kata Lidya dengan sorot mata yang membuat Pretty ketakutan.


Sudah semingguan ini Pretty perang dingin dengan Lidya selaku ibu kandungnya. Lidya marah, karena akhirnya segalanya terkuak. Yah, seperti kata pepatah lama, Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya ketahuan juga. Ini tentang eksistensi Aji. Bahkan Pretty sudah membawa keenam temannya di Geng Tujuh Bidadari, tetap tidak mempan. Menurut Lidya, tidak logis. Ya ampun, pikir Lidya, tidak masuk akal Aji muncul mendadak di depan mobil Pretty, namun Pretty sama sekali tidak mencelakakan Aji.


Menurut Lidya, yang lebih logis adalah jika Pretty berkenalan dengan Aji melalui jasa situs pencarian jodoh. Bukankah situs-situs seperti itu tengah marak sekarang ini? Konon, selebrita saja juga membuat akun demi mendapatkan jodoh. Ambil contoh, yang tengah viral sekarang ini, Rizky Billar. Entah benar, entah hanya kabar burung, gosipnya, menurut sebagian fans Rizky Billar, ada yang bilang Rizky Billar sering mengunggah foto-foto pribadinya di situs Tinder. Mungkin dengan cara seperti itulah, Pretty dan Aji mulai memadu kasih. Via situs-situs perjodohan macam Tinder. Lantas, tanpa sepengetahuan Lidya dan suaminya, diam-diam Pretty dan Aji beradu mesra di kafe. Pada akhirnya, well, Lidya tahu ada penyesat di antara teman-teman Pretty. Lidya masih saja tidak menyukai Anin. Bisa saja Anin menyesatkan pikiran Pretty agar menjadikan Aji security di rumah mewah Pretty.


Saat mendengarkan tuduhan dari ibu kandung Pretty tersebut, Anin langsung mencak-mencak. Dasar memang Anin yang terkadang suka tidak tahu sopan santun, ibunya Pretty main didamprat begitu saja oleh Anin. Anin tak terima dengan tuduhan tersebut. Walaupun demikian, jika ditelusuri lebih dalam lagi, bukankah Anin itu salah satu yang menyarankan agar Aji tinggal di rumah Pretty? Anin bahkan keberatan Aji tinggal di rumahnya. Memang manusia seperti itu. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, namun semut di ujung samudera malah terlihat. Lucu, ah. Sebetulnya Anin menderita rabun jauh atau rabun dekat? Seharusnya yang rabun jauh itu Febe.

__ADS_1


Pretty memandangi foto-foto Aji yang tersimpan di salah satu folder ponsel kepunyaannya. Terkadang Pretty tersenyum, ada kalanya Pretty tertawa, dan mendadak Pretty menangis. Perubahan emosi yang luar biasa. Sepertinya Pretty tengah menaiki jet coaster.


Sekonyong-konyong Pretty sepertinya mendengar dirinya tengah disindir oleh Dave dengan sebuah lagu.


Lirih Dave, "...kita berdua saling jatuh cinta, rasanya bagaikan jet coaster, perasaan saling ingin berpelukan, melihat mimpi kita abadi..."


"Shut your mouth, and leave me alone!" tukas Pretty sewot seperti harimau yang menerkam buruannya.

__ADS_1


"Lagian apa bagusnya si Security, Sist?" Bukannya pergi, Dave malah makin memanas-manasi Pretty. "I guess, Salman is much better than Aji. Salman has the brighter future. He's rich, good looking, and... yang pasti-pasti aja, lah, Sist. Cari aja pasangan yang lebih gampang you temui. Come on, open your eyes, Sist."


Pretty tengah malas berdebat. Sebagai gantinya, satu lemparan bantal guling menimpa wajah Dave. "GO AWAY!"


Dave akhirnya memutuskan untuk melengos juga, namun laki-laki itu puas berhasil memojokan kakak sulungnya hingga naik darah.


Tinggal Pretty terdiam di dalam kamar dengan segala kegalauannya. Sekarang emosi Pretty tengah campur aduk. Sedih iya, karena kehilangan laki-laki yang teramat dicintainya (begitu syulit melupakan Reyhan, eh, Aji). Kalut pun iya, karena Pretty membayangkan apa reaksi Dad begitu mengetahui segala kekisruhan ini. Dad pasti marah besar. Pretty tidak berani membayangkannya. Pretty pun marah, iya, dia marah dengan segalanya. Marah ke Aji, karena harus hilang mendadak lagi. Emosi ke ibu kandungnya, karena susah diberitahukan. Pula, marah ke teman-teman segengnya, khususnya ke mereka yang memberikan saran ke Pretty agar Aji tinggal di rumah Pretty. Bahkan Pretty berani sekali menyalahkan Tuhan kenapa harus memberikan ke dia sejumlah kejadian aneh bin ajaib yang tak jarang menyerempet ke hal-hal adikodrati (baca: supranatural).

__ADS_1


"Aji, buruan balik, buruan," rintih Pretty yang terus menerus memandangi foto-foto Aji. "Jangan bikin posisi aku jadi makin sulit. Kalau ketahuan Dad, oh, ****, I'm doomed!"


__ADS_2