
"Loh, cowok ini kapan datengnya?" tanya si tukang soto. "Perasaan si eneng sendirian aja. Eh, ini cowoknya eneng?"
Dengan tergeragap, Tasya menjawab, "I-i-iya, Bang,"
Sekejap kemudian, Tasya langsung tersedak. Dengan tergesa-gesa Tasya mengambil air mineral yang ia beli dari si tukang soto. Penyebab Tasya tersedak itu karena ada Pretty dan Mareta yang lagi-lagi Tasya bingung kenapa kedua sahabatnya itu datang bersamaan dengan kemunculan Aji secara ajaib.
Tasya cengar-cengir. "Hehehe... ada Pretty, Mareta juga. Kok gak ngabarin dulu, kalau mau nyampe?"
Mareta langsung duduk di samping Tasya. Aji perlahan bangkit berdiri dan menatap Pretty dengan kikuk. Tidak heran jika Aji kikuk bertatapan dengan Pretty setelah kejadian tersebut. Bagi Aji maupun Pretty, kejadian ciuman instan itu memang pengalaman yang sangat istimewa.
"Udah, kali, Sya. Coba cek WA lu." ucap Mareta nyengir. Mareta sekilas menatap laki-laki yang ia lupa bahwa laki-laki yang tadi memegangi tangan Tasya adalah laki-laki yang tujuh gadis itu rindukan. "Eh, lu janjian sama cowok, nih? Kok gak bilang-bilang?"
Tasya batuk-batuk untuk memberikan kode ke Mareta bahwa laki-laki itu adalah Aji. Mareta sepertinya kurang begitu memahami kode Tasya tersebut. Tasya beringsut dan membisikkan sesuatu, "Itu Aji, Mar."
__ADS_1
"HAH? AJI?" jerit Mareta yang loncat dari bangku kayu tersebut. "SERIUSAN LO?"
"Ada apa, Neng?" tanya si tukang soto yang tengah membuatkan soto untuk pembeli lainnya.
"Iya, itu Aji, Mar. Lu udah lupa wajahnya Aji?" kata Tasya yang kembali menyantap soto kikilnya.
Mareta langsung mendekati Aji yang tengah bersitatap dengan Pretty. Pretty dan Aji, wajah keduanya sama-sama bersemu merah. Sama-sama menyimpan banyak kata untuk saling diungkapkan. Di tengah keadaan seperti itulah, Mareta ibarat nyamuk karena mengganggu momen kikuk tersebut, dengan cara memandangi wajah Aji baik-baik.
"Ada apa, Mareta? Eh, kamu Mareta, kan?" ucap Aji yang sambil berusaha menghitung detak jantungnya yang tiga kali berdetak lebih kencang.
Aji tertawa. "Iya, ini memang aku."
Pretty bergerak perlahan-lahan ke arah Aji. Gadis itu lalu tersenyum yang seolah-olah berkata, 'Kamu ke mana aja? Tau nggak, aku selama ini sering mikirin kamu dan kangenin kamu? Aku bahkan ngerasa kayaknya sia-sia kangenin seseorang yang aku nggak tau ada di mana, tapi tetep aja aku lakuin. Jangan menghilang lagi dari hidup aku, yah, Aji,'
__ADS_1
Sekonyong-konyong Pretty teringat satu ungkapan dari bahasa Inuit yang ia dapatkan dari salah satu buku yang pernah ia baca. Itu adalah Iktsuarpok yang berarti perasaan antisipatif selama menunggu seseorang atau sesuatu di dekat pintu. Entah kapan seseorang atau sesuatu itu akan tiba, tetap saja yang bersangkutan menunggu. Itu sama seperti Pretty yang terus menerus menunggui Aji, yang entah kapan Pretty akan berjumpa kembali dengan Aji.
Mareta melepaskan pelukannya dari Aji setelah mendengar siulan dari tukang soto. Entah apa yang ada di pikiran si tukang soto, si tukang soto itu justru menatap Mareta sembari nyengir dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Desis si tukang soto, "Ada-ada aja kelakuan anak-anak jaman sekarang. Bisa macarin dua cewek sekaligus dan terang-terangan juga. Seumur-umur saya aja sulit dapetin satu sampai harus minta bantuan temen."
Pretty menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dengan kikuk. Aji menerimanya dengan kikuk pula. Sambil tersenyum sumringah, Pretty lalu berkata, "Selamat datang kembali, Aji."
Aji spontan berkata, "Aku merindukanmu, Pretty."
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
Oh iya, yuk order Cualacino ke Raditeens di nomor 085230668786. Kata 'Iktsuarpok' berada di novel "Cualacino", yang ceritanya tidak jauh berbeda dengan Pretty yang setia menunggui Aji, yang mana Ruth (di "Cualacino") setia menunggui seseorang yang Ruth tidak tahu orangnya seperti apa dan tengah di mana. Yang penting Ruth menunggu saja, walau sering diledeki Yudit, adiknya. Yudith sering mengatai Ruth halu. Arti cualacino berada di dalam novelnya, makanya order, yah.
__ADS_1
Ke depannya aku akan rutin update di hari senin. Terima kasih yang sudah setia membaca #PetualanganAji yah.