
Sementara Mareta dan Tasya tengah berada di dalam toilet, Pretty berdua saja dengan Aji, laki-laki yang selama ini ia rindukan. Sesekali Pretty melirik sekilas Aji yang duduk di samping dirinya. Sesekali pandangan Pretty terarah ke arah pemandangan yang berada di luar Chevrolet. Pretty lalu menyalakan radio mobil. Sebuah lagu dari Elton John menemani suasana yang tengah kaku tersebut.
Pretty menelan air liurnya. Aji pun sama. Sesekali Pretty dan Aji saling bertatapan. Tatapan yang sungguh penuh arti dan seolah-olah ada sebuah obrolan yang sepertinya dari hati ke hati; dari pikiran ke pikiran. Kedua mulut Pretty dan Aji boleh terkunci, namun pikiran keduanyalah yang saling mengobrol. Tak usah heran jikalau salah satu dari keduanya tertawa sendiri seolah-olah ada sesuatu yang bisa ditertawakan. Mungkin tepatnya obrolan di antara kepala Pretty dan Aji yang menjadi alasan utama keduanya tertawa.
"Pretty," ucap Aji yang terdengar malu-malu.
"Iya." Hanya itu jawaban Pretty yang sama-sama malu-malu kucing.
"Hari ini kamu terlihat cantik sekali." ujar Aji spontan.
Pretty terbatuk-batuk. Dalam hati, Pretty membatin, kamu juga hari ini terlihat lebih cool dari biasanya. Aku makin suka sama kamu. Walau hanya di dalam pikiran, entah kenapa Pretty yakin sekali Aji bisa membaca kata-kata Pretty tersebut. Begitulah cinta. Selalu berjalan secara irasional apalagi seperti ada benang merah yang menyatukan hati dan pikiran Aji dan Pretty. Mungkin Aji pun berpikiran yang sama; yang sama-sama berpikir Pretty mungkin tahu isi hati dan pikiran dirinya.
Aji sigap mendekati Pretty lebih dekat. Tangan Aji menyentuh bahu Pretty untuk semata-mata menepuk-nepuk pundak sebagaimana caranya seseorang membantu sesamanya yang tengah memiliki masalah pernapasan. Di jaman Aji, memang seperti itulah caranya.
__ADS_1
"Kamu mau apa, Aji?" tanya Pretty melotot, namun masih malu-malu.
"Biar kamu lebih enak bernapasnya." jawab Aji menelan air liur. Sekonyong-konyong Aji teringat kejadian itu lagi. Itu saat Aji mencium bibir Pretty.
"Makasih." kata Pretty yang langsung membuang muka. Tampaknya Pretty senang sekali mendapatkan perhatian dari Aji, laki-laki yang sudah lama ditaksirnya. Bisa dibilang, Aji itu gebetan Pretty, yang mana siang dan malam Pretty sering membayangkan wajah Aji.
Suasananya kembali kaku lagi. Kembali hening. Hanya ada lantunan suara merdu Elton John yang tengah menyanyikan lagu "Can You Feel The Love Tonight". Pretty spontan ikut menyanyikan lagu yang sama. Dengan terbata-bata Aji coba menyanyikan lagu yang sama.
...Elton John - Can You Feel The Love Tonight...
...How it's laid to rest?...
...It's enough to make kings and vagabonds...
__ADS_1
...Believe the very best...
...It's enough to make kings and vagabonds...
...Believe the very best...
"Ya Tuhan," Pretty latah.
Ternyata penyebab Pretty latah karena kedua temannya baru saja kembali dari toilet. Mareta nyengir dan berkata, "Nah loh, ngapain sih kalian berdua? Deketan amat wajahnya. Gue cemburu, nih."
Sementara itu dengan kedua telinganya yang tengah disumpal headset, Tasya menyanyikan sebuah lagu yang sepertinya menyindir Aji dan Pretty, "Suka sekali, suka sekali, suka sekali. 'Ku tak bisa lihat yang lain selain kamu. Aku mencari jawaban masa depan semenjak kita bertemu."
Di tengah itu, ponsel Pretty berbunyi. Ternyata Shania yang menelepon. Dengan galaknya Shania memaki-maki Pretty kenapa lama sekali Pretty dan lainnya datang. Aduh, bagaimanakah reaksi Shania dan sisanya begitu tahu Aji muncul lagi setelah sekian lama menghilang?
__ADS_1
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.