Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Makin Menyukai Pretty


__ADS_3

Aji baru saja dibelikan ponsel oleh Pretty. Benda itu sebelumnya tidak terlalu familier untuk seorang Aji. Walau sudah diajarkan beberapa kali oleh Pretty, tetap saja Aji kagok untuk menggunakan benda bernama ponsel. Dengan hati-hati sekali, Aji coba menggunakan sendiri benda bernama ponsel tersebut.


"Ternyata tidak sulit juga," ucap Aji menghela napas. Ia tersenyum puas setelah berhasil mengirimkan pesan untuk Pretty. Pesan yang dikirimkan Aji untuk Pretty tak jauh-jauh dari kata-kata 'aku sayang kamu, Pretty'.


Lalu Aji coba membuka folder-folder lainnya, khususnya folder foto. Pada akhirnya Aji mendapati beberapa foto ia dan Pretty. Ada pula foto Pretty yang tengah sendiri. Satu-dua foto Pretty sepertinya diambil secara diam-diam dan tanpa sengaja oleh Aji. Ada satu foto saat Pretty tengah mengenakan daster berwarna kuning dengan motif daun palem. Walau wajah Pretty tampak berantakan, entah kenapa di mata Aji, Pretty tetap terlihat cantik. Mendadak jantung Aji berdebar tiga kali lebih cepat dari biasanya. Aji menelan air liurnya, juga menggigit bibir bawahnya.


"Ya Gusti, cantik sekali ciptaan-MU ini," desah Aji.


Foto Pretty itu terus menerus dipelototi Aji, hingga tak terasa, entah bagaimana ceritanya, spontan saja Aji mencium foto Pretty, dan itu tepat di bagian bibir Aji. Di saat itulah, Aji mulai merasa ada yang tidak beres. Entah mengapa Aji merasa seperti tengah mencium langsung bibir Pretty. Membayangkan dirinya sedang berciuman bibir dengan Pretty yang makin panas, jantung Aji makin berdebar-debar.

__ADS_1


"Pretty, aku kangen kamu," desis Aji tersenyum kecil.


Aji kembali memandangi foto Pretty. Satu persatu foto Pretty diperhatikan secara seksama oleh Aji. Kedua mata Aji menerawang seolah-olah tengah membaca pikiran Pretty. Terkadang Aji penasaran apakah ada seseorang lainnya di hati dan pikiran Pretty. Aduh, lagi-lagi Aji meradang. Rasa cemburu itu hinggap di sanubari Aji. Masih terbayangkan di benak Aji wajah laki-laki tersebut. Seenaknya saja laki-laki itu memegang tangan Pretty yang mulus. Ingin rasanya Aji menjotos hingga mampus wajah si laki-laki. Padahal Pretty sudah menjelaskan kepada Aji bahwa laki-laki itu hanya rekan kerja biasa, yang tidak lebih dan tidak kurang.


"Seumur-umur aku belum pernah melihat wajah secantik Pretty ini. Di kampung aku, wajah para perempuannya tidak ada yang secantik Pretty ini." seloroh Aji yang kedua matanya semakin berkaca-kaca.


Dave tertawa yang memperhatikan kelakuan Aji dari jarak yang cukup jauh, namun juga bisa dikatakan dekat. Diperhatikan baik-baik, Dave menengarai sepertinya banyak kemiripan antara kakak sulungnya dengan Aji. Akan tetapi Dave tak bisa mnjelaskannya panjang lebar. Lagipula Dave belum pernah melihat Pretty sebahagia itu. Akhir-akhir ini, sejak Aji datang ke rumah, Pretty lebih sering tersenyum dan sangat bersemangat dalam menjalani aktivitasnya. Pretty juga amat jarang membantah Mommy. Yah, pokoknya banyak hal positif yang masuk ke dalam kehidupan Pretty semenjak Aji muncul.


__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


...Untuk pemesanan:...


...Nuel Lubis...


...📱 My Whatsapp (0877-9175-6320)...


...📩 immanuel.lubis@gmail.com...

__ADS_1


...Link Registrasi HDI: https://www.hdione.com/orl/nuellubis...


__ADS_2