Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Dicurigai Anin


__ADS_3

Tak ada angin, tak ada badai, mendadak Anin berubah sikap kepada Aji. Masa Aji dipelototi Anin dengan tatapan seolah Aji itu pencuri? Sontak Aji bingung kenapa Anin seperti itu. Aji beringsut ke arah Anin dan menunjukkan gestur hendak meminta maaf.


"Anin, mohon maaf, apa aku ada salah?" tanya Aji menundukkan kepala.


Anin berdeham. "Huffftt... pikir sendiri aja."


Aji memasang tampang sok berpikir, walau dia sebetulnya tidak tahu harus berpikir seperti apa. Aji merasa tidak pernah melakukan sesuatu hal yang menyakiti Anin.


Anin berdeham sekali lagi. "Ji,"


"Iya." jawab Aji menggigit bibir bawah.


"Aku tanya sama kamu, yah," Anin menarik napas sebentar, lalu mengembuskannya. "kamu itu siapa, sih? Maaf, nih, yah, aku nanyanya. Kamu bukan orang jahat, kan?"

__ADS_1


Aji mengernyitkan dahi, kaget. "Orang jahat? Aku bukan orang jahat. Jujur, aku bukan orang jahat. Kenapa kamu bertanya begitu, Anin?"


"Kemunculan kamu yang serba misterius itu. Belum lagi, kamu belum lupa, kan, gimana paniknya aku dan yang lainnya waktu kamu tiba-tiba hilang dari apartemen. Kita sempat menuduh kamu itu tukang begal. Cuman Pretty aja yang sering berpikir positif soal kamu." ujar Anin tegang sekaligus memasang tampang jijik.


Aji bergeming. Ia memilih tak membalas. Ia sendiri bingung dengan situasi yang ia alami. Belum tentu setiap orang percaya, entah orang-orang dari jamannya, entah itu orang-orang dari jaman sekarang alias jaman Pretty dan kawan-kawan. Sampai sekarang Aji belum bisa melupakan pengalaman yang ia alami saat itu, saat ia tengah berburu. Lingkaran aneh di langit itu apa? Lantas, kenapa Aji bisa berpindah-pindah dari jamannya menuju jaman Pretty seenaknya? Seingat Aji, Aji tak terlalu paham dengan ilmu sihir apalagi yang berbau ilmu hitam. Aji memang sempat mempelajari ilmu beladiri, namun tidak sampai ke tahap memperkuat ilmu kebatinan layaknya animasi Naruto yang ia tonton dari laptop Pretty. Karena itulah, Aji sering menangis sendiri. Sebelum tidur, Aji menyempatkan diri untuk berbicara sendiri sembari menangis. Doa juga dipanjatkan Aji agar kehidupannya segera normal seperti sedia kala.


Anin berdecak, lalu merangkul bahu Aji. "Ya, aku minta maaf. Aku nggak bermaksud bikin kamu tertekan. Aku cuma nyampein kata-kata yang lain dengan cara yang lebih halus. Sampai sekarang, kita masih menyelidiki soal kamu, Aji. Tapi, percaya deh, kita semua nggak sampai hati bikin kamu alami hal-hal nggak enak. Kamu patut berterimakasih ke Pretty juga, Aji. Aku heran, segitunya Pretty membela kamu mati-matian. Udah kayak istri ngebelain suaminya yang lagi dizolimin aja."


Sekonyong-konyong Aji tersenyum lebar. "Iya."


Wajah Aji mendadak memerah.


"Wah, kamu suka Pretty?" terka Anin nyengir, walau Anin kurang menyukai momen di mana ia menangkap basah Aji yang tengah menunjukkan bahwa Aji naksir Pretty. Sebenarnya Anin juga menyukai Aji. Berbeda dari Pretty, Anin lebih lihai menyembunyikan perasaannya.

__ADS_1


Anin menggeleng-gelengkan kepala, nyengir. "Pretty juga sama, sih. Suka merah mukanya kalau diajak ngomong soal kamu, Aji. Kadang Pretty suka gugup. Ya udah, sih, itu terserah kalian berdua. Aku nggak berhak melarang. Yang penting, kamu jangan nyakitin hati Pretty, yah. Walau judes gitu, Pretty itu sensitif orangnya. Nggak semua cowok bisa bikin Pretty tertarik. Kamu itu cowok paling beruntung di dunia, Aji."


Aji hanya mengangguk, tersenyum.


"Tapi aku dan yang lainnya masih tetap mencurigai kamu, loh. Itu gara-gara kamu yang suka ngilang mendadak." Anin menarik napas lagi. "Aji, Aji,... sejak kamu muncul, grup ini jadi beda. Semua perhatian kami tertuju ke kamu. Kamu itu lagi dipeduliin kita-kita, loh. Itu karena kita sayang sama kamu. Kita juga percaya cerita kamu, kok. Bahkan Tasya sempat punya ide gila, pengen ada di sekitar kamu waktu kamu ngilang itu. Katanya, dia pengen ikut kamu ke dunia kamu. Tasya segitu penasarannya, Aji. Hahaha... Aji, penampilan kamu biasa aja, tapi udah sukses menarik perhatian kita semua." ujar Anin yang lalu menepuk bahu Aji. "Udah, ah. Ayo, udah ditungguin yang lainnya."


Aji tersenyum dan mengekori Anin menuju mobil Pretty.



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Jangan lupa baca juga novel SURAT BALON UNTUK IBU. Yang menulis juga terlibat aktif di akun Instagram @istikamahhijrah loh.

__ADS_1



__ADS_2